RADAR TULUNGAGUNG - Squidward Tentacles adalah salah satu karakter paling ikonik dalam SpongeBob SquarePants.
Meski tinggal di Bikini Bottom yang penuh warna, Squidward hampir selalu terlihat marah, kesal, atau menderita.
Banyak penggemar bertanya-tanya, kenapa Squidward tidak pernah terlihat bahagia? Jawabannya ternyata cukup kompleks dan berkaitan dengan kepribadian, lingkungan, hingga dinamika sosial di sekitarnya.
Kepribadian Perfeksionis dan Sensitif
Squidward memiliki sifat perfeksionis, terutama dalam seni dan musik. Dia memandang dirinya sebagai seniman berbakat.
Sehingga ketika ekspektasinya tidak sesuai kenyataan, ia menjadi frustasi. Sensitivitas tinggi membuat hal kecil pun bisa memicu rasa jengkel.
Baca Juga: Fenomena The Tidal Zone yang Muncul di Serial SpongeBob SquarePants Ternyata Ada di Dunia Nyata
Lingkungan Kerja yang Tidak Cocok
Bekerja di Krusty Krab sebagai kasir bukan pekerjaan impian bagi Squidward. Ia bosan, merasa tidak dihargai, dan tidak mendapatkan ruang untuk mengekspresikan dirinya sebagai musisi. Situasi itu membuatnya terlihat murung dan sering mengeluh.
Energinya Bertolak Belakang dengan Tetangganya
SpongeBob dan Patrick sangat ceria, hiperaktif, dan cenderung mengganggu tanpa sengaja. Energi mereka bertolak belakang dengan Squidward yang pendiam dan ingin ketenangan. Interaksi yang sering berujung kekacauan membuat Squidward hampir selalu kesal.
Kurangnya Pengakuan dan Dukungan Sosial
Squidward sering merasa tidak dihargai, baik sebagai seniman maupun sebagai individu. Kurangnya dukungan dari sekitar membuatnya mudah merasa gagal dan menderita. Ini menambah rasa pahit dalam hidupnya.
Baca Juga: Terungkap! Beberapa Fakta & Rahasia Kartun Doraemon yang Belum Banyak Diketahui Penggemar
Humor Kartun: Squidward Memang Dibuat Untuk "Sial"
Dari sisi kreatif, Squidward berfungsi sebagai karakter yang mengalami “comic misery” atau penderitaan lucu.
Kesialannya menjadi bagian dari format komedi SpongeBob untuk menyeimbangkan karakter optimis seperti SpongeBob dan Patrick.
Squidward tidak hanya sekadar karakter pemarah. Ia adalah gambaran seseorang yang perfeksionis, sensitif, lelah menghadapi lingkungan yang tidak sesuai dengan keinginannya, dan sering bertemu situasi yang menguji kesabaran.
Justru karena sifat realistis dan emosinya yang relatable, banyak orang dewasa merasa terhubung dengan karakter ini. ****
Editor : Dharaka R. Perdana