RADAR TULUNGAGUNG- Perseteruan Nikita Mirzani vs Reza Gladis kembali memanas. Alih-alih mereda, konflik hukum keduanya justru memasuki babak baru yang semakin kompleks. Agenda sidang gugatan perdata yang digelar pekan ini terpaksa ditunda setelah pihak penggugat, Nikita Mirzani, tidak hadir di persidangan.
Dalam perkembangan terbaru kasus Nikita Mirzani vs Reza Gladis, penundaan sidang menjadi sorotan utama. Tim kuasa hukum Nikita mengajukan permohonan penundaan hingga 10 Februari mendatang dengan alasan membutuhkan waktu tambahan untuk merapikan dan menyusun daftar alat bukti yang jumlahnya cukup banyak.
Situasi ini langsung memantik reaksi keras dari kubu Reza Gladis. Mereka menilai ketidakhadiran Nikita sebagai bentuk ketidaksiapan sekaligus sikap tidak serius dalam menjalankan gugatan yang diajukan sendiri. Drama hukum Nikita Mirzani vs Reza Gladis pun semakin menyita perhatian publik.
Sidang Ditunda karena Bukti Menumpuk
Kuasa hukum Nikita menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan penundaan jauh hari sebelum agenda sidang. Agenda persidangan kali ini sejatinya adalah penyerahan daftar bukti surat dari pihak penggugat.
Menurut mereka, dokumen yang akan diajukan sangat banyak, termasuk sejumlah bukti yang sebelumnya telah diperiksa dalam perkara pidana terkait. Karena itu, diperlukan waktu tambahan untuk menyusun dan mengelompokkan dokumen secara sistematis agar dapat meyakinkan majelis hakim.
“Daftar bukti cukup banyak. Kami butuh waktu untuk melakukan legalisasi dan penyusunan secara struktur dan sistematis,” ujar kuasa hukum Nikita.
Majelis hakim akhirnya mengabulkan permohonan tersebut dan menjadwalkan ulang sidang pada 10 Februari. Meski demikian, suasana di luar ruang sidang justru semakin panas.
Sindiran Pedas Kubu Reza Gladis
Pihak Reza Gladis tak tinggal diam. Mereka secara terbuka menyayangkan absennya Nikita dalam agenda penting tersebut. Bahkan, kubu tergugat menyebut sikap itu sebagai bentuk tidak adanya itikad baik.
Menurut tim hukum Reza, sebagai penggugat seharusnya Nikita memiliki atensi paling besar untuk membuktikan dalil gugatannya. Ketidakhadiran dalam sidang offline dinilai sebagai tindakan yang tidak konsisten.
Mereka juga menyoroti beberapa agenda sidang sebelumnya yang dianggap tidak dikuasai dengan baik oleh pihak penggugat. Sindiran demi sindiran pun terlontar, membuat konflik personal dan hukum kian melebar.
Bagi kubu Reza, proses hukum seharusnya dijalankan dengan disiplin dan tanggung jawab. Mereka berharap majelis hakim dapat menilai sikap tersebut dalam pertimbangan putusan nanti.
Baca Juga: Siapa Pewaris Sejati Majapahit? Jejak Warisan Majapahit di Kerajaan Islam Jawa Bongkar Mitos Bali
Gugatan Balik Ratusan Miliar
Babak baru dalam sengketa Nikita Mirzani vs Reza Gladis muncul ketika pihak Reza resmi mengajukan gugatan balik atau rekonvensi. Nilai gugatan tersebut sempat disebut mencapai Rp504 miliar.
Namun, kubu Nikita mengungkap adanya perbedaan angka dalam dokumen resmi rekonvensi. Setelah diteliti, nilai gugatan balik yang tercantum sebesar Rp384,64 miliar. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp119,36 miliar dari pernyataan awal yang disampaikan ke publik.
Kuasa hukum Nikita menilai perbedaan tersebut menunjukkan inkonsistensi. Mereka mempertanyakan mengapa angka yang disampaikan sebelumnya berbeda dengan yang diajukan dalam dokumen resmi pengadilan.
“Kalau sudah menyampaikan nilai ke publik, sebaiknya konsisten dalam gugatan rekonvensi,” tegas pihak Nikita.
Isu selisih nominal gugatan ini pun menjadi bahan perbincangan hangat dan semakin mempertebal tensi perseteruan dua figur publik tersebut.
Baca Juga: Asal Usul Banyuwangi: Kisah Tragis Raden Banterang dan Putri Surati yang Berakhir di Telaga Wangi
Optimisme Nikita Hadapi Kasasi
Di tengah polemik sidang perdata dan gugatan balik, Nikita Mirzani tetap menunjukkan sikap percaya diri. Melalui kuasa hukumnya, ia mengaku optimistis terhadap proses hukum lain yang sedang berjalan, termasuk upaya kasasi.
Tim hukum menyatakan telah menyusun argumentasi hukum dalam memori kasasi secara komprehensif. Mereka yakin Mahkamah Agung akan mengoreksi pertimbangan hukum di tingkat sebelumnya.
“Kami optimistis. Argumentasi hukum yang kami tuangkan meyakinkan bahwa hasilnya akan baik,” ujar kuasa hukum Nikita.
Optimisme tersebut menjadi penegasan bahwa Nikita tidak merasa gentar menghadapi berbagai serangan hukum, baik dalam perkara perdata maupun proses kasasi yang tengah bergulir.
Kini, publik menanti kelanjutan sidang pada 10 Februari. Akankah Nikita hadir langsung di persidangan? Ataukah drama penundaan kembali terjadi? Yang jelas, konflik Nikita Mirzani vs Reza Gladis masih jauh dari kata usai dan dipastikan terus menjadi sorotan.