Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Weton Pahing Minggu Ini Ketemu Lintang: Pertanda Takdir Bergerak Diam-Diam, Rezeki Datang Bersama Ujian Batin yang Mengejutkan

Kirana Meigita Luciana Rani • Kamis, 15 Januari 2026 | 20:30 WIB

Weton Pahing minggu ini ketemu lintang. Pertanda perubahan besar, rezeki datang bersama ujian batin dan pesan penting dari Primbon Jawa.
Weton Pahing minggu ini ketemu lintang. Pertanda perubahan besar, rezeki datang bersama ujian batin dan pesan penting dari Primbon Jawa.

RADAR TULUNGAGUNG-  Weton Pahing minggu ini diyakini tidak sedang berada dalam fase biasa. Menurut Primbon Jawa, ada momen langka yang disebut ketemu lintang, yakni saat energi lama dan baru saling bersinggungan. Fase ini kerap menjadi penanda perubahan besar dalam hidup, baik secara batin, hubungan, maupun arah rezeki.

Bagi pemilik weton Pahing, minggu ini bukan sekadar rutinitas harian. Ada getaran batin yang terasa lebih berat, seolah hati sedang disentuh oleh sesuatu yang tak kasatmata.

Leluhur Jawa meyakini, sebelum takdir bergerak, rasa di dalam hati akan lebih dulu bergejolak. Karena itu, Pahing diminta untuk lebih eling lan waspada.

Baca Juga: Pendaftaran PPPK Kementerian HAM 2026 Resmi Dibuka, Jangan Salah Upload Dokumen! Ini Panduan Lengkap Daftar di SSCASN BKN agar Lolos Administrasi

Getaran Batin dan Kebuka Lawang Roso

Sejak awal minggu, weton Pahing mulai merasakan kegelisahan yang sulit dijelaskan. Pikiran mudah melayang ke masa lalu, kenangan lama tiba-tiba muncul, bahkan perasaan bersalah yang sudah lama terkubur bisa bangkit kembali.

Dalam Primbon Jawa, kondisi ini disebut kebuka lawang roso, yakni fase pembersihan batin sebelum perubahan besar datang.

Perasaan lelah tanpa sebab, emosional berlebihan, hingga keinginan menangis tanpa alasan jelas bukan tanda kelemahan. Justru itu isyarat bahwa ada urusan batin yang belum selesai.

Leluhur percaya, jika getaran ini diabaikan, kejadian yang datang bisa terasa lebih keras. Namun jika dihadapi dengan tenang, perubahan hanya akan mengejutkan, bukan menyakiti.

Baca Juga: Pendaftaran PPPK Guru 2026 Dibuka, Ini Mekanisme Seleksi P1 hingga Pelamar Umum, Siapa Paling Berpeluang Lolos?

Pertemuan Biasa yang Menjadi Kunci Takdir

Di tengah kegelisahan tersebut, weton Pahing diprediksi akan mengalami sebuah pertemuan yang tampak biasa. Bisa terjadi di tempat kerja, di jalan, pasar, atau bahkan lewat pesan singkat. Orang yang ditemui mungkin terlihat tidak penting, tetapi kata-katanya mampu menyentuh luka lama.

Primbon menyebut fase ini sebagai temu raso lawas. Percakapan sederhana bisa terus terngiang, memunculkan konflik batin antara ingin mendekat atau menjauh.

Leluhur mengingatkan agar Pahing tidak gegabah menilai orang. Bisa jadi, sosok inilah yang menjadi pembuka jalan perubahan hidup ke depan.

Baca Juga: Pendaftaran PPPK Kementerian HAM 2026 Resmi Dibuka, Jangan Salah Upload Dokumen! Ini Panduan Lengkap Daftar di SSCASN BKN agar Lolos Administrasi

Gumelaring Rasa dan Ujian Emosi

Setelah pertemuan tersebut, emosi weton Pahing akan naik turun. Ada dorongan kuat untuk berbicara jujur, namun dibarengi rasa takut disalahpahami atau ditolak. Kondisi ini dikenal sebagai gumelaring rasa, saat perasaan lama dan baru bertabrakan.

Di fase ini, Pahing menjadi lebih sensitif. Perkataan kecil terasa besar, sikap sepele bisa melukai hati. Namun Primbon menegaskan, emosi yang muncul bukan musuh, melainkan pesan batin. Kejujuran pada diri sendiri menjadi kunci agar Pahing tidak terjebak dalam luka yang berlarut-larut.

Rezeki Datang Bersama Kebimbangan

Menariknya, di saat batin belum sepenuhnya tenang, peluang rezeki justru mulai mendekat. Namun rezeki ini tidak hadir dalam bentuk yang mudah. Bisa berupa tawaran kerja, peluang usaha, atau bantuan yang terlihat menggiurkan, tetapi menyisakan keraguan di hati.

Baca Juga: Denada Akui Resa Rizki Anak Kandung, Tangis Tobat hingga Hadiah Rumah dan Mobil di Banyuwangi

Primbon Jawa menyebutnya rezeki sing nyobo ati. Rezeki yang datang untuk menguji niat, bukan sekadar mengisi dompet. Leluhur mengingatkan, weton Pahing minggu ini tidak boleh membohongi hati sendiri. Jalan yang terasa lebih berat namun jujur justru akan membawa ketenteraman jangka panjang.

Firasat, Kejadian Sunyi, dan Pembersihan

Seiring berjalannya minggu, firasat Pahing semakin tajam. Mimpi terasa nyata, hati mudah berdebar, dan ada dorongan kuat untuk menghindari atau mendekati seseorang. Ini disebut tando dibuka, tanda batin sedang diberi isyarat.

Klimaksnya datang dalam bentuk kejadian sunyi. Bukan ledakan emosi, melainkan kabar atau kenyataan yang membuka mata. Ada sesuatu yang harus dilepas, bukan karena salah, tetapi karena perannya telah selesai. Meski terasa pahit, fase ini justru menjadi awal pembersihan besar.

Baca Juga: Isbat Nikah Inara Rusli Terancam Gagal? Insanul Fahmi Masih Cinta Istri Sah, Ini Fakta Hukumnya

Sepi yang Menguatkan Jiwa Pahing

Setelah itu, weton Pahing memasuki fase sepi sing maringi terang. Kesunyian yang menyakitkan namun menyadarkan.

Di sinilah kekuatan batin Pahing perlahan bangkit. Leluhur percaya, siapa pun yang mampu bertahan tanpa menyalahkan keadaan akan mendapatkan kejernihan jiwa yang langka.

Minggu ini, weton Pahing tidak sedang dihukum, melainkan disadarkan. Takdir sedang menempatkan Pahing di jalur hidup yang lebih jujur dan selaras dengan diri sendiri.

Baca Juga: Gustavo Fernandez Persebaya Akhirnya Gabung Latihan Perdana? Ini Jadwal Debut Pemain Asing Baru Bajul Ijo di Putaran Kedua BRI Super League

Editor : Kirana Meigita Luciana Rani
#weton pahing #Primbon Jawa #rezeki pahing