RADAR TULUNGAGUNG - Buah kersen mungkin terdengar biasa.
Namun bagi banyak orang yang tumbuh di era 90-an hingga awal 2000-an, buah kecil berwarna merah cerah ini adalah bagian dari memori masa kecil.
Pohon kersen yang tumbuh liar di pinggir jalan, halaman sekolah, hingga pelataran rumah, dulu menjadi tempat bermain sekaligus sumber camilan alami.
Anak-anak berebut memanjat atau menggoyang batang pohonnya hingga buah kersen berjatuhan seperti hujan.
Rasanya manis, lembut, dan selalu sukses membuat tangan memerah karena terlalu banyak memetik.
Baca Juga: Berminat Memulai Beternak Kelinci? Berikut Cara Perawatan Kelinci untuk Pemula
Kini, pohon kersen perlahan jarang terlihat. Tergusur pembangunan dan terabaikan oleh tren tanaman hias modern.
Padahal, di balik kesederhanaannya, Muntingia calabura menyimpan manfaat besar, baik untuk kesehatan maupun lingkungan.
Buah dan daun kersen diketahui kaya antioksidan, terutama flavonoid dan vitamin C yang berfungsi menangkal radikal bebas dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Air rebusan daun kersen sejak lama digunakan sebagai obat tradisional untuk meredakan batuk, flu, dan radang tenggorokan.
Penelitian juga menyebutkan bahwa ekstrak daun kersen berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah, sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes ringan.
Sifat antibakteri dan antiradangnya berguna mempercepat penyembuhan luka, sementara kandungan gula alami pada buahnya dapat menjadi sumber energi cepat tanpa efek samping.
Tidak hanya bermanfaat bagi manusia, kersen juga penting untuk ekosistem.
Bunganya menjadi sumber nektar bagi lebah, sementara buahnya menjadi makanan favorit burung.
Pohon ini tumbuh cepat, tahan cuaca panas, mampu menghijaukan lahan gersang, dan memberi keteduhan.
Menanam pohon kersen bukan hanya langkah pelestarian alam, tetapi juga cara merawat kenangan kolektif.
Di tengah dunia yang serba digital, kersen mengingatkan kita pada kesederhanaan masa kecil: tawa riang di bawah pohon, tangan merah penuh buah, dan kebersamaan tanpa gawai.
Pohon kersen mungkin terlihat kecil dan sepele. Namun bagi yang pernah merasakan manisnya, kersen adalah nostalgia yang tidak tergantikan, dan kini hadir sebagai tanaman herbal penuh manfaat.
Editor : Vidya Sajar Fitri