Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Teknologi di Balik Mercusuar di Tengah Laut Dalam: Bisa Tahan Ombak Raksasa, Kok Bisa?

Zahrotul Afkarina • Senin, 27 Oktober 2025 | 05:33 WIB
Mercusuar bukan sekadar menara dengan cahaya. Di tengah samudra yang bergelora, mereka menjadi penunjuk arah, penyelamat kapal, dan juga simbol kekuatan teknik sipil.
Mercusuar bukan sekadar menara dengan cahaya. Di tengah samudra yang bergelora, mereka menjadi penunjuk arah, penyelamat kapal, dan juga simbol kekuatan teknik sipil.

RADAR TULUNGAGUNG - Mercusuar bukan sekadar menara dengan cahaya. Di tengah samudra yang bergelora, mereka menjadi penunjuk arah, penyelamat kapal, dan juga simbol kekuatan teknik sipil.

Yang membuat banyak orang penasaran adalah: bagaimana bisa mercusuar tetap berdiri kokoh meskipun dihantam ombak setinggi 20 meter dan badai laut ekstrem?

Tantangan Membangun Mercusuar di Tengah Laut. Sebelum membahas teknologinya, kita pahami dulu tantangannya:

Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Bulan Oktober Makin Sulit Ditebak, Simak Pola Perubahan Musim 5 Tahun Terakhir

Jadi, membangun di lokasi seperti ini jelas butuh teknik khusus dan perencanaan jangka panjang.

Berikut Teknologi dan Teknik di Balik Kekuatan Mercusuar

Baca Juga: Ayam Jantan Berkokok Tengah Malam Sering Dikaitkan dengan Makhluk Halus, Realita atau Mitos Belaka? Ini Penjelasannya

1. Fondasi Batu Besar & Bentuk Kunci

Mercusuar seperti Eddystone Lighthouse di Inggris dibangun di atas batu karang dengan fondasi raksasa dari batu granit.

Batu-batu ini disusun dengan sambungan antar-batu berbentuk kunci (dovetail joints) — seperti puzzle besar — agar tidak mudah terlepas saat dihantam ombak.

2. Struktur Kerucut yang Aerodinamis

Mercusuar laut dalam biasanya memiliki bentuk menguncup ke atas (seperti kerucut). Ini bukan hanya estetika, tapi fungsional:

Baca Juga: Fakta Tersembunyi Taman Eden, Surga Pertama Manusia yang Hilang dan Teori tentang Keberadaannya di Bumi

3. Bahan Anti-Korosi dan Kekuatan Tinggi

Material seperti batu granit, baja tahan karat (stainless steel), dan beton laut (marine-grade concrete) digunakan agar tahan terhadap karat, guncangan, dan tekanan gelombang yang konstan.

4. Prefabrikasi dan Transportasi Modular

Karena lokasi ekstrem, banyak mercusuar modern dibangun dengan modul prefabrikasi yang dirakit di daratan dan dibawa dengan kapal, lalu disusun di lokasi secara cepat.

Baca Juga: Suhu Bisa Mencapai 37,6 Derajat Celcius Hingga November, Ini 5 Tips Penting Menghadapi Cuaca Panas

5. Sistem Pondasi Tumpukan (Pile Foundation)

Untuk laut dalam yang tidak punya batu karang dangkal, digunakan tiang pancang baja yang ditanam ke dasar laut sebagai pondasi — mirip seperti yang digunakan di anjungan minyak lepas pantai.

Studi Kasus: Mercusuar La Jument, Prancis

Mercusuar ini sering terlihat di foto dramatis: diterjang ombak besar tapi tetap berdiri kokoh.

La Jument dibangun di atas batu karang kecil, dengan fondasi padat dan struktur batu berbentuk silinder.

Meskipun pernah rusak di awal abad ke-20, kini ia menjadi contoh sukses dari teknik tahan-badai.

Baca Juga: Bahasa Pertama di Bumi Masih Berselimut Mendung Misteri, Benarkah Berawal dari Meniru Suara Alam?

Teknologi Modern: Sensor dan Pemantauan Jarak Jauh

Kini, mercusuar juga dilengkapi:

Sehingga walaupun tidak lagi dijaga manusia, kondisinya bisa dipantau dan dirawat dari daratan.

Mercusuar di laut dalam bukan sekadar bangunan; mereka adalah mahakarya teknik rekayasa yang melawan kekuatan alam setiap hari.

Dengan fondasi cerdas, bahan tahan ekstrem, dan desain aerodinamis, mereka menjadi bukti bahwa dengan teknologi yang tepat, manusia bisa menaklukkan batas alam — bahkan di tengah badai. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#mercusuar #mercusuar aktif terbesar di dunia #Teknologi Bangunan Laut