RADAR TULUNGAGUNG – Lailatul Qadar merupakan malam yang paling dinanti umat Islam di bulan Ramadan.
Malam yang disebut dalam Al-Qur’an ini memiliki keutamaan luar biasa karena ibadah yang dilakukan pada malam tersebut disebut lebih baik daripada 1000 bulan.
Keutamaan Lailatul Qadar dijelaskan dalam Surah Al-Qadr. Dalam ayat pertama disebutkan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam kemuliaan tersebut.
Karena itu, malam ini dianggap sebagai salah satu malam paling mulia sepanjang tahun bagi umat Islam.
Dalam ayat selanjutnya disebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang setara dengan ibadah selama sekitar 83 tahun lebih.
Para ulama menjelaskan bahwa malam tersebut juga menjadi waktu turunnya para malaikat ke bumi dengan membawa keberkahan dan rahmat.
Bahkan disebutkan bahwa pada malam itu setan tidak mampu mengganggu manusia hingga terbit fajar.
Keutamaan Lailatul Qadar bagi Umat Islam
Keutamaan Lailatul Qadar menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Sebab, usia rata-rata umat Islam disebut berkisar antara 60 hingga 70 tahun.
Sementara umat terdahulu memiliki usia yang jauh lebih panjang. Sebagai contoh, Nabi Nuh AS disebut berdakwah selama 950 tahun kepada kaumnya.
Karena usia umat Islam relatif lebih pendek, Allah memberikan kesempatan mendapatkan pahala besar melalui malam Lailatul Qadar. Dengan kata lain, ibadah pada satu malam ini bisa menyamai ibadah puluhan tahun.
Tidak hanya itu, malam tersebut juga menjadi waktu penetapan berbagai takdir manusia. Dalam beberapa tafsir disebutkan bahwa pada malam tersebut ditetapkan berbagai urusan seperti rezeki, ajal, hingga berbagai ketentuan lain bagi makhluk.
Lailatul Qadar Terjadi di 10 Hari Terakhir Ramadan
Para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Namun waktu pastinya tidak disebutkan secara pasti.
Sebagian hadis menyebutkan bahwa malam tersebut lebih sering terjadi pada malam-malam ganjil, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
Meski demikian, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sepanjang 10 malam terakhir. Hal ini untuk memastikan tidak melewatkan kesempatan mendapatkan keutamaan malam tersebut.
Rasulullah SAW sendiri diketahui meningkatkan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Bahkan beliau membangunkan keluarga untuk ikut beribadah pada malam-malam tersebut.
Amalan yang Dianjurkan Saat Lailatul Qadar
Ada beberapa amalan utama yang dianjurkan untuk dilakukan saat mengejar Lailatul Qadar. Amalan tersebut di antaranya adalah memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Salat malam menjadi amalan paling utama. Salat ini bisa dilakukan melalui salat tarawih maupun tahajud.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang menghidupkan malam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Selain salat malam, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA untuk dibaca saat Lailatul Qadar adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Iktikaf dan Membaca Al-Qur’an
Amalan lain yang dianjurkan adalah melakukan iktikaf di masjid. Iktikaf merupakan ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam praktiknya, iktikaf diisi dengan berbagai ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa.
Membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan penting karena Ramadan dikenal sebagai bulan turunnya Al-Qur’an. Banyak ulama terdahulu yang mengkhatamkan Al-Qur’an berkali-kali selama bulan Ramadan.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan pada 10 malam terakhir Ramadan.
Sebab, siapa saja yang berhasil mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar disebut sebagai orang yang sangat beruntung, sementara mereka yang melewatkannya dianggap sebagai golongan yang merugi.***
Editor : Vidya Sajar Fitri