Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral Pak Mestu Mengaku Punya Istri Nyai Blorong di Probolinggo! Tinggal Sendiri di Hutan Sejak Umur 10, Ini Pengakuannya Bikin Merinding

Natasha Eka Safrina • Kamis, 29 Januari 2026 | 13:50 WIB

Pak Mestu mengaku punya istri Nyai Blorong di Probolinggo! Tinggal di hutan puluhan tahun, pengakuannya bikin merinding.
Pak Mestu mengaku punya istri Nyai Blorong di Probolinggo! Tinggal di hutan puluhan tahun, pengakuannya bikin merinding.

PROBOLINGGO - Kisah Pak Mestu mengaku punya istri Nyai Blorong di Probolinggo mendadak ramai dibicarakan setelah sebuah video blusukan memperlihatkan kehidupan seorang pria paruh baya yang memilih tinggal sendirian di tengah hutan. Sosok yang ditemui di kawasan lereng Gunung Tugel dan Gunung Penawungan itu mengaku sudah puluhan tahun hidup jauh dari keramaian, bahkan sejak usia 10 tahun.

Cerita Pak Mestu mengaku punya istri Nyai Blorong di Probolinggo ini berawal dari informasi warga yang ditemui kreator konten saat singgah di warung kopi. Mereka menyebut ada seorang laki-laki tua yang tinggal seorang diri di dekat aliran sungai, jauh di dalam hutan wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Rasa penasaran pun membawa tim menelusuri jalan setapak yang diapit sungai di sisi kiri dan ladang perkebunan warga di sisi kanan.

Di sepanjang perjalanan, pemandangan yang terlihat justru menegaskan bahwa kawasan tersebut subur. Kebun warga dipenuhi tanaman kopi, pisang, hingga durian. Jalur menuju lokasi pun disebut cukup mudah diikuti karena ada patokan percabangan terakhir dan bekas longsoran yang dikenal warga sekitar.

Baca Juga: Reco Sewu Tulungagung Viral! Makam Pendiri Rokok Reco Pentung Dipenuhi Ribuan Arca, Ada “Paseban” hingga Pemujaan Ratu Kidul?

Menyeberang Sungai Demi Sampai ke Gubuk Tengah Hutan

Menjelang sore, sekitar pukul 16.00 WIB, tim akhirnya melihat sebuah gubuk yang diduga sebagai tempat tinggal pria tersebut. Namun untuk mencapainya, mereka harus menyeberangi sungai tanpa jembatan. Kondisi bebatuan yang licin membuat perjalanan semakin menantang.

Setelah melewati sungai, tampak beberapa tanda kehidupan sederhana: perapian, kandang ayam, serta tanaman cengkeh. Namun kandang ayam terlihat kosong. Kreator konten kemudian menyapa penghuni gubuk dengan sopan dan memperkenalkan diri.

Pria itu memperkenalkan namanya sebagai Pak Mestu. Ia mengaku berusia 60 tahun dan tinggal sendirian. Menurut pengakuannya, ia sudah berada di kawasan hutan tersebut sejak umur 10 tahun, awalnya mengikuti orang tua. Namun kini kedua orang tuanya sudah meninggal dan dimakamkan tidak jauh dari lokasi.

Baca Juga: Kisah Horor Gunung Lawu: Pendaki Wanita Tak Sadar Summit Bersama Sosok Teguh, Ternyata Sudah Meninggal Dunia

Kebun Durian Luas, Tapi Hidup Tetap Sederhana

Pak Mestu menyebut kebun di sekitar gubuk adalah miliknya. Ia menanam berbagai tanaman seperti durian, rambutan, singkong, kunyit, laos, hingga serai. Meski kebunnya luas, kehidupan yang dijalani tetap sederhana. Ia mengaku belanja kebutuhan pokok seperti beras ke kampung terdekat, biasanya seminggu sekali, lalu memasak sendiri.

Untuk penerangan malam hari, Pak Mestu awalnya memakai lampu tenaga surya. Namun perangkat itu disebut rusak atau konslet, sehingga ia kini mengandalkan senter dan bantuan lampu kecil.

Soal ternak, ia pernah memelihara banyak ayam. Namun ayam-ayam itu hilang saat ia pergi mencari kayu bakar. Pak Mestu menduga ayamnya dimakan “garangan” atau musang. Sejak itu kandang hanya tersisa sebagai bangunan kosong.

Pengakuan Mistis: “Di Sini Banyak Makhluk Halus”

Ketika ditanya apakah pernah mengalami gangguan makhluk halus, Pak Mestu menjawab lugas. Ia menyebut di kawasan hutan itu banyak sekali penampakan, mulai dari yang disebut “genderuwo” hingga berbagai makhluk gaib lain.

Ia mengaku sudah terbiasa dan memilih tenang, karena hidup di tengah hutan membuatnya akrab dengan suasana yang bagi sebagian orang terasa menyeramkan. Bahkan ketika ditanya soal hewan buas, Pak Mestu menyebut ada banyak monyet, celeng, hingga macan. Namun ia menegaskan tidak pernah diserang.

Baca Juga: Industri Karoseri Bus Indonesia Mendunia! Ini 6 Negara yang Diam-diam Pakai Bus Buatan RI, dari Fiji sampai Arab Saudi

Pak Mestu Mengaku Punya Istri Nyai Blorong di Probolinggo

Bagian paling mengejutkan terjadi saat kreator konten menanyakan status pernikahan. Pak Mestu menyebut dirinya belum pernah menikah dan tidak akan menikah. Namun ia juga mengaku sebenarnya sudah memiliki istri.

Ia lalu membawa tim ke sebuah sumber mata air di area kebun. Di lokasi itu terlihat ada dupa yang disebutnya biasa digunakan. Di sanalah Pak Mestu mengaku istrinya adalah makhluk gaib yang wujudnya seperti manusia, tetapi berbadan ular.

Ia menyebut sosok itu dikenal orang sebagai Nyai Blorong.

Pengakuan tersebut makin membuat suasana tegang ketika Pak Mestu mengatakan ia sering bertemu istrinya di tempat itu. Ia bahkan mengklaim setiap malam tidur bersama dan menjalani kehidupan layaknya pasangan suami istri.

Kreator konten yang mendengar cerita itu tampak ketakutan dan memilih mengajak kembali ke gubuk untuk melanjutkan obrolan.

Baca Juga: Industri Karoseri Bus Indonesia Mendunia! Ini 6 Negara yang Diam-diam Pakai Bus Buatan RI, dari Fiji sampai Arab Saudi

Ditawari Kekayaan, Tapi Mengaku Memilih Cinta

Dalam percakapan lanjutan, Pak Mestu mengaku pernah ditawari kekayaan oleh sosok yang ia sebut istrinya. Namun ia mengklaim menolak dan memilih tetap hidup sederhana karena yang ia cari adalah cinta dan kebersamaan.

Ia juga mengaku akan merasa sangat sedih dan kesepian jika ditinggal, sampai pernah menangis dan melamun. Meski kisahnya sulit diterima akal sehat, pengakuan itu menjadi alasan mengapa video tersebut cepat menarik perhatian warganet.

Di akhir kunjungan, kreator konten berpamitan dan mendoakan Pak Mestu sehat serta panjang umur. Lokasi tempat tinggal Pak Mestu disebut berada di lembah kawasan Probolinggo, dengan latar Gunung Tugel dan Gunung Penawungan yang terlihat dari kejauhan.

Editor : Natasha Eka Safrina
#kisah mistis #nyi blorong