RADAR TULUNGAGUNG - Indonesia dikenal sebagai negara tropis dengan dua musim: hujan dan kemarau. Suhunya rata-rata hangat, antara 27–30°C, sehingga tidak mungkin ada musim dingin.
Namun, siapa sangka di Puncak Jaya, Papua, ada salju abadi yang membuat banyak orang penasaran.
Secara umum, wilayah Indonesia tidak memungkinkan adanya musim dingin karena berada di garis khatulistiwa.
Namun, ketinggian ekstrem Puncak Jaya (sekitar 4.884 mdpl) membuat suhunya bisa turun di bawah 0°C. Inilah alasan mengapa terbentuk es dan salju di puncaknya.
Penjelasan Ilmiah: Suhu dan Ketinggian
Baca Juga: Rahasia di Balik Jalan-Jalan Sempit Gang Tulungagung yang Selalu Ramai Kehidupan
Semakin tinggi suatu tempat, semakin rendah suhunya. Fenomena ini dikenal sebagai lapse rate dalam ilmu geografi. Setiap naik 100 meter, suhu udara turun sekitar 0,6°C.
Di Puncak Jaya yang hampir 5.000 meter, suhunya bisa mencapai titik beku, sehingga memungkinkan terbentuknya salju.
Sayangnya, salju di Puncak Jaya semakin menipis akibat perubahan iklim global. Banyak peneliti memperkirakan gletser di Papua bisa benar-benar hilang dalam beberapa dekade mendatang jika pemanasan global terus berlanjut.
Salju di Puncak Jaya Papua adalah fenomena langka yang hanya terjadi karena ketinggian ekstrem, bukan karena iklim Indonesia berubah jadi dingin.
Inilah bukti bahwa Indonesia, meskipun beriklim tropis, tetap menyimpan keajaiban alam yang luar biasa. ****
Editor : Dharaka R. Perdana