Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kenapa Tidak Boleh Terlalu Sering Makan Makanan Berminyak? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Mohammad vicky avanda zilmy • Minggu, 26 Oktober 2025 | 05:51 WIB

Makanan berminyak memang lezat dan menggugah selera. Dari gorengan, ayam krispi, hingga kentang goreng, semuanya sulit untuk ditolak.
Makanan berminyak memang lezat dan menggugah selera. Dari gorengan, ayam krispi, hingga kentang goreng, semuanya sulit untuk ditolak.

TULUNGAGUNG - Makanan berminyak memang lezat dan menggugah selera.

Makanan berminyak mulai dari gorengan, ayam krispi, hingga kentang goreng, semuanya sulit untuk ditolak.

Namun, tahukah kamu bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan?

Yuk, simak penjelasan kenapa kita tidak boleh makan makanan yang berminyak secara berlebihan!

Baca Juga: Inilah Risiko Kesehatan Akibat Makanan Berminyak, dari Penyakit Jantung hingga Masalah Pencernaan

1. Mengandung Lemak Jahat yang Berbahaya

Makanan berminyak biasanya digoreng menggunakan minyak yang tinggi lemak jenuh atau lemak trans.

Kedua jenis lemak ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).

Jika dibiarkan, hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyumbatan pembuluh darah.

Baca Juga: Rekomendasi Foundation untuk Kulit Berminyak: Bye-Bye Makeup Luntur!

2. Menyebabkan Kenaikan Berat Badan

Minyak mengandung kalori yang tinggi yaitu sekitar 9 kalori per gram.

Bayangkan jika setiap hari kamu makan gorengan atau makanan cepat saji, kalori akan menumpuk dan tubuh bisa mengalami obesitas.

Berat badan berlebih juga memicu berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

4. Mengganggu Sistem Pencernaan

Makanan berminyak sulit dicerna oleh tubuh. Akibatnya, perut bisa terasa kembung, mual, mulas, atau bahkan diare.

Pada beberapa orang, konsumsi minyak berlebih juga dapat memperburuk asam lambung (GERD), sehingga menyebabkan nyeri dada dan rasa tidak nyaman setelah makan.

5. Memicu Jerawat dan Masalah Kulit

Bagi kamu yang sering bermasalah dengan jerawat, hati-hati dengan konsumsi makanan berminyak.

Lemak berlebih dalam tubuh bisa memicu produksi minyak berlebih di kulit, menyumbat pori-pori, dan akhirnya menyebabkan jerawat muncul lebih banyak di wajah maupun punggung.

6. Membebani Kinerja Hati

Hati berfungsi memproses lemak dalam tubuh. Jika terlalu sering makan makanan berminyak, hati akan bekerja ekstra keras untuk memecah lemak tersebut.

Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan penumpukan lemak di hati (fatty liver) dan mengganggu fungsi hati secara keseluruhan.

7. Menurunkan Energi dan Konsentrasi

Setelah makan makanan berminyak, tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencernanya.

Hal ini membuat kamu merasa cepat lelah, mengantuk, dan sulit fokus.

Kondisi ini pun tentu mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat bekerja atau belajar.

Jadi, meskipun makanan berminyak terasa nikmat dan sulit ditolak, penting bagi kita untuk membatasinya demi menjaga kesehatan tubuh.

Konsumsi makanan seperti gorengan atau fast food sebaiknya dilakukan sesekali saja dan diimbangi dengan pola makan sehat yang kaya serat, sayur, dan buah-buahan.

Dengan begitu, tubuh tidak hanya terhindar dari berbagai penyakit berbahaya, tetapi juga terasa lebih bugar, kulit lebih sehat, dan konsentrasi tetap terjaga sepanjang hari.

Ingat, menjaga keseimbangan adalah kunci agar kita bisa tetap menikmati makanan favorit tanpa mengorbankan kesehatan.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#berminyak #makanan berminyak #gorengan bakwan