Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dari Penjaga Kebersihan Akuarium hingga Pengganggu Ekosistem, Alasan Ikan Pembersih Lumut Bisa Jadi Hama di Sungai

Siti Fadhilah Salsabila • Minggu, 26 Oktober 2025 | 06:02 WIB
Dulu dianggap pembersih akuarium, kini ikan sap-sapu justru merusak ekosistem sungai. Dari ikan hias jadi predator — inilah kenyataannya.
Dulu dianggap pembersih akuarium, kini ikan sap-sapu justru merusak ekosistem sungai. Dari ikan hias jadi predator — inilah kenyataannya.

TULUNGAGUNG - Selama ini ikan pembersih lumut atau ikan sapu-sapu dikenal sebagai “asisten alami” para penghobi akuarium.

Perannya membersihkan lumut di kaca dan dasar kolam membuat ikan ini dianggap bermanfaat.

Namun di balik fungsinya yang terlihat sederhana, ikan pembersih lumut atau ikan sapu-sapu justru menyimpan masalah besar ketika populasinya lepas ke alam liar.

Ikan pembersih lumut (Hypostomus plecostomus) berasal dari Amerika Selatan dan dibawa ke Indonesia sebagai ikan hias.

Sayangnya, banyak yang melepaskannya ke sungai saat ukurannya membesar. Dari situlah masalah bermula.

Di alam liar, ikan ini dikenal sangat tangguh.

Ia mampu hidup di air keruh, miskin oksigen, bahkan di saluran air tercemar.

Sifatnya yang kuat membuat ikan lokal seperti mujair, nila, dan wader tak mampu bersaing.

Baca Juga: Ayam Jantan Berkokok Tengah Malam Sering Dikaitkan dengan Makhluk Halus, Realita atau Mitos Belaka? Ini Penjelasannya

“Ikan ini memakan lumut, sisa pakan, bahkan telur ikan lain. Akibatnya, populasi ikan lokal menurun drastis,” ujar seorang peneliti perikanan dari Universitas Gadjah Mada dalam sebuah wawancara.

Masalah lain muncul karena ikan sapu-sapu gemar menggali dasar sungai untuk mencari makan atau tempat bertelur.

Aktivitas ini mengakibatkan dasar sungai tergerus, air menjadi keruh, dan habitat ikan asli rusak.

Tak heran, di beberapa daerah masyarakat mulai menyebut ikan ini sebagai ikan hama beton karena sulit dikendalikan.

Di dalam akuarium, ikan ini hanya berguna saat masih kecil.

Namun ketika tumbuh besar, perilakunya berubah.

Ia menjadi agresif, memakan pakan ikan lain, bahkan menempel dan melukai tubuh ikan yang lebih lemah.

Selain itu, kotorannya yang banyak justru membuat air lebih cepat keruh.

Baca Juga: Daftar Jamur yang Bisa Dimakan Beserta Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kekebalan Tubuh

Bagi penghobi ikan, kondisi ini tentu berbalik arah: ikan yang semula dianggap pembersih justru menjadi sumber masalah baru.

Kasus ikan pembersih lumut ini menjadi pengingat bahwa tak semua ikan hias aman dilepas ke alam.

Sebab, setiap spesies punya peran ekologis dan daya adaptasi yang berbeda.

Saat tidak terkendali, ikan tersebut bisa merusak ekosistem dan mengancam keberlangsungan ikan lokal.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#lumut #akuarium #Ikan Sapu Sapu #ekosistem #sungai