Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Peringatan Dini BMKG 31 Januari 2023: 29 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang, DKI Jakarta hingga Jawa Timur Waspada!

Ingge Nayla Ayu Karina • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:50 WIB

Peringatan dini BMKG 31 Januari 2023: 29 wilayah berpotensi hujan lebat, petir, dan angin kencang. Simak daftarnya.
Peringatan dini BMKG 31 Januari 2023: 29 wilayah berpotensi hujan lebat, petir, dan angin kencang. Simak daftarnya.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Peringatan dini BMKG kembali dikeluarkan untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa, 31 Januari 2023. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di berbagai daerah.

Baca Juga: Peringatan Dini Hujan Lebat BMKG 4–5 Maret 2026, Jawa Timur hingga DKI Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem!

Dalam peringatan dini BMKG tersebut, sedikitnya 29 wilayah masuk daftar potensi hujan lebat dan angin kencang. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi.

 

Peringatan dini BMKG ini menjadi perhatian serius, terutama bagi daerah dengan riwayat bencana hidrometeorologi. Intensitas hujan tinggi yang disertai petir dan angin kencang berpotensi memicu gangguan aktivitas masyarakat.

 

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

 

BMKG menyebut sejumlah provinsi yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Wilayah tersebut meliputi:

Aceh

Bengkulu

Jambi

Sumatera Selatan

Kepulauan Bangka Belitung

Lampung

Banten

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI Yogyakarta

Jawa Timur

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Utara

Kalimantan Timur

Kalimantan Selatan

Sulawesi Utara

Gorontalo

Sulawesi Tengah

DKI Jakarta

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Maluku Utara

Maluku

Papua Barat

Papua

Selain itu, terdapat wilayah yang berpotensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang dengan intensitas lebih ringan, yakni Sulawesi Barat, Kepulauan Riau, serta DKI Jakarta.

 

Potensi Dampak Cuaca Ekstrem

 

Cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang berpotensi menimbulkan sejumlah dampak. Di wilayah perkotaan, genangan hingga banjir menjadi ancaman utama, terutama jika sistem drainase tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis.

 

Sementara di wilayah perbukitan dan pegunungan, risiko tanah longsor perlu diwaspadai. Angin kencang juga dapat menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan.

Baca Juga: Update Cuaca BMKG 5 Maret 2026: Bibit Siklon 90S Muncul di Selatan Jawa Timur, Hujan Lebat Diprediksi Guyur Banyak Wilayah

BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi resmi terkait perkembangan cuaca melalui kanal komunikasi yang tersedia. Informasi prakiraan cuaca harian dan peringatan dini diperbarui secara berkala untuk mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer.

 

Imbauan untuk Masyarakat

 

Menghadapi peringatan dini BMKG, masyarakat disarankan untuk:

 

1. Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir.

 

 

2. Tidak berteduh di bawah pohon atau dekat tiang listrik saat terjadi badai petir.

 

 

3. Memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat.

 

 

4. Mengamankan barang-barang yang mudah terbawa angin.

 

 

5. Mengikuti arahan pemerintah daerah setempat terkait potensi bencana.

 

 

 

Bagi pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan roda empat, diharapkan meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang bisa berkurang drastis saat hujan deras.

 

Pentingnya Kesiapsiagaan

 

Cuaca ekstrem di awal tahun kerap terjadi akibat dinamika atmosfer yang masih aktif. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kerugian maupun korban jiwa.

 

Peringatan dini BMKG bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan sebagai langkah antisipatif agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi cuaca buruk. Dengan kewaspadaan dan koordinasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah daerah, dampak cuaca ekstrem diharapkan dapat ditekan.

 

Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi dalam memperoleh informasi cuaca terkini.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#hujan lebat #angin kencang #prakiraan cuaca #Peringatan Dini BMKG #cuaca ekstrem