JAKARTA - Memahami ketentuan zakat dalam Islam menjadi hal penting bagi setiap Muslim. Zakat bukan hanya sekadar ibadah sosial, tetapi juga kewajiban yang memiliki aturan jelas terkait jenis harta, nisab, waktu pembayaran, serta kadar yang harus dikeluarkan.
Dalam ajaran Islam, zakat memiliki makna yang sangat luas. Dari sisi bahasa, zakat berarti bersih, suci, tumbuh, dan berkembang. Sementara secara istilah, ketentuan zakat dalam Islam diartikan sebagai kewajiban mengeluarkan sebagian harta dengan jumlah dan syarat tertentu untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya.
Kewajiban zakat disebutkan dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 43 yang memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat dan menunaikan zakat. Selain itu, dalam Surah At-Taubah ayat 103 juga dijelaskan bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta serta jiwa orang yang menunaikannya.
Baca Juga: THR ASN Cair 16 Maret di Sejumlah Daerah, Guru Diingatkan Soal Besaran THR yang Sempat Disalahpahami
Dua Jenis Zakat dalam Islam
Secara umum, ketentuan zakat dalam Islam membagi zakat menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Zakat ini biasanya berupa makanan pokok seperti beras yang menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat.
Setiap individu wajib menunaikan zakat fitrah jika memenuhi beberapa syarat. Pertama, beragama Islam. Kedua, memiliki kelebihan harta untuk kebutuhan pokok pada malam dan hari raya. Ketiga, hidup pada awal hingga akhir Ramadan, walaupun hanya sebentar.
Misalnya, seseorang yang sempat hidup di awal Ramadan lalu meninggal dunia tetap memiliki kewajiban zakat fitrah yang dibayarkan oleh keluarganya. Begitu pula bayi yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir Ramadan juga wajib dibayarkan zakat fitrahnya.
Baca Juga: THR ASN Cair 16 Maret di Sejumlah Daerah, Guru Diingatkan Soal Besaran THR yang Sempat Disalahpahami
Ukuran zakat fitrah untuk setiap individu adalah satu sha atau setara dengan sekitar 2,5 kilogram bahan makanan pokok.
Pengertian Zakat Mal
Selain zakat fitrah, terdapat pula zakat mal atau zakat harta. Zakat mal merupakan zakat yang dikeluarkan dari harta yang dimiliki seseorang apabila telah memenuhi syarat tertentu seperti nisab dan haul.
Nisab adalah batas minimal kepemilikan harta yang menyebabkan seseorang wajib membayar zakat. Sementara haul berarti kepemilikan harta tersebut telah mencapai satu tahun dalam kalender Hijriyah.
Beberapa syarat harta yang wajib dizakati antara lain kepemilikan yang sempurna, harta tersebut berkembang atau berpotensi berkembang, mencapai nisab, serta dimiliki selama satu tahun penuh.
Jenis Harta yang Wajib Dizakati
Dalam ketentuan zakat dalam Islam, terdapat beberapa jenis harta yang wajib dizakati. Di antaranya adalah hasil perdagangan atau bisnis, hasil pertanian dan perkebunan, hewan peternakan, hasil pertambangan, penghasilan atau profesi, serta harta temuan atau rikaz.
Setiap jenis harta memiliki ketentuan nisab dan kadar zakat yang berbeda.
Sebagai contoh, nisab zakat emas adalah 85 gram. Jika seseorang memiliki emas dengan jumlah tersebut atau lebih dan telah dimiliki selama satu tahun, maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen dari total kepemilikan.
Untuk zakat perak, nisabnya adalah 595 gram dengan kadar zakat yang sama, yakni 2,5 persen setelah dimiliki selama satu tahun.
Sementara zakat penghasilan atau zakat profesi juga menggunakan acuan nilai emas 85 gram sebagai nisabnya dengan kadar zakat sebesar 2,5 persen.
Ketentuan Zakat Pertanian dan Rikaz
Ketentuan berbeda berlaku untuk hasil pertanian. Zakat pertanian tidak mensyaratkan haul atau kepemilikan selama satu tahun.
Zakat ini dibayarkan setiap kali panen dengan nisab sekitar 700 kilogram untuk hasil pertanian tanpa kulit atau sekitar 1,4 ton untuk hasil yang masih berkulit.
Besaran zakatnya juga berbeda tergantung sumber air. Jika tanaman diairi dengan sistem irigasi berbayar, zakatnya sebesar 5 persen. Sedangkan jika menggunakan air hujan atau sumber alami, zakatnya mencapai 10 persen.
Selain itu, ada pula zakat rikaz yaitu zakat atas harta temuan atau harta terpendam seperti harta karun. Berbeda dengan jenis zakat lain, rikaz tidak memiliki batas nisab maupun haul.
Begitu harta tersebut ditemukan, maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 20 persen dari nilai harta tersebut.
Zakat Hewan Peternakan
Dalam ketentuan zakat dalam Islam, hewan ternak juga memiliki aturan khusus.
Sebagai contoh, zakat unta memiliki nisab lima ekor dengan kewajiban zakat berupa satu ekor kambing atau domba setelah dipelihara selama satu tahun.
Untuk sapi, nisabnya adalah 30 ekor dengan zakat berupa satu ekor anak sapi berusia sekitar satu hingga dua tahun.
Baca Juga: Puasa: Cermin Kesadaran Rakyat dan Ujian Integritas Pemimpin
Sementara itu, kambing atau domba memiliki nisab 40 ekor dengan zakat satu ekor kambing setelah dipelihara selama satu tahun.
Memahami berbagai ketentuan ini penting agar umat Islam dapat menunaikan kewajiban zakat dengan benar sesuai syariat.
Selain membersihkan harta, zakat juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial serta membantu masyarakat yang membutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Editor : Novica Satya Nadianti