Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Suhu Pulau Jawa Sangat Gerah, BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Masuk Musim Hujan Lebih Awal pada Oktober 2025

Andhika Dwi Pangestu • Kamis, 16 Oktober 2025 | 22:05 WIB

Suhu 35°C! BMKG jelaskan panas ekstrem akibat posisi matahari. Hujan merata di Jawa mulai Oktober 2025
Suhu 35°C! BMKG jelaskan panas ekstrem akibat posisi matahari. Hujan merata di Jawa mulai Oktober 2025

RADAR TULUNGAGUNG - Sejumlah wilayah di Pulau Jawa, termasuk Tulungagung saat ini merasakan cuaca panas yang terik. 

Bahkan semua orang, saat ini menantikan hujan turun agar suhu udara bisa sedikit mereda panasnya. Mengingat suhu bisa mencapai 35 derajat Celcius.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa Indonesia, termasuk sebagian besar wilayah Jawa, secara bertahap akan merasakan musim hujan merata mulai bulan Oktober dan puncaknya diperkirakan terjadi antara Desember hingga Februari.

Meskipun Indonesia secara teknis telah memasuki musim hujan sejak Agustus 2025, distribusi curah hujan belum terjadi secara serentak di seluruh wilayah karena luasnya kawasan kepulauan Indonesia.

Panas Menyengat Bukan Gerah Biasa

Sebelum kabar baik mengenai kedatangan hujan merata, warga Tulungagung dan beberapa kota besar lainnya telah merasakan suhu panas menyengat selama kurang lebih dua pekan terakhir

Baca Juga: Barang Murah tapi Berguna, Ini 8 Peralatan Multifungsi yang Wajib Dimiliki Anak Kos di Kamar

Suhu udara di beberapa wilayah, bahkan sempat menyentuh angka maksimum 35 derajat Celcius, jauh di atas temperatur ideal perkotaan yang biasanya berkisar antara 31 hingga 34 derajat Celcius.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa fenomena ini memiliki alasan ilmiah utama, yaitu pergeseran posisi matahari. Penyebab utamanya adalah pergeseran posisi matahari yang kini berada tepat di selatan wilayah Indonesia.

Pergeseran posisi matahari ini berdampak langsung pada kondisi cuaca, khususnya dengan berkurangnya pembentukan awan hujan di wilayah selatan khatulistiwa. Minimnya awan berfungsi menghilangkan "penghalang" alami dari terik sinar matahari.

Akibatnya, panas matahari jatuh langsung ke permukaan bumi tanpa filter, yang membuat temperatur udara terasa sangat tinggi dan menyiksa.

Baca Juga: Seni Mendengarkan, Kunci Komunikasi yang Sering Diremehkan tapi Menentukan Segalanya

Guswanto menjelaskan bahwa pertumbuhan awan hujan menjadi jarang di wilayah selatan karena posisi matahari sudah bergeser di selatan wilayah Indonesia.

Prediksi Kedatangan Hujan di Jawa

BMKG memperkirakan bahwa awal musim hujan di Indonesia tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan.

Namun, prediksi awal musim hujan di Indonesia secara umum ditetapkan pada periode Agustus hingga Desember 2025. Secara umum, sebanyak 333 Zona Musim (ZOM),

yang mencakup 47,6% wilayah Indonesia, diprediksi akan memasuki musim hujan pada bulan September hingga November 2025.

Kabar penting bagi warga Jawa dan sekitarnya, BMKG memprediksi bahwa sebagian besar Pulau Jawa akan mulai memasuki musim hujan pada Oktober 2025.

Baca Juga: Meneladani Keteguhan Salafiyah: Biografi Singkat KH Anwar Manshur, Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri

Selain sebagian besar Jawa, wilayah lain yang juga diprediksi memulai musim hujan pada Oktober 2025 meliputi sebagian Lampung, Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi bagian selatan, Papua bagian timur, dan Papua Pegunungan.

Proses musim hujan ini akan meluas secara bertahap, menjangkau wilayah lain seperti sebagian besar NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi bagian tengah dan tenggara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Papua bagian utara pada November 2025.

Kondisi Iklim Global dan Sifat Musim

Secara keseluruhan, akumulasi curah hujan pada musim hujan 2025/2026 (Sifat Musim) umumnya diprediksi berada pada kategori Normal. Kondisi Normal ini menunjukkan bahwa curah hujan tidak akan lebih basah maupun lebih kering dari biasanya.

Menariknya, dibandingkan dengan kondisi normalnya, musim hujan 2025/2026 diprediksi maju atau datang lebih awal dari kebiasaannya di sebagian besar wilayah Indonesia, mencakup 294 ZOM atau 42,1 persen. Durasi musim hujan juga diperkirakan akan lebih panjang daripada biasanya.

Baca Juga: Misteri Abadi Makam Dempul di Kediri, Lokasi Pemakaman Mr X yang Terlarang Bagi Santri Ponpes Lirboyo

BMKG juga mencatat bahwa prediksi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan kecenderungan Netral sepanjang tahun 2025.

Meskipun demikian, terdapat sebagian kecil model iklim global yang memprediksi datangnya La Niña lemah pada akhir tahun 2025.

Kondisi La Niña tersebut berpotensi berkontribusi pada peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada pada fase Negatif dan diprediksi akan bertahan hingga November 2025.

Puncak Hujan dan Imbauan Kewaspadaan

Puncak musim hujan 2025/2026, yang ditandai dengan curah hujan tinggi, diprediksi akan terjadi pada periode yang berbeda. Untuk Indonesia bagian barat, puncak hujan diprediksi terjadi pada bulan November hingga Desember 2025.

Baca Juga: Daftar Jamur yang Bisa Dimakan Beserta Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kekebalan Tubuh

Sementara itu, Indonesia bagian selatan dan timur akan mengalami puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026.

Meskipun hujan dinanti, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Di tengah transisi musim ini,

potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir diperkirakan dapat terjadi di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan, termasuk di Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jawa bagian tengah.

Memasuki awal musim hujan, BMKG juga memberikan imbauan praktis kepada masyarakat. Masyarakat diimbau untuk menyiapkan payung dan menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga: Pertemuan Tokoh Nasional di Puncak Haul Solo: Anies Baswedan, Nusron Wahid, dan Wagub Jateng Gus Yasin Hadir Ditemani Ribuan Jemaah

Selain itu, BMKG secara tegas meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau tempat air mengalir guna menghindari terjadinya banjir. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#bmkg #hujan #panas ekstrem #pulau jawa