RADAR TULUNGAGUNG – Besok malam, Rabu (5 November 2025), langit Indonesia akan dihiasi fenomena supermoon atau purnama super.
Fenomena langka ini membuat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya, sehingga menjadi momen sempurna bagi pecinta fotografi untuk berburu gambar terbaik.
Agar hasil jepretan Supermoon Anda tampak maksimal, baik menggunakan kamera profesional maupun kamera HP, berikut tips lengkap yang bisa diterapkan.
1. Gunakan Lensa Tele dan Tripod untuk Kamera DSLR
Jika Anda menggunakan kamera DSLR atau mirrorless, pilih lensa 200 mm ke atas untuk mendapatkan detail permukaan Bulan lebih jelas. Gunakan tripod kokoh agar kamera tidak goyah saat pengambilan gambar.
Atur pengaturan kamera secara manual:
- ISO: 100–200
- Aperture: f/8 – f/11
- Shutter speed: 1/125 – 1/250 detik
- Focus: manual ke tak terhingga (∞)
- White balance: Daylight
Gunakan timer 2 detik atau remote shutter agar foto tidak blur akibat getaran tangan. Jika memungkinkan, aktifkan format RAW agar hasil foto lebih mudah disunting dan detail kawah Bulan bisa dipertajam.
2. Gunakan Mode Pro di Kamera HP
Bagi pengguna smartphone, hasil foto Supermoon tetap bisa menakjubkan dengan pengaturan yang tepat.
Aktifkan mode Pro atau Manual dan atur seperti berikut:
- ISO: 100–200
- Shutter speed: 1/125 – 1/250 detik
- Focus: ke ∞ (infinity)
- White balance: Daylight
- Resolusi: tertinggi
Baca Juga: Gerhana Bulan Total Sarat Beragam Makna Spiritual dan Mitos, Bagaimana dengan Daerahmu?
Jika HP tidak memiliki mode Pro, gunakan Night Mode dengan zoom 5–10x lalu tap Bulan untuk mengunci fokus dan exposure.
Turunkan sedikit pencahayaan agar Bulan tidak terlalu terang (overexposed).
3. Pilih Lokasi dan Waktu yang Tepat
Supermoon paling indah dipotret saat baru terbit di cakrawala, sekitar pukul 18.00–19.00 waktu setempat.
Pilih lokasi terbuka dengan minim polusi cahaya, seperti pantai, perbukitan, atau area pedesaan. Langit cerah tanpa awan adalah kunci utama untuk hasil maksimal.
Jika cuaca mendung, tunggu sela waktu langit terbuka Supermoon biasanya tetap tampak hingga lewat tengah malam.
4. Gunakan Objek Latar untuk Efek Dramatis
Agar foto tidak monoton, sertakan objek seperti gunung, pepohonan, menara, atau bangunan bersejarah di latar depan.
Saat Bulan masih rendah di cakrawala, ukurannya tampak lebih besar dibanding ketika berada di atas kepala, menciptakan kesan visual yang megah.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total Sarat Beragam Makna Spiritual dan Mitos, Bagaimana dengan Daerahmu?
5. Edit Ringan Setelah Pemotretan
Gunakan aplikasi seperti Lightroom, Snapseed, atau VSCO untuk menyempurnakan hasil foto. Tingkatkan kontras, ketajaman, dan sedikit saturasi untuk menonjolkan warna keemasan Supermoon.
Supermoon malam ini menjadi yang terakhir di tahun 2025, setelah sebelumnya muncul pada Juli dan Oktober.
Dengan jarak Bulan hanya sekitar 356.980 km dari Bumi, Supermoon 5 November ini akan menjadi yang paling besar dan terang sepanjang tahun.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengabadikan Bulan super yang memukau ini dengan kamera Anda malam ini! ****
Editor : Dharaka R. Perdana