JAKARTA - Ramalan bencana 2026 kembali menjadi perbincangan publik setelah sebuah tayangan YouTube menampilkan pengakuan seorang paranormal yang memprediksi serangkaian musibah besar di Indonesia. Mulai dari gunung meletus, banjir besar, kebakaran hebat, hingga ancaman wabah penyakit misterius disebut berpotensi terjadi pada 2026.
Dalam tayangan tersebut, ramalan bencana 2026 disebut akan mulai terasa sejak Agustus. Sang paranormal mengaku melihat visual gunung meletus disertai lahar api dan banjir deras. Bahkan, ia menyebut adanya korban hanyut serta tangisan warga yang kehilangan harta dan keluarga.
Daerah yang disinggung antara lain Banten, khususnya Pandeglang dan Serang, serta wilayah Sulawesi. Ia juga mengaitkan potensi gempa akibat aktivitas gunung bawah laut yang disebut dapat memicu kenaikan air laut.
Prediksi Gunung Meletus dan Banjir Besar
Dalam penuturannya, ia menggambarkan letusan gunung yang diikuti aliran air deras bukan dari laut, melainkan banjir besar dari daratan. Visual yang disebutkan antara lain perempuan menggendong anak menangis dan seorang pria hanyut terbawa arus.
Menurutnya, jika tidak ada perbaikan dalam pengelolaan lingkungan, bencana seperti banjir, longsor, tanah retak, hingga air laut naik ke daratan bisa saja terjadi. Ia menekankan bahwa kelalaian manusia terhadap alam menjadi pemicu utama.
“Air itu mengalir sesuai kodratnya. Kalau jalurnya ditutup, dia akan mencari jalan sendiri,” ujarnya dalam tayangan tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan pembangunan, khususnya sistem drainase dan pembuangan air, agar tidak memicu banjir di kemudian hari.
Ancaman Kebakaran dan Dugaan Sabotase
Selain bencana alam, ramalan bencana 2026 juga menyebut potensi kebakaran besar yang diklaim mengandung unsur sabotase. Kebakaran tersebut disebut berpotensi menimbulkan banyak korban, meski tidak sampai ratusan orang.
Ia menggambarkan asap tebal menyulitkan proses evakuasi, bahkan menyebut korban didominasi perempuan. Namun, ia menegaskan bahwa penglihatannya bisa saja meleset dari sisi waktu.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung kemungkinan kecelakaan udara non-komersial serta insiden kapal terbalik. Meski demikian, ia berharap prediksi tersebut tidak benar-benar terjadi.
Cuaca Ekstrem dan Wabah Penyakit Misterius
Ramalan lain yang cukup mengkhawatirkan adalah cuaca ekstrem sepanjang 2026 yang disertai ancaman wabah penyakit. Ia menyebut penyakit tersebut menyerang saraf kepala, dengan gejala mirip flu atau demam, tetapi rasa sakitnya jauh lebih parah.
Baca Juga: 9 Makam Keramat di Tulungagung yang Paling Diziarahi, dari Gunung Budek hingga Pantai Popoh
Menurutnya, penyakit ini tidak terdeteksi secara medis dan tidak memiliki vaksin seperti COVID-19. Ia juga menyebut adanya unsur radiasi, meski tanpa penjelasan ilmiah lebih lanjut.
Di sisi lain, ia tetap menyampaikan harapan bahwa 2026 tidak akan separah 2025 dalam hal jumlah bencana. “Insyaallah tidak sebanyak 2025,” ujarnya.
Seruan Waspada dan Peran BMKG
Meski menyampaikan sejumlah prediksi, ia mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap takabur dan tetap waspada terhadap peringatan resmi dari lembaga berwenang seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca Juga: Makam Syekh Basyaruddin Tulungagung Ramai Diziarahi, Ini Kisah Dakwah dan Karomahnya di Bumi Ngrowo
Ia menegaskan bahwa peringatan cuaca dan potensi bencana sebaiknya diantisipasi dengan bijak, bukan diabaikan. Menurutnya, kewaspadaan bisa dilakukan tanpa harus panik atau memaksakan keadaan, terutama dalam aktivitas penerbangan dan pelayaran.
Dalam tayangan tersebut, ia juga menyinggung isu sosial dan politik, termasuk potensi skandal pejabat hingga perceraian artis senior. Namun, fokus utama tetap pada kondisi alam yang disebut “sedang sakit” akibat eksploitasi berlebihan.
Ia menyerukan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan melalui perawatan hutan, sungai, serta pengelolaan sampah yang lebih baik. Pembangunan, katanya, perlu diimbangi dengan upaya pelestarian alam.
Hingga kini, prediksi tersebut belum memiliki dasar ilmiah dan belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai potensi bencana spesifik pada 2026. Publik diimbau tetap mengacu pada informasi resmi dari lembaga pemerintah serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem dan bencana alam.
Terlepas dari benar atau tidaknya ramalan bencana 2026 tersebut, pesan utama yang mengemuka adalah pentingnya kewaspadaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan tidak meremehkan tanda-tanda alam.
Editor : Dyah Wulandari