RADAR TULUNGAGUNG - Pilihan menu berbuka puasa memang beragam. Namun, tak sedikit masyarakat Indonesia yang meyakini bahwa berbuka dengan makanan atau minuman manis dapat membantu mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Tak heran jika aneka minuman dingin bercita rasa manis selalu menjadi primadona saat waktu magrib tiba.
Salah satu yang kerap hadir di meja berbuka adalah es teler. Perpaduan buah segar, santan, dan sirup membuat minuman ini terasa menyegarkan sekaligus mengenyangkan.
Namun di balik kesegarannya, kandungan gizi dalam satu gelas es teler juga perlu diperhatikan.
Ahli gizi sekaligus Kepala Instalasi Gizi RSUD dr Iskak Tulungagung, Ratih Puspitaningtyas, menjelaskan bahwa satu gelas es teler dengan komposisi alpukat dan buah naga ukuran sekitar 250–300 mililiter mengandung energi yang cukup tinggi.
“Dalam satu porsi tersebut, energinya sekitar 400 kilokalori (kkal). Kemudian, protein 4,5 gram, lemak 10 gram, dan karbohidrat 77,4 gram,” jelasnya.
Menurut Ratih, kandungan karbohidrat yang cukup besar berasal dari campuran buah serta tambahan gula atau sirup. Sementara lemak umumnya bersumber dari santan dan alpukat.
Dia menuturkan, asupan energi sebesar 400 kkal dalam satu gelas minuman tentu cukup signifikan, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan menu utama berbuka.
Karena itu, masyarakat disarankan tetap bijak dalam mengatur porsi. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri