Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

10 Pohon yang Tidak Boleh Ditanam Terlalu Dekat Rumah, Waspadai Risiko Kerusakan Pondasi dan Keamanan Keluarga

Siti Fadhilah Salsabila • Kamis, 27 November 2025 | 21:11 WIB

Hindari risiko kerusakan pondasi dan bahaya tumbang dengan memilih jenis pohon yang tepat untuk ditanam di sekitar rumah.
Hindari risiko kerusakan pondasi dan bahaya tumbang dengan memilih jenis pohon yang tepat untuk ditanam di sekitar rumah.

RADAR TULUNGAGUNG - Menanam pohon di halaman rumah kerap dianggap solusi menciptakan lingkungan teduh dan sejuk.

Namun tidak banyak yang menyadari bahwa tidak semua pohon aman ditanam dekat bangunan.

Beberapa jenis memiliki sistem perakaran agresif, batang besar, serta risiko tinggi tumbang yang dapat mengancam keselamatan penghuni dan merusak struktur rumah.

Kesalahan memilih tanaman pekarangan sering berakhir pada biaya renovasi mahal bahkan kecelakaan fatal.

Salah satu pohon yang harus dihindari dekat rumah adalah Beringin. Pohon ini memiliki akar kuat dan menyebar jauh hingga puluhan meter.

Tekanannya mampu merusak pondasi bangunan, pipa air, dan septic tank. Selain ukuran batangnya besar dan berat, beringin juga berpotensi tumbang saat angin kencang.

Baca Juga: Berminat Memulai Beternak Kelinci? Berikut Cara Perawatan Kelinci untuk Pemula

Pohon lain yang berbahaya adalah Trembesi atau ki hujan. Tajuknya dapat mencapai diameter 20 sampai 40 meter, sementara akarnya invasif dan agresif.

Banyak kasus pohon trembesi tumbang menimpa rumah atau kendaraan saat hujan lebat.

Pohon kelapa pun memiliki risiko serupa. Buah kelapa yang jatuh dari ketinggian dapat menyebabkan cedera serius pada kepala manusia, sehingga tidak disarankan ditanam di dekat area aktivitas keluarga.

Bambu menjadi ancaman tersembunyi karena akar rimpangnya merambat cepat dan sulit dikendalikan.

Struktur bawah tanah seperti lantai rumah dan dinding beton dapat retak akibat dorongan akar.

Sementara itu, Sengon dan Mahoni dikenal memiliki batang yang rapuh dan mudah patah. Ketika cuaca buruk datang, risiko roboh semakin besar.

Baca Juga: Jangan Remehkan, Meskipun Mengasyikkan, Ada Dampak Buruk dari Kebiasaan Menggigit Kuku

Beberapa jenis pohon lain seperti Randu, Saga, dan Ara/Tin besar juga tidak direkomendasikan. Selain akarnya merusak, randu menyebarkan serat halus yang mengganggu pernapasan.

Daun dan biji saga mengandung racun, berbahaya bagi anak-anak dan hewan. Sementara pohon tin besar mengundang banyak burung dan serangga.

Untuk melakukan penanaman aman, para ahli lanskap menyarankan mempertimbangkan jarak ideal berdasarkan ukuran pohon.

Pohon kategori besar seperti trembesi, beringin dan sengon harus ditanam minimal 10 hingga 15 meter dari bangunan.

Pohon sedang seperti kelapa dan mangga sebaiknya berjarak minimal 7 hingga 10 meter, sementara pohon kecil seperti tabebuya dan ketapang kencana cukup 3 hingga 5 meter.

Baca Juga: Tips Menghilangkan Kutu di Beras dengan Metode Alami yang Aman untuk Keluarga, Cukup Manfaatkan Apa yang Ada di Rumah

Alternatif pohon yang aman untuk halaman rumah antara lain Ketapang Kencana, Tabebuya, Cemara Hias, Pule, dan Kamboja. Selain aman, pohon-pohon tersebut indah secara estetika dan memiliki akar yang lebih stabil.

Memahami karakteristik pohon sebelum menanam adalah langkah penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan hunian.

Kesalahan kecil dalam perencanaan dapat berujung kerusakan besar. Karena itu, memilih pohon bukan hanya soal keindahan, tapi juga keselamatan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#menanam pohon #keamanan rumah #arsitektur