RADAR TULUNGAGUNG - Tadi malam (7/10/2025), langit Indonesia disapa fenomena Supermoon, saat Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi dan tampak lebih besar dari biasanya.
BMKG mencatat Bulan berada sekitar 361.458 km dari Bumi dan akan mencapai fase purnama pada pukul 10:47 WIB.
Akibat posisi ini, Bulan tampak sekitar 14 % lebih besar dan 30 % lebih terang dibanding purnama biasa.
Mengapa Bulan Tadi Malam Tampak Lebih Besar?
Fenomena yang Anda saksikan malam ini disebut Supermoon yakni saat fase purnama bertepatan dengan Bulan berada pada titik terdekat dari Bumi atau perigee.
Orbit Bulan mengelilingi Bumi berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna, sehingga jarak antara Bulan dan Bumi sedikit berubah dari bulan ke bulan.
Selain faktor jarak, fenomena optik di atmosfer juga ikut memengaruhi persepsi kita.
Baca Juga: Jejak Sungai di Dalam Laut, Fenomena Misterius yang Tampak Mustahil tapi Nyata
Ketika Bulan berada dekat ufuk (menjelang naik atau baru saja naik), atmosfer Bumi bekerja sebagai lensa optik ringan gangguan refraksi dan pembiasan atmosfer serta kondisi langit bisa membuat Bulan tampak lebih “besar” atau lebih jingga efek yang dikenal sebagai ilusio bulanan.
Dampak terhadap Pasang Laut dan Potensi Rob
Seiring fenomena ini, banyak yang bertanya: apakah pasang laut juga ikut “naik”? Jawabannya: sedikit iya, tetapi dalam batas aman.
Gravitasi Bulan berperan besar dalam regulasi pasang surut air laut. Ketika Bulan lebih dekat (perigee), efek gravitasinya sedikit lebih kuat, yang dapat mendorong pasang maksimum sedikit lebih tinggi dari normal dalam jangka pendek.
BMKG dan lembaga terkait mengingatkan bahwa meskipun ada peningkatan pasang laut, kenaikan ini diperkirakan tetap dalam ambang toleransi dan tidak akan menyebabkan kejadian ekstrim.
Namun, di wilayah pesisir yang memiliki elevasi rendah atau sistem drainase lemah, sedikit peningkatan pasang laut bisa memicu rob (banjir pesisir) terutama bila terjadi bersamaan dengan hujan lebat atau kondisi cuaca buruk.
Sebagai tindakan mitigasi, BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk siaga pada malam hari saat pasang maksimum, terutama di daerah yang biasa tergenang air laut. ****
Editor : Dharaka R. Perdana