RADAR TULUNGAGUNG – Jika Kabupaten Kediri dikenal dengan patung macan putihnya yang beberapa waktu lalu viral, Tulungagung ternyata juga memiliki ikon serupa.
Sebuah patung macan yang berada di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung telah berdiri sejak puluhan tahun silam.
Bahkan hingga kini kerap dikaitkan dengan cerita mistis serta isu kecelakaan lalu lintas di jalan raya Boyolangu-Campurdarat.
Patung macan yang oleh warga setempat disebut Bok Macan itu berada di RT 03 RW 03 Desa Pojok, tepat di sisi timur jalan raya, berdekatan dengan jembatan.
Keberadaannya sudah menjadi penanda wilayah sekaligus bagian dari cerita lokal masyarakat setempat.
Sekretaris Desa Pojok, Miyanto, menuturkan patung tersebut dibangun pada masa kepemimpinan Kepala Desa Pojok saat itu, Munahid, sekitar awal 1980-an. Munahid dikenal memiliki ketertarikan pada seni, khususnya patung.
“Pak Munahid memang seniman dan suka patung-patung. Patung macan ini dibangun pada masa beliau menjabat. Kalau tahun pastinya saya lupa, tapi diperkirakan sudah ada sejak era 1990-an,” terang Miyanto.
Ia menjelaskan, pada awal berdirinya patung macan tersebut sempat dilengkapi bangunan pelindung menyerupai rumah kecil.
Baca Juga: Curi Sepeda Motor Warga Campurdarat, Pemuda Tulungagung Ini Tidak Jadi Masuk Penjara, Ini Alasannya
Namun seiring berjalannya waktu, bangunan itu mengalami kerusakan. Akhirnya, patung dibuatkan dudukan permanen dan posisinya dinaikkan seperti kondisi saat ini.
“Dulu ada rumahnya. Karena rusak, kemudian dibuatkan dudukan dan dinaikkan. Sekarang justru kelihatan lebih rapi dan bagus,” tambahnya.
Seiring waktu, patung Bok Macan kerap dikaitkan dengan cerita angker oleh sebagian masyarakat, terutama karena seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi.
Isu tersebut kembali mencuat seiring ramainya perbincangan warganet mengenai patung macan di daerah lain.
Menanggapi anggapan tersebut, Miyanto menilai faktor kecelakaan lebih disebabkan kondisi jalan. Menurutnya, jalur di sekitar patung memiliki kontur yang cukup rawan.
Baca Juga: Puluhan Siswa Keracunan MBG, Komisi C DPRD Tulungagung Minta SPPG Campurdarat Ditutup Sementara
“Jalannya agak menikung. Kalau kendaraan melaju kencang lalu pengendara kaget, kecelakaan bisa terjadi. Jadi tidak bisa langsung dikaitkan dengan patungnya,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Pojok, Ismiati. Ia menilai cerita mistis yang berkembang merupakan sudut pandang masing-masing individu. “Kalau soal mitos, itu kembali ke persepsi masyarakat,” ungkapnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana