Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral Kisah Bus Hantu Saat Mudik, Penumpang Kaget Turun di Terminal Mangkrak dan Temukan Selebaran Tahun 1992

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Senin, 26 Januari 2026 | 17:35 WIB

 

PO Esto bus tertua di Indonesia berdiri sejak 1923 di Salatiga. Pernah punya 100 armada, lalu meredup hingga gulung tikar 2016.
PO Esto bus tertua di Indonesia berdiri sejak 1923 di Salatiga. Pernah punya 100 armada, lalu meredup hingga gulung tikar 2016.

Radar Tulungagung - Kisah bus hantu kembali menyita perhatian publik setelah pengakuan seorang pria bernama Jangki viral di media sosial dan podcast YouTube. Cerita ini berawal dari pengalaman mudik yang semula terasa normal, namun berakhir dengan kejadian ganjil ketika ia dan dua rekannya turun dari sebuah bus yang ternyata sudah lama mangkrak dan tak beroperasi.

Dalam perbincangan yang ramai dibagikan di TikTok dan YouTube, Jangki menceritakan pengalaman naik bus hantu tersebut terjadi sekitar tahun 2005. Saat itu, ia baru saja menyelesaikan ritual spiritual bersama kelompoknya di lereng gunung di wilayah Kediri, Jawa Timur. Ritual tersebut dilakukan selama lebih dari 40 hari dan melibatkan tirakat, puasa mutih, semedi, serta berbagai laku spiritual lain.

Menurut pengakuannya, ritual yang awalnya bertujuan untuk ketenangan batin justru memicu rangkaian kejadian anomali yang terus menghantui dirinya dan beberapa anggota kelompok. Salah satu kejadian paling membekas adalah pengalaman saat mudik menuju Jawa Tengah.

Baca Juga: Gaji John Herdman di Timnas Indonesia Terungkap, PSSI Pilih Pelatih Eks Piala Dunia dengan Kontrak hingga 2030?

Naik Bus Seperti Biasa, Tapi Tak Pernah Keluar Terminal

Usai turun dari gunung dan menuju daerah Nganjuk, Jangki bersama dua rekannya mencari angkutan umum seperti lazimnya di masa itu. Mereka menaiki sebuah bus malam tanpa AC yang terlihat normal, lengkap dengan penumpang lain di dalamnya. Tidak ada firasat aneh saat pertama kali naik.

Namun kejanggalan mulai terasa ketika bus berjalan sangat pelan dan hanya berputar-putar di area terminal tanpa benar-benar keluar menuju jalan raya. Karena lelah, para penumpang tertidur. Beberapa jam kemudian, bus berhenti mendadak.

Saat terbangun, Jangki mendapati suasana bus sudah sepi. Hanya tersisa dirinya dan dua temannya. Ketika turun, mereka terkejut karena bus tersebut berada di area garasi lama yang dipenuhi semak dan tampak tak terawat. Bus yang mereka tumpangi ternyata bus tua yang sudah lama tidak digunakan.

Baca Juga: Gaji Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Dari Pemain Bintang hingga Kontrak Pelatih Baru John Herdman

Terminal Bayangan dan Selebaran Tahun 1992

Kepanikan memuncak ketika seorang pedagang warung di sekitar lokasi mengatakan bahwa bus tersebut memang sudah mangkrak selama puluhan tahun. Menurut warga sekitar, lokasi itu dikenal sebagai terminal bayangan yang kerap dikaitkan dengan kejadian mistis.

Kejanggalan tak berhenti di situ. Saat hendak membayar di warung, Jangki menemukan selebaran promosi PO bus di dalam saku jaketnya. Yang mengejutkan, selebaran tersebut bertanggal tahun 1992. Padahal kejadian itu dialaminya pada 2005.

“Seperti ada yang tidak sinkron dengan waktu,” ujar Jangki dalam wawancara tersebut. Sejak saat itu, istilah bus hantu melekat pada pengalaman yang dialaminya.

Baca Juga: PAD Pasar Tulungagung Terus Naik, Target 2026 Dipatok Rp 5,2 Miliar

Rentetan Kejadian Mistis Pascaritual

Pengalaman naik bus bukan satu-satunya kejadian ganjil yang dialami. Jangki mengungkapkan bahwa setelah ritual tersebut, dirinya dan teman-temannya kerap mengalami gangguan, mulai dari melihat sosok tak kasat mata di pusat perbelanjaan, hotel, hingga rumah kerabat.

Salah satu cerita paling tragis datang dari seorang teman satu ritual yang akhirnya meninggal dunia akibat kecelakaan. Sebelum meninggal, temannya itu sempat bercerita sering melihat sosok misterius di pusat perbelanjaan dan lokasi-lokasi tertentu yang dianggap wingit.

Menurut Jangki, rangkaian kejadian ini membuatnya yakin bahwa ritual yang dilakukan telah melanggar batas dan membuka “celah” yang seharusnya tidak disentuh.

Baca Juga: Gaji Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Dari Pemain Bintang hingga Kontrak Pelatih Baru John Herdman

Trauma dan Keputusan Menghentikan Ritual

Dampak psikologis dari kejadian tersebut tak main-main. Jangki mengaku sempat mengalami stres berat hingga mengurung diri di kamar selama berminggu-minggu. Beberapa rekannya bahkan dilaporkan mengalami gangguan mental.

Puncaknya, pada 2022, kelompok tersebut sepakat menghentikan seluruh praktik ritual. Mereka juga menggelar doa bersama dan selamatan sebagai bentuk penutupan.

Kisah bus hantu ini menjadi pengingat bagi publik, terutama di momen mudik, untuk selalu berhati-hati di perjalanan dan tidak sembarangan melakukan ritual yang berisiko berdampak panjang. Seperti pesan penutup dalam podcast tersebut, rumah selalu menunggu, dan keselamatan adalah yang utama.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#kisah mistis #ritual spiritual #bus hantu