Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Efek Media Sosial terhadap Kepercayaan Diri Remaja: Antara Eksistensi dan Tekanan Sosial

Naufal Shafa Diya • Minggu, 12 Oktober 2025 | 06:03 WIB
bagaimana media sosial mengubah cara remaja melihat dunia
bagaimana media sosial mengubah cara remaja melihat dunia

RADAR TULUNGAGUNG - Di era digital saat ini, hampir semua remaja memiliki akun media sosial.

Mulai dari Instagram, TikTok, hingga X (Twitter), platform-platform ini bukan sekadar tempat berbagi momen, tetapi juga menjadi panggung eksistensi diri.

Namun di balik keseruannya, media sosial menyimpan sisi lain yang diam-diam bisa memengaruhi kepercayaan diri remaja secara signifikan.

Baca Juga: Kenapa Nasi Padang Terkenal Murah dengan Lauk Segunung? Ternyata Ada Sejarah dan Filosofinya

1. Media Sosial dan Kebutuhan Akan Pengakuan

Remaja berada di fase pencarian jati diri. Saat unggahan mereka mendapat banyak “like” atau komentar positif, muncul perasaan diterima dan dihargai.

Namun, jika responsnya sepi, rasa tidak percaya diri bisa muncul. Pengakuan digital seolah menjadi ukuran nilai diri seseorang — padahal kenyataannya, validasi sejati tidak datang dari jumlah like.

2. Perbandingan Sosial yang Tak Terhindarkan

Salah satu dampak terbesar media sosial adalah social comparison atau membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Melihat teman sebaya tampil sempurna bisa membuat remaja merasa kurang menarik atau tidak cukup baik. Hal ini memicu rasa cemas, iri, bahkan depresi.

Baca Juga: Apa Itu NPD? Panduan Lengkap Mengenal Narcissistic Personality Disorder, Gejala, dan Cara Menghadapinya

3. Citra Diri yang Terbentuk dari Dunia Maya

Filter, editan foto, dan unggahan “hidup sempurna” membuat banyak remaja terjebak dalam citra palsu.

Mereka berusaha tampil sempurna di dunia maya, meskipun kenyataannya berbeda. Akibatnya, batas antara jati diri asli dan persona digital semakin kabur.

4. Dampak Positif: Tempat Ekspresi dan Dukungan

Meski banyak sisi negatifnya, media sosial juga bisa meningkatkan kepercayaan diri.

Remaja yang menemukan komunitas positif seperti komunitas seni, literasi, atau dukungan mental health dapat merasa lebih diterima dan berani mengekspresikan diri.

Baca Juga: Lahan SPPG Puncanglaban Tulungagung Belum Disetujui, Ada Perubahan dari Badan Gizi Nasional

5. Cara Menjaga Kepercayaan Diri di Era Digital

Gunakan media sosial secukupnya, bukan sebagai tolak ukur kebahagiaan.

Ikuti akun-akun positif dan inspiratif  serta jangan bandingkan dirimu dengan orang lain.

Fokus pada dunia nyata, bukan hanya dunia maya.

Media sosial memiliki dua sisi tajam: bisa membangun atau justru meruntuhkan kepercayaan diri remaja.

Kuncinya adalah kesadaran dan pengendalian diri. Gunakan media sosial untuk mengekspresikan diri, bukan untuk mencari validasi.

Dunia digital akan selalu ada, tapi kepercayaan diri sejati berasal dari dalam diri sendiri. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#sosial anxiety #Percaya Diri Anak #sosial media