Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kemampuan Anjing Laut yang Bisa Tidur dengan Sebagian Otaknya Tetap Terjaga, Ini Penjelasannya

Savina Ayu Wardani • Senin, 29 September 2025 | 03:25 WIB

Anjing laut adalah mamalia laut yang memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan hidup di lingkungan perairan.
Anjing laut adalah mamalia laut yang memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan hidup di lingkungan perairan.

RADAR TULUNGAGUNG - Anjing laut adalah mamalia laut yang memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan hidup di lingkungan perairan.

Salah satu kemampuan paling unik yang dimiliki anjing laut adalah unihemispheric sleep, yaitu kemampuan tidur hanya dengan setengah bagian otak yang beristirahat, sementara setengah lainnya tetap terjaga.

Fenomena ini telah menarik perhatian para ilmuwan karena menunjukkan betapa cerdas dan adaptifnya anjing laut.

Unihemispheric sleep adalah kondisi ketika satu belahan otak (hemisfer) berada dalam keadaan tidur, sedangkan belahan otak lainnya tetap aktif dan terjaga.

Mata yang terhubung dengan belahan otak yang aktif akan tetap terbuka, sedangkan mata di sisi yang sedang tidur akan tertutup.

Dengan cara ini, anjing laut dapat beristirahat sekaligus tetap waspada terhadap lingkungan sekitarnya.

Mekanisme untuk Bertahan Hidup

Anjing laut menggunakan kemampuan tidur setengah otak untuk menjaga kewaspadaan terhadap predator seperti hiu dan orca.

Saat berada di laut terbuka, mereka bisa tetap memperhatikan gerakan di sekitar dan menghindari bahaya meski sedang beristirahat.

Menjaga Pernapasan di Air

Sebagai mamalia, anjing laut harus secara berkala naik ke permukaan untuk mengambil napas. Dengan hanya menidurkan setengah otak, mereka dapat tetap mengontrol gerakan tubuh untuk berenang ke permukaan dan bernapas tanpa terbangun sepenuhnya.

Penelitian yang dilakukan oleh University of California menemukan bahwa anjing laut mampu berganti pola tidur.

Ketika berada di darat, mereka tidur dengan kedua belahan otak (bihemispheric sleep), sedangkan saat berada di laut, mereka beralih ke pola tidur unihemispheric. Kemampuan ini menunjukkan fleksibilitas luar biasa dalam sistem saraf mereka.

Fenomena Serupa pada Hewan Lain

Fenomena tidur dengan setengah otak tidak hanya ditemukan pada anjing laut, tetapi juga pada lumba-lumba, paus, dan beberapa jenis burung migrasi.

Namun, anjing laut istimewa karena dapat menyesuaikan cara tidurnya sesuai dengan kondisi lingkungan, baik di darat maupun di laut.

Pentingnya Unihemispheric Sleep

Unihemispheric sleep sangat penting untuk keseimbangan antara kebutuhan istirahat dan kewaspadaan. Tanpa kemampuan ini, anjing laut berisiko tenggelam, kehilangan orientasi, atau menjadi mangsa predator.

Baca Juga: Fenomena Hewan Menyala di Alam: Fakta Menarik tentang Bioluminesensi

Adaptasi ini merupakan contoh nyata bagaimana evolusi membantu makhluk hidup bertahan di habitat yang penuh tantangan.

Unihemispheric sleep pada anjing laut adalah bukti luar biasa dari kemampuan adaptasi alam. Dengan menidurkan hanya setengah bagian otaknya, anjing laut dapat tetap bernapas, menghindari ancaman, dan menjaga fungsi tubuh vital tanpa mengorbankan waktu istirahat.

Fakta ilmiah ini menunjukkan betapa mengagumkannya cara makhluk laut ini mempertahankan kelangsungan hidupnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tidur #anjing laut #kemampuan