Radar Tulungagung – Urban legenda Bus Sumber Kencono kembali mencuri perhatian publik setelah kisah mistis yang beredar sejak era 1990-an ramai diperbincangkan di media sosial dan YouTube.
Cerita ini bukan sekadar nostalgia dunia perbisan, melainkan juga bagian dari folklore modern yang berkembang di jalur Jawa Tengah dan Jawa Timur, khususnya rute Surabaya–Yogyakarta.
Bus Sumber Kencono dikenal sebagai perusahaan otobus yang berdiri sejak tahun 1981, Didirikan oleh Setiaki Sasongko.
Pada masanya, armada ini menjadi primadona karena frekuensi keberangkatan yang padat dan strategis, seperti Surabaya–Madiun–Solo–Yogyakarta serta Surabaya–Semarang. Namun di balik popularitas tersebut, nama Bus Sumber Kencono juga memiliki reputasi negatif.
Julukan “Sumber Bencana” dan Sejarah Kelam
Di era kejayaannya, Bus Sumber Kencono dikenal memiliki pola operasional yang ketat.
Salah satu kebijakan yang paling diingat adalah sistem istirahat pengemudi berdasarkan kecepatan perjalanan. Semakin cepat bus tiba di tujuan, semakin lama waktu istirahat yang diperoleh sopir.
Kebijakan inilah yang mendorong praktik mengemudi ugal-ugalan, terutama saat perjalanan malam hari. Sopir saling salip demi mengejar waktu, sehingga angka kecelakaan pun meningkat tajam.
Akibat seringnya kejadian, masyarakat menjuluki Bus Sumber Kencono dengan sebutan sinis “Sumber Bencana.” Terlebih lagi, dalam salah satu kasus ekstrem, sebuah bus Sumber Kencono sempat terbakar massal di Ngawi setelah terjadi kecelakaan fatal yang menurunkan pengendara motor. Reputasi buruk ini memperkuat citra kelam perusahaan otobus tersebut.
Munculnya Cerita Mistis Bus Hantu
Di tengah maraknya kecelakaan, mulai beredar cerita mistis dari mulut ke mulut. Salah satu kisah paling terkenal diungkapkan oleh Narti (59), mantan agen penjual tiket Bus Sumber Kencono, yang pernah diwawancarai media otomotif nasional.
Menurut Narti, cerita bus hantu Sumber Kencono paling sering terjadi pada perjalanan malam, sekitar pukul 00.00 WIB. Kisah yang beredar menyebutkan seorang pemuda yang ingin Surabaya dari Yogyakarta menunggu bus cukup lama menuju sebelum akhirnya naik armada Sumber Kencono yang datang tengah malam.
Namun, sejak awal perjalanan, suasana terasa janggal. Kondektur tidak datang menarik angkutan, dan para penumpang di dalam bus tampak diam dengan wajah kosong tanpa ekspresi.
Pemuda tersebut lalu duduk di bangku kosong di samping seorang penumpang yang terlihat terjaga, namun menatap lurus tanpa berkedip.
Sentuhan yang Menghilang
Merasa tidak nyaman, pemuda itu mencoba menyapa penumpang di sebelahnya dengan bahasa Jawa halus, menanyakan tujuan. Namun, tidak ada tanggapan. Setelah mencoba hingga tiga kali, ia menampar bahu penumpang tersebut.
Saat itulah kejadian aneh terjadi. Tangannya seolah menembus tubuh penumpang di sebelahnya. Kaget dan panik, pemuda tersebut berteriak dan langsung turun dari bus.
Sejak saat itu, cerita tentang bus hantu Sumber Kencono semakin menyebar luas di kalangan masyarakat.
Narti sendiri menegaskan bahwa cerita tersebut berkembang secara lisan dan tidak pernah bisa dibuktikan secara ilmiah. Namun, kisah ini tetap hidup sebagai bagian dari urban legenda dunia transportasi Indonesia.
Berganti Nama, Citra Masih Melekat
Seiring berjalannya waktu, perusahaan otobus Sumber Kencono melakukan rebranding. Armada barunya kini dikenal dengan nama Sumber Slamet, yang tergabung dalam Sumber Group bersama PO Sugeng Rahayu.
Meski namanya berubah, sebagian masyarakat menilai citra ugal-ugalan masih melekat hingga kini.
Kisah mistis Bus Sumber Kencono pun tetap dikenang sebagai cerita horor khas jalan raya Jawa, yang hidup di antara fakta kecelakaan dan imajinasi kolektif masyarakat.