Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jangan Sampai Rugi Rp2 Juta! Ini 3 Tips Menyimpan Logam Mulia Antam Agar Kemasan iPress Tak Rusak dan Harga Tetap Tinggi

Ayu Dhea Cheryl • Senin, 23 Februari 2026 | 11:39 WIB

Kemasan logam mulia Antam yang retak atau lembek bisa membuat harga turun hingga Rp2 juta per keping. Simpan di kotak khusus dan hindari tekanan agar tetap bernilai maksimal saat dijual kembali.
Kemasan logam mulia Antam yang retak atau lembek bisa membuat harga turun hingga Rp2 juta per keping. Simpan di kotak khusus dan hindari tekanan agar tetap bernilai maksimal saat dijual kembali.

Banyak investor pemula rajin membeli logam mulia Antam, tetapi belum memahami cara menyimpannya dengan benar. Padahal, kesalahan kecil dalam menjaga kemasan bisa membuat harga jual turun drastis. Bahkan, selisihnya bisa mencapai Rp2 juta hanya karena packaging rusak.

Masalah kemasan logam mulia Antam khususnya tipe CertiCard iPress kerap dianggap sepele. Banyak pembeli fokus pada kadar dan berat emas, namun lupa bahwa kondisi fisik kemasan sangat menentukan nilai saat buyback. Jika retak, pecah, atau lembek, harga bisa anjlok ke harga dasar emas saja.

Fenomena ini semakin sering terjadi di pasaran. Beberapa toko emas mengaku kerap menerima logam mulia Antam dengan kemasan rusak akibat salah penyimpanan. Akibatnya, pemilik emas harus rela menerima harga lebih rendah dibanding kemasan mulus.

Baca juga:Kenapa Kemasan Logam Mulia Antam Sangat Penting?

Kemasan CertiCard iPress pada emas Antam bukan sekadar pelindung. Teknologi ini dirancang keras dan tidak mudah dibuka untuk mencegah pemalsuan. Jika kemasan lembek atau terbuka, muncul kecurigaan bahwa emas pernah diganti atau dimanipulasi.

Inilah alasan mengapa toko emas membedakan harga antara kemasan mulus dan rusak. Untuk ukuran 10 gram misalnya, harga buyback kemasan bagus bisa mencapai Rp29,3 juta. Namun jika rusak, nilainya turun ke kisaran Rp27,3 juta. Selisih Rp2 juta per keping tentu bukan angka kecil.

Perlu dipahami, saat kemasan rusak, toko biasanya hanya menghitung nilai emasnya saja, bukan nilai jual kembali sebagai produk resmi bersertifikat.

Baca juga:Tips Pertama: Teliti Saat Membeli

Kesalahan sering terjadi sejak awal transaksi. Jika membeli bukan di butik resmi, pembeli wajib ekstra hati-hati. Pastikan kemasan benar-benar mulus sebelum melakukan pembayaran.

Pertama, lakukan scan barcode dan cocokan nomor seri melalui aplikasi resmi. Kedua, periksa fisik kemasan dengan memiringkannya di bawah cahaya. Retakan halus sering kali sulit terlihat jika tidak dicek secara detail.

Bagian paling rawan retak biasanya di sisi plastik bening tempat emas terlihat. Selain itu, tekan keempat sudut kemasan. CertiCard asli yang belum pernah dibuka akan terasa keras. Jika terasa lembek dan bisa terbuka sedikit dengan kuku, patut dicurigai.

Semakin mulus kondisi awalnya, semakin tinggi pula peluang mendapatkan harga terbaik saat dijual kembali.

Baca juga:Tips Kedua: Hindari Album dan Dompet Sempit

Banyak orang menyimpan emas di album koleksi atau dompet kecil. Padahal, kebiasaan ini justru berisiko merusak sudut kemasan.

Album membuat kemasan tertekan, apalagi jika sering dibuka-tutup. Gesekan dan tekanan berulang dapat menyebabkan retak halus hingga lembek di bagian tepi.

Begitu pula dengan dompet sempit. Menumpuk beberapa keping dalam ruang kecil membuat sudut saling menekan. Akibatnya, retak tak terhindarkan.

Solusi terbaik adalah menyimpannya dalam kotak khusus. Lapisi terlebih dahulu dengan plastik bening tambahan agar tidak mudah tergores. Susun rapi tanpa tekanan berlebih agar kemasan tetap keras dan utuh.

Baca juga:Tips Ketiga: Jangan Sembarangan Menggadaikan

Risiko lain datang saat emas dititipkan atau digadaikan. Jika tempat penitipan tidak memahami cara handling yang benar, kemasan bisa jatuh, tertindih, bahkan terbuka.

Karena itu, pilih lembaga gadai atau toko emas yang kredibel. Tempat terpercaya tentu menjaga reputasi dan tidak akan merusak barang pelanggan.

Menitipkan pada pihak yang tidak profesional justru berisiko membuat nilai emas turun tanpa disadari.

Baca juga:Kemasan Rusak, Harga Ikut Turun

Perlu digarisbawahi, bukan berarti toko emas “memurahkan” emas rusak. Namun secara bisnis, kemasan mulus memiliki nilai jual kembali lebih tinggi karena masih bisa dipasarkan sebagai produk resmi.

Jika kemasan rusak, emas tetap asli, tetapi nilainya sebatas kandungan emasnya saja. Artinya, pemilik tidak bisa berharap harga setara dengan kemasan sempurna.

Karena itu, pembeli harus cermat sejak awal. Jangan membayar harga premium untuk kemasan yang sudah bermasalah. Begitu pula saat menjual, sesuaikan ekspektasi dengan kondisi fisik emas.

Kesimpulannya, menjaga kemasan logam mulia Antam sama pentingnya dengan menjaga emas itu sendiri. Selisih jutaan rupiah hanya ditentukan oleh kondisi plastik pelindung. Jadi, sebelum membeli dan menyimpan, pastikan Anda sudah memahami cara merawatnya dengan benar agar investasi tetap aman dan maksimal.

Editor : Ayu Dhea Cheryl
#logam mulia Antam #Harga Buyback Emas #kemasan iPress #CertiCard Antam #tips menyimpan emas