Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Deja Vu Bukan Karena Otak Error atau Sinyal Lain, Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Siti Fadhilah Salsabila • Senin, 29 September 2025 | 05:40 WIB

Pernah merasa seolah sudah pernah mengalami sebuah momen? Itulah déjà vu, fenomena psikologis yang masih penuh misteri hingga kini.
Pernah merasa seolah sudah pernah mengalami sebuah momen? Itulah déjà vu, fenomena psikologis yang masih penuh misteri hingga kini.

RADAR TULUNGAGUNG - Pernahkah kamu merasa sedang mengalami sebuah peristiwa, padahal yakin sebelumnya belum pernah mengalaminya? Nah, sensasi itu disebut deja vu.

Fenomena deja vucukup misterius karena sering muncul tiba-tiba dan membuat kita bertanya-tanya: apakah ini cuma otak yang salah memproses ingatan, atau ada sesuatu yang lebih dalam?

Baca Juga: Warna Favorit Konon Mencerminkan Kepribadian Seseorang, Hasil Penelitian Berikut Jadi Buktinya

1. Apa Itu Deja Vu?

Deja vu berasal dari bahasa Prancis yang berarti “sudah pernah melihat”. Fenomena ini terjadi ketika seseorang merasa familiar dengan situasi baru, seolah-olah pernah dialami sebelumnya.

Padahal, kenyataannya momen tersebut benar-benar baru.

2. Penyebab Deja Vu Menurut Psikologi

Baca Juga: Psikologi di Balik Teori Konspirasi, Kenapa Banyak Orang Percaya?

3. Teori Populer tentang Deja Vu

4. Apakah Deja Vu Berbahaya?

Secara umum, deja vu adalah fenomena normal yang bisa dialami siapa saja. Namun, jika terjadi terlalu sering, bisa jadi gejala gangguan saraf seperti epilepsi temporal.

Dalam kondisi ini, sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga medis.

Baca Juga: Hidup Sepenuhnya Sekarang: Makna dan Cara Meresapi Filosofi Carpe Diem agar Waktu Tak Terbuang Sia-Sia

Deja vu memang masih menyimpan misteri. Bagi sebagian orang, ini sekadar otak yang sedang error, sementara bagi yang lain bisa jadi sinyal akan sesuatu yang lebih dalam.

Apapun itu, fenomena ini membuktikan betapa rumitnya cara otak manusia bekerja. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#psikologi #deja vu #fenomena otak