RADAR TULUNGAGUNG - BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem 5 Maret 2026 menyusul potensi hujan lebat hingga sangat lebat di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini dipicu oleh aktivitas tiga bibit siklon tropis yang terpantau aktif di sekitar perairan Indonesia.
Dalam rilis resminya, BMKG menyebut cuaca ekstrem 5 Maret 2026 berpotensi terjadi akibat kombinasi dinamika atmosfer yang kompleks. Tiga bibit siklon tropis masing-masing terdeteksi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur (90S), perairan barat Australia (93S), dan Teluk Karpentaria (92P).
Akibat pengaruh tiga sistem tersebut, terbentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara. Dampaknya, pertumbuhan awan hujan meningkat signifikan dan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Tiga Bibit Siklon Tropis Jadi Pemicu
BMKG menjelaskan, bibit siklon tropis 90S terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Sementara bibit siklon 93S berada di perairan barat Australia dan 92P terdeteksi di Teluk Karpentaria.
Keberadaan tiga bibit siklon tropis secara bersamaan memperkuat suplai massa udara basah serta meningkatkan kecepatan angin di sejumlah wilayah. Pola ini memicu terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menurunkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Kondisi tersebut membuat sejumlah provinsi masuk dalam kategori waspada hujan lebat hingga sangat lebat.
Daftar Wilayah Waspada Hujan Lebat
Berdasarkan peringatan cuaca ekstrem 5 Maret 2026 dari BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Selain itu, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT) juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Untuk prakiraan cuaca di kota-kota besar Indonesia bagian barat, hujan disertai petir diprediksi terjadi di Bengkulu dan Pangkalpinang. Hujan intensitas sedang diperkirakan mengguyur Semarang, sementara Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Palangkaraya berpotensi mengalami hujan ringan.
Di wilayah Indonesia bagian timur, hujan sedang diprakirakan terjadi di Mataram, Manado, Kendari, dan Merauke. Adapun Denpasar, Makassar, Kupang, hingga Jayapura diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan.
Potensi Dampak Hidrometeorologi
BMKG mengingatkan bahwa cuaca ekstrem 5 Maret 2026 berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Dampak yang mungkin terjadi antara lain genangan, banjir, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan sistem drainase yang kurang optimal.
Selain itu, angin kencang yang menyertai hujan lebat berisiko menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan pada bangunan yang sudah rapuh. Gangguan transportasi darat maupun udara juga dapat terjadi apabila intensitas hujan meningkat dalam waktu singkat.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta lebih berhati-hati, terutama saat terjadi hujan disertai kilat atau petir.
Imbauan Resmi BMKG
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Warga juga diminta tidak berteduh di bawah pohon maupun dekat bangunan yang sudah tidak kokoh.
Masyarakat di daerah rawan longsor dan banjir diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memahami jalur evakuasi apabila kondisi memburuk.
BMKG juga meminta publik rutin memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi seperti situs web bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, serta aplikasi Info BMKG. Informasi terkini sangat penting karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat.
Dengan adanya tiga bibit siklon tropis aktif sekaligus, potensi cuaca ekstrem masih dapat berkembang dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapan menghadapi perubahan cuaca menjadi kunci untuk meminimalkan risiko.
BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca secara berkala sesuai perkembangan dinamika atmosfer.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina