RADAR TULUNGAGUNG - Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, umat Islam diingatkan untuk memaksimalkan ibadah demi meraih Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang disebut lebih baik dari 1.000 bulan.
Kesempatan istimewa ini menjadi karunia besar bagi umat Nabi Muhammad SAW yang rata-rata memiliki usia lebih pendek dibandingkan umat terdahulu.
Keutamaan Lailatul Qadar disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an dan berbagai hadis Nabi. Malam tersebut diyakini sebagai waktu paling istimewa untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Dalam sebuah kajian keislaman yang beredar di platform video, dijelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Meski umur umat ini relatif singkat, mereka tetap memiliki peluang untuk meraih pahala yang luar biasa besar.
Keutamaan Lailatul Qadar bagi Umat Nabi Muhammad
Dalam penjelasan tersebut disebutkan, umat para nabi terdahulu memiliki usia yang sangat panjang.
Sebagai contoh, Nabi Nuh AS disebut berdakwah kepada kaumnya hingga sekitar 950 tahun. Bahkan pada masa itu, seseorang yang berusia 100 tahun masih dianggap sangat muda.
Berbeda dengan umat Nabi Muhammad SAW yang umurnya jauh lebih pendek. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa rata-rata umur umat Islam berada di kisaran 60 hingga 70 tahun.
Perbedaan usia tersebut memunculkan pertanyaan besar, bagaimana umat Nabi Muhammad dapat menyamai bahkan melampaui amal umat terdahulu yang hidup ratusan tahun.
Jawabannya adalah melalui Lailatul Qadar.
Allah SWT memberikan malam istimewa tersebut sebagai peluang bagi umat Islam untuk mendapatkan pahala yang sangat besar dalam waktu singkat.
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari 1.000 bulan, atau setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah.
Artinya, satu malam ibadah yang dilakukan dengan penuh keimanan pada Lailatul Qadar dapat melampaui pahala ibadah yang dilakukan selama puluhan tahun.
Terjadi di 10 Hari Terakhir Ramadan
Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
Karena itu, Rasulullah SAW memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah pada periode tersebut.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW akan lebih giat beribadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan.
Bahkan beliau membangunkan anggota keluarganya agar ikut menghidupkan malam dengan berbagai amalan.
“Jika memasuki 10 hari terakhir Ramadan, Rasulullah SAW mengencangkan ikatan sarungnya dan membangunkan keluarganya,” demikian bunyi salah satu hadis yang sering dikutip para ulama.
Hal ini menunjukkan bahwa momen 10 hari terakhir Ramadan merupakan waktu paling penting untuk memperbanyak ibadah.
Jangan Sibuk Berburu Belanja
Namun dalam praktiknya, sebagian masyarakat justru menghabiskan waktu di penghujung Ramadan untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.
Aktivitas seperti membeli pakaian baru, sepatu, atau perlengkapan ibadah sering kali menyita waktu hingga melalaikan ibadah malam.
Padahal, kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dipersiapkan sejak awal Ramadan atau bahkan sebelum bulan suci dimulai.
Para ulama mengingatkan bahwa kesempatan meraih Lailatul Qadar hanya datang sekali dalam setahun. Karena itu, sangat disayangkan jika waktu berharga tersebut terlewatkan hanya untuk urusan duniawi.
Salat Malam Jadi Amalan Utama
Salah satu amalan utama yang dianjurkan untuk meraih Lailatul Qadar adalah salat malam atau qiyamul lail.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa siapa saja yang menghidupkan malam tersebut dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hadis Nabi menyebutkan:
“Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Selain salat malam, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Kesempatan Pahala Ribuan Tahun
Keistimewaan Lailatul Qadar membuat setiap amal kebaikan yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang berlipat ganda.
Sebagai gambaran, jika seseorang membaca tasbih atau melakukan ibadah kecil pada malam tersebut, pahalanya bisa setara dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun.
Jika seseorang berkesempatan meraih Lailatul Qadar beberapa kali dalam hidupnya, maka pahala yang didapat bisa mencapai ratusan bahkan ribuan tahun ibadah.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan besar ini. Menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah menjadi salah satu cara terbaik untuk meraih keberkahan tersebut.
Dengan memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir Ramadan, setiap muslim memiliki peluang besar untuk mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar serta meraih ampunan dari Allah SWT.***
Editor : Vidya Sajar Fitri