Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Orang Bertapa 20 Tahun di Goa Pacet Mojokerto Bikin Merinding! Warga Nogosari Tak Berani Mengantar, Ini Fakta “Topo Pendem Bumi”

Natasha Eka Safrina • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:50 WIB

Orang bertapa 20 tahun di Goa Pacet Mojokerto viral! Warga takut mengantar, sosok disebut topo pendem bumi di atas air terjun.
Orang bertapa 20 tahun di Goa Pacet Mojokerto viral! Warga takut mengantar, sosok disebut topo pendem bumi di atas air terjun.

JAKARTA - Orang bertapa 20 tahun di Goa Pacet Mojokerto mendadak viral setelah sebuah video blusukan memperlihatkan lokasi pertapaan yang disebut sangat keramat dan angker di kawasan hutan Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Cerita ini makin bikin merinding karena warga lokal mengaku jarang ada yang berani mendekat, meski tempatnya berada di area yang sebenarnya menyimpan panorama alam yang indah.

Dalam tayangan tersebut, kreator konten mengawali perjalanan pada pagi hari dengan niat membuktikan informasi warga setempat. Lokasi yang dituju disebut berada di atas air terjun, tersembunyi di dalam hutan yang masih masuk wilayah Pacet. Informasi awal datang dari seorang pencari lebah madu liar yang mengaku melihat sosok manusia sedang bertapa di dalam goa, bahkan tubuhnya disebut sudah lumutan.

Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Jalur yang dilewati sempit, rimbun, dan minim akses. Di beberapa titik, tim blusukan harus membuka jalan sendiri karena semak dan ranting yang menutup jalur. Risiko pun cukup tinggi, karena di sisi jalur terdapat jurang terjal serta wilayah tersebut dikenal rawan ular besar.

Baca Juga: Roro Kembang Sore: Tokoh Sentral Geger Bonorogo, Saksi Pembunuhan Pangeran Majapahit hingga Misteri Makam di Tulungagung

Warga Lokal Menolak Mengantar: “Sangat Angker, Pak”

Sebelum masuk lebih dalam, rombongan sempat bertemu warga yang sedang mencari rumput. Saat dimintai keterangan, warga tersebut membenarkan kabar adanya orang bertapa di goa. Namun ketika diminta mengantar, ia menolak halus.

Alasannya jelas: ia mengaku tidak berani karena tempat tersebut “sangat angker”. Bahkan meski ia warga asli Desa Nogosari, ketakutan itu tetap ada. Menurutnya, warga sekitar pun jarang ada yang berani datang sampai ke titik goa pertapaan.

Situasi itu membuat tim blusukan melanjutkan perjalanan hanya berdua, menyusuri jalur hutan yang semakin rapat dan licin. Suara aliran sungai mulai terdengar, namun debit air terjun di lokasi tampak sedang kecil atau bahkan tidak mengalir deras.

Hutan Nogosari: Indah Tapi Penuh Aura Mistis

Di sepanjang perjalanan, kreator beberapa kali menyebut suasana hutan terasa berbeda. Di satu sisi, kawasan itu disebut seperti “surga tersembunyi” karena pemandangan alami yang masih asri. Namun di sisi lain, atmosfernya membuat bulu kuduk berdiri.

Mereka juga menemukan tanda-tanda aktivitas manusia berupa jejak jalur yang tampak baru dilalui. Ada pula temuan jamur kuping yang tumbuh di beberapa titik, menandakan kondisi hutan yang lembap dan subur.

Baca Juga: Misteri Bus Malam Bekasi–Bandung, Penumpang Hilang Terekam Kamera

Jejak tersebut akhirnya mempertemukan mereka dengan sepasang warga lokal yang sedang mencari lebah dan jamur. Dari sinilah cerita soal orang bertapa 20 tahun di Goa Pacet Mojokerto semakin jelas.

Bertemu Pak Salamun: Saksi yang Berani Mengantar ke Goa Pertapaan

Warga tersebut memperkenalkan diri sebagai Salamun, warga asli Desa Nogosari. Ia datang ke hutan bersama istrinya, Bu Sati, untuk mencari tawon (lebah) sekaligus jamur. Ketika ditanya soal keberadaan orang bertapa, Pak Salamun membenarkan informasi tersebut.

Ia menyebut sosok itu sudah bertahun-tahun berada di dalam goa, bahkan diperkirakan sudah sekitar 20 tahun. Yang mengejutkan, Pak Salamun menyatakan orang itu “masih ada sampai sekarang”.

Berbeda dengan warga sebelumnya, Pak Salamun bersedia mengantar tim menuju lokasi. Jalurnya tetap berbahaya karena di sisi kiri terdapat jurang curam, dan posisi goa berada dekat air terjun, tersembunyi di balik tebing.

Baca Juga: Reco Sewu Tulungagung Viral! Makam Pendiri Rokok Reco Pentung Dipenuhi Ribuan Arca, Ada “Paseban” hingga Pemujaan Ratu Kidul?

Fakta “Topo Pendem Bumi”: Tubuh Terkubur, Hanya Kepala yang Terlihat

Saat tiba di mulut goa, tim akhirnya melihat sosok yang dimaksud. Dalam video, terlihat bagian kepala seseorang dengan rambut panjang, sementara tubuhnya tampak terpendam tanah.

Kondisi tersebut oleh Pak Salamun disebut sebagai “topo pendem bumi”, yakni laku pertapaan ekstrem yang membuat tubuh seakan menyatu dengan tanah. Sosok itu disebut berlumut dan hanya tampak dari kejauhan.

Di dalam goa juga tampak benda yang menyala, yang oleh tim disebut seperti “pusaka” atau benda bertuah. Mereka menduga sosok tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Ketika ditanya apakah sosok itu masih hidup, Pak Salamun menjawab perkiraannya “hidup”, meski ia mengaku tidak pernah menyentuh atau mendekat terlalu dekat. Ia hanya melihat dari jarak aman.

Baca Juga: Industri Karoseri Bus Indonesia Mendunia! Ini 6 Negara yang Diam-diam Pakai Bus Buatan RI, dari Fiji sampai Arab Saudi

Ritual Ekstrem di Lereng Gunung Welirang, Warga Pilih Menjauh

Video ini juga menyoroti bagaimana masyarakat sekitar memandang lokasi tersebut. Banyak yang percaya goa pertapaan itu sangat angker, sehingga tidak sembarang orang berani masuk.

Bu Sati pun memilih tidak ikut masuk ke dalam goa karena takut. Tim blusukan akhirnya memutuskan keluar lebih cepat karena khawatir mengganggu pertapaan yang sedang dijalani sosok tersebut, apalagi cuaca mulai gerimis.

Lokasi ini disebut berada di kawasan lereng Gunung Welirang, dan keberadaan goa pertapaan di atas air terjun menjadi kombinasi unik antara wisata alam dan cerita mistis yang membuat banyak orang penasaran.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Desa Nogosari #goa