Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fakta Sebenarnya Kuburan Ngujang Terungkap: Bukan Pesugihan, Juru Kunci Buka Asal-usul Kera dan Mitos Sunan Kalijaga

Dyah Wulandari • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:35 WIB

Fakta Kuburan Ngujang akhirnya terungkap. Juru kunci bantah pesugihan, jelaskan asal-usul kera dan mitos Sunan Kalijaga
Fakta Kuburan Ngujang akhirnya terungkap. Juru kunci bantah pesugihan, jelaskan asal-usul kera dan mitos Sunan Kalijaga

JAKARTA - Kuburan Ngujang selama ini dikenal publik sebagai lokasi angker yang kerap dikaitkan dengan praktik pesugihan dan pencarian kekayaan instan. Nama besar Kuburan Ngujang bahkan melekat kuat sebagai salah satu makam paling misterius di Jawa Timur. Namun di balik stigma mistis itu, tersimpan fakta sejarah dan cerita panjang yang jarang diketahui masyarakat luas.

Melalui kanal YouTube Lorong Zaman, misteri Kuburan Ngujang dikupas langsung bersama juru kunci setempat yang telah mengabdikan diri selama 24 tahun. Ia menegaskan, banyak cerita yang beredar di masyarakat telah mengalami distorsi, bahkan sengaja dibelokkan demi sensasi.

Asal-usul Nama Desa dan Kuburan Ngujang

Menurut juru kunci, Ngujang sejatinya adalah nama desa, bukan sekadar sebutan makam. Kata “Ngujang” diyakini berasal dari dua suku kata, yakni ngu dan jang, yang dalam versi tertentu diartikan sebagai tempat wejangan atau pawejangan.

Baca Juga: Ribuan Peserta Meriahkan Bank Tulungagung Runiversary, Sekaligus Jadi Puncak HUT Ke-32

Ada pula versi lain yang menyebut nama ini muncul dari suara-suara aneh seperti “nguk-ngak” atau “ker-jang” yang konon terdengar saat Sunan Kalijaga menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Cerita ini kemudian berkembang menjadi legenda turun-temurun di masyarakat.

Misteri Kera: Jelmaan atau Satwa Biasa?

Salah satu daya tarik utama Kuburan Ngujang adalah keberadaan ratusan kera yang bebas berkeliaran di area makam. Banyak orang meyakini kera-kera tersebut merupakan jelmaan santri atau santriwati yang terkena sabda Sunan Kalijaga.

Baca Juga: HUT Ke-18 Partai Gerindra, DPC Gerindra Tulungagung Perkuat Soliditas dan Konsolidasi Kader

Namun juru kunci dengan tegas membantah anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kera di Ngujang adalah satwa biasa, bukan makhluk gaib. Keberadaan mereka sudah ada jauh sebelum desa ini berkembang, bahkan wilayah tersebut sejak lama memang menjadi habitat alami kera.

“Kera di sini sifatnya berkelompok dan berpindah-pindah. Kadang terlihat banyak, kadang sepi. Bukan hilang, tapi berpindah tempat,” jelasnya.

Makam, Punden, dan Kesalahpahaman Publik

Fakta penting lainnya, tidak semua area yang dianggap makam di Kuburan Ngujang benar-benar berisi jasad. Sebagian lokasi merupakan punden atau tempat yang disakralkan sejak ratusan tahun lalu.

Baca Juga: IKA Unair Tulungagung dan Komunitas Peduli Lingkungan Hijaukan Bukit Dondong di Tanggunggunung, Berharap Masyarakat Turut Menjaga

Nama-nama seperti Eyang Roro Kidul atau Den Ayu Sri Sundari kerap dikaitkan dengan makam tersebut. Namun menurut juru kunci, banyak informasi yang sengaja dibuat tanpa dasar sejarah yang jelas. Bahkan klaim adanya sumur keramat atau makam tokoh agama tertentu disebutnya sebagai cerita bohong yang dibenarkan berulang kali.

“Tidak ada sumur keramat, tidak ada makam putri Sunan Kalijaga di sini. Itu ulah orang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Kenapa Kuburan Ngujang Terkenal Pesugihan?

Label pesugihan yang melekat pada Kuburan Ngujang ternyata lebih disebabkan oleh motif pengunjungnya sendiri. Menurut juru kunci, mayoritas orang datang dengan harapan cepat kaya, bukan untuk berdoa atau berziarah secara tulus.

Baca Juga: BMKG Ungkap Ancaman Gempa Megathrust Selat Sunda: Jangan Tunggu Sirene, Warga Pesisir Diminta Paham Aturan 20-20-20

Padahal, ajaran yang selalu ditekankan justru soal kesabaran, keikhlasan, dan kesungguhan. Ia menyebut, berkah rezeki tidak datang secara instan, melainkan melalui usaha dan kerja keras yang dibarengi doa.

“Orang ke sini maunya kaya, tidak ada yang mau miskin. Tapi berkah itu datang kalau dijalani dengan ikhlas dan sabar,” ujarnya.

Pengalaman Mistis Juru Kunci

Selama 24 tahun menjaga Kuburan Ngujang, sang juru kunci mengaku sering mengalami kejadian mistis. Mulai dari orang kesurupan, hingga pengunjung yang mengaku mendapat petunjuk spiritual. Namun semua itu dianggapnya sebagai hal wajar, selama tidak melenceng dari nilai kebaikan.

Baca Juga: Epstein Files Terbesar Dirilis AS: Jutaan Dokumen Seret Nama Elite Dunia, Dari Politisi hingga Selebriti Global

Ia juga menegaskan tidak pernah mematok tarif atau meminta sumbangan. Prinsip yang dipegangnya sederhana: jika ada yang memberi, diterima dengan ikhlas, jika tidak, tidak pernah diminta.

Editor : Dyah Wulandari
#sunan kalijaga #makam angker #Kuburan Ngujang #mitos pesugihan #pesugihan kera Ngujang