RADAR TULUNGAGUNG - Banjir rob menjadi salah satu masalah besar yang semakin sering melanda wilayah pesisir utara Jawa atau pantura, terutama di daerah seperti Semarang, Pekalongan, Demak, hingga Jakarta Utara.
Fenomena naiknya permukaan air laut ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak jangka panjang pada infrastruktur, kesehatan, dan ekonomi.
Lalu, apa yang sebenarnya menyebabkan banjir rob semakin parah dari tahun ke tahun? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Banjir Rob?
Baca Juga: Mengapa Waarung Kopi Disebut Cold Moon untuk Setahun? Tradisi dan Sejarah di Balik Nama Desember
Banjir rob adalah banjir yang terjadi akibat naiknya permukaan air laut sehingga merendam wilayah daratan, terutama daerah yang berada di dataran rendah atau pesisir.
Berbeda dengan banjir akibat hujan, rob bisa terjadi tanpa hujan sama sekali, karena penyebab utamanya adalah dinamika laut dan penurunan tanah.
Penyebab Utama Pesisir Jawa Sering Terkena Banjir Rob
Baca Juga: Mengenal Buah Matoa, Si Manis dari Papua yang Langka dan Penuh Nutrisi
- Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence)
Wilayah pesisir Jawa, terutama di pantai utara, mengalami penurunan tanah antara 5–20 cm per tahun, salah satu yang tertinggi di dunia.
Penyebabnya meliputi Pengambilan air tanah berlebihan, beban bangunan yang berat, dan penurunan kualitas struktur tanah (aluvium, sedimen muda)
Ketika tanah turun, permukaan laut yang sama terlihat seperti naik — inilah yang membuat banjir rob lebih mudah terjadi.
- Kenaikan Permukaan Air Laut Akibat Perubahan Iklim
Kenaikan muka air laut global membuat daerah pesisir menjadi lebih rentan. Meskipun kenaikannya terlihat kecil (mm per tahun), efeknya tetap besar karena memperluas area genangan, memperpanjang durasi banjir rob, dan menambah kedalaman genangan
Baca Juga: Lintasi Lima Negara Arab, NASA Prediksi Gerhana Matahari Total 2027 Jadi yang Terlama Abad Ini
Kombinasi kenaikan air laut dan penurunan tanah pun memperparah dampak yang ditimbulkan.
- Hilangnya Hutan Mangrove
Mangrove berfungsi sebagai penahan gelombang, penghalang intrusi air laut, dan pengikat sedimen pesisir
Berkurangnya mangrove di pesisir Jawa menyebabkan air laut lebih mudah masuk dan menimbulkan banjir rob.
- Kerusakan Infrastruktur Pesisir
Tanggul laut yang lemah, pembangunan yang tidak terkontrol, dan pengurukan tanah yang tidak stabil turut mempercepat munculnya banjir rob.
- Siklus Pasang Surut Bulanan
Fenomena pasang purnama, pasang perigee, atau gelombang tinggi musiman (seperti angin baratan) dapat memicu rob yang lebih besar, bahkan hingga setinggi satu meter.
Baca Juga: Delapan Fenomena Alam Menakjubkan yang Diam-diam Menyelamatkan Dunia, Apakah Kamu Menyadarinya?
Dampak Banjir Rob bagi Masyarakat Pesisir Jawa
Banjir rob tidak boleh dianggap sepele, karena dampaknya bersifat jangka panjang.
Dampak yang umum terjadi bisa merusak rumah dan fasilitas umum, hingga menurunkan kualitas air bersih.
Selain itu rob juga bisa mengganggu aktivitas ekonomi (terutama perikanan dan perdagangan), dan lain sebagainya.
Di beberapa daerah, rob bahkan menyebabkan permukiman ditinggalkan karena tidak lagi layak huni.
Banjir rob di pesisir Jawa terjadi karena kombinasi antara penurunan tanah, kenaikan air laut, dan kerusakan ekosistem pesisir. Tanpa intervensi besar, masalah ini akan semakin parah dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan pengelolaan lingkungan yang baik, rehabilitasi mangrove, dan pengendalian penggunaan air tanah, banjir rob bisa ditekan dan wilayah pesisir tetap bisa menjadi tempat yang aman untuk dihuni. ****
Editor : Dharaka R. Perdana