Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sering Disebut Bersamaan, Ini Perbedaan Zakat Infak dan Sedekah Menurut Ustaz Adi Hidayat yang Perlu Dipahami Umat Islam

Novica Satya Nadianti • Senin, 16 Maret 2026 | 14:01 WIB
Perbedaan zakat infak dan sedekah sering membingungkan. Ustaz Adi Hidayat menjelaskan makna, hukum, dan contoh ketiganya.
Perbedaan zakat infak dan sedekah sering membingungkan. Ustaz Adi Hidayat menjelaskan makna, hukum, dan contoh ketiganya.

 

JAKARTA - Istilah zakat, infak, dan sedekah kerap disebut bersamaan dalam kehidupan umat Islam. Meski sering didengar, tidak sedikit masyarakat yang masih bingung mengenai perbedaan zakat infak dan sedekah, baik dari segi pengertian maupun hukumnya.

Dalam salah satu kajiannya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ketiga istilah tersebut sebenarnya memiliki hubungan yang sangat erat, namun tetap memiliki perbedaan mendasar.

Ia menuturkan bahwa sedekah merupakan istilah yang paling umum di antara ketiganya. Sedekah mencakup seluruh bentuk amal kebaikan yang dilakukan seseorang kepada orang lain.

“Sedekah itu nama umum bagi setiap amal kebaikan atau amal saleh,” jelasnya.

Baca Juga: TKA SMP Segera Digelar, Ini Contoh Soal Matematika yang Sering Muncul dan Cara Mudah Menyelesaikannya

Karena sifatnya umum, sedekah tidak selalu berbentuk uang atau harta. Memberikan bantuan berupa makanan, pakaian, atau bahkan sekadar senyuman kepada orang lain juga termasuk sedekah.

Sedekah sebagai Bukti Keimanan

Menurut Ustaz Adi Hidayat, kata sedekah berasal dari akar kata bahasa Arab yang berkaitan dengan makna kebenaran atau pembenaran.

Artinya, seseorang yang bersedekah sejatinya sedang membuktikan keimanan yang dimilikinya kepada Allah.

Ketika seorang Muslim menjalankan perintah Allah, seperti membantu sesama atau berbagi harta, tindakan tersebut menjadi bukti bahwa ia membenarkan ajaran yang diyakininya.

Karena itulah, dalam beberapa ayat Al-Qur’an, zakat juga disebut dengan istilah sedekah.

Baca Juga: Belum 3 Bulan Terima SK, 18 PPPK Paruh Waktu di Pemkab Tulungagung Mengundurkan Diri, Ini Rinciannya

Salah satu contohnya terdapat dalam Surah At-Taubah ayat 103 yang memerintahkan untuk mengambil sedekah dari harta orang-orang yang telah memenuhi ketentuan zakat.

Zakat: Kewajiban dengan Aturan Khusus

Berbeda dengan sedekah yang bersifat umum, zakat memiliki aturan yang lebih spesifik. Zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu.

Beberapa syarat tersebut antara lain harta yang dimiliki telah mencapai batas minimal atau nisab, serta telah dimiliki dalam jangka waktu tertentu yang disebut haul.

Sebagai contoh, zakat mal memiliki nisab setara dengan kepemilikan emas sebesar 85 gram. Jika seseorang memiliki harta senilai tersebut atau lebih selama satu tahun, maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.

Baca Juga: Awalnya Hanya Iseng Bikin Buket Skripsi, Kini Usaha Florist Warga Boyolangu Tulungagung Kebanjiran Pesanan

Selain itu, zakat juga hanya boleh diberikan kepada delapan golongan yang telah ditentukan dalam Al-Qur’an, seperti fakir, miskin, amil zakat, mualaf, hingga ibnu sabil.

Ketentuan tersebut membuat zakat menjadi ibadah yang memiliki aturan jelas dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Infak: Pengeluaran Harta untuk Kebaikan

Sementara itu, infak berkaitan dengan pengeluaran atau penggunaan harta untuk tujuan kebaikan.

Infak dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, baik untuk membantu keluarga, kerabat, maupun masyarakat luas.

Dalam Islam, infak bahkan terbagi menjadi dua jenis, yaitu infak wajib dan infak sunnah.

Baca Juga: Awalnya Hanya Iseng Bikin Buket Skripsi, Kini Usaha Florist Warga Boyolangu Tulungagung Kebanjiran Pesanan

Infak wajib contohnya adalah nafkah yang diberikan seorang suami kepada keluarganya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa laki-laki memiliki tanggung jawab untuk menafkahi keluarga dari harta yang dimilikinya.

Sedangkan infak sunnah adalah pengeluaran harta yang dilakukan secara sukarela untuk membantu orang lain di luar kewajiban utama.

Contohnya memberikan bantuan kepada orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, atau orang yang sedang dalam perjalanan dan membutuhkan pertolongan.

Pahala Infak Berlipat Ganda

Dalam ajaran Islam, infak memiliki nilai pahala yang besar. Bahkan disebutkan bahwa pahala dari infak bisa dilipatgandakan hingga ratusan kali oleh Allah.

Baca Juga: THR ASN Cair 16 Maret di Sejumlah Daerah, Guru Diingatkan Soal Besaran THR yang Sempat Disalahpahami

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 yang menggambarkan pahala infak seperti benih yang tumbuh menjadi banyak cabang dan menghasilkan ratusan biji.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak infak sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Memahami Perbedaan Ketiganya

Memahami perbedaan zakat infak dan sedekah sangat penting agar umat Islam dapat menempatkan masing-masing ibadah sesuai dengan ketentuannya.

Zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan ketika syaratnya terpenuhi. Infak adalah pengeluaran harta untuk berbagai kepentingan kebaikan, baik yang wajib maupun yang sunnah.

Baca Juga: 5 HP Gaming 1 Jutaan Terbaik 2026: Spek Gahar Buat ML Sampai Genshin, Nomor Terakhir Paling Worth It!

Sedangkan sedekah memiliki makna paling luas karena mencakup semua bentuk kebaikan, tidak hanya berupa harta tetapi juga tindakan positif yang bermanfaat bagi orang lain.

Dengan memahami konsep tersebut, umat Islam diharapkan dapat lebih optimal dalam menjalankan ibadah sosial sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : Novica Satya Nadianti
#zakat dalam Islam #pengertian infak #perbedaan zakat infak dan sedekah #sedekah