Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cara Menghindari Riya Menurut Imam Al-Ghazali: Luruskan Niat, Sembunyikan Amal, dan Ingat Selalu Diawasi Allah

Novica Satya Nadianti • Senin, 16 Maret 2026 | 14:15 WIB
Cara menghindari riya menurut Imam Al-Ghazali: luruskan niat, sembunyikan amal ibadah, dan ingat selalu diawasi Allah SWT.
Cara menghindari riya menurut Imam Al-Ghazali: luruskan niat, sembunyikan amal ibadah, dan ingat selalu diawasi Allah SWT.

 
JAKARTA - Cara menghindari riya dalam beribadah menjadi salah satu hal penting yang sering dibahas dalam kajian keislaman. Riya merupakan penyakit hati yang dapat merusak nilai ibadah seseorang karena amal yang dilakukan bukan lagi semata-mata untuk Allah SWT, melainkan untuk mendapatkan pujian dari manusia.

Dalam sebuah kajian singkat, dijelaskan bahwa riya dalam bahasa Arab berarti memperlihatkan atau memamerkan sesuatu. Dalam konteks ajaran Islam, riya merujuk pada sikap seseorang yang memperlihatkan amal atau perbuatan baik kepada orang lain dengan harapan memperoleh pujian, penghargaan, atau pengakuan.

Padahal, inti dari setiap ibadah dalam Islam adalah keikhlasan. Ketika seseorang beramal bukan karena Allah, maka nilai ibadah tersebut bisa berkurang bahkan hilang. Oleh karena itu, memahami cara menghindari riya menjadi sangat penting bagi setiap Muslim agar amal ibadah tetap diterima oleh Allah SWT.

Baca Juga: Rekomendasi HP Gaming 1–2 Jutaan Terbaik 2026: Spek Dewa Buat MLBB & PUBG, Ada Layar 144 Hz dan Baterai Badak

Para ulama sejak dahulu telah memberikan banyak nasihat tentang bagaimana menjaga hati dari sifat riya. Salah satu penjelasan yang sering dijadikan rujukan datang dari ulama besar, Imam Al-Ghazali.

Dalam kitab terkenalnya Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa ada tiga cara utama agar seseorang dapat terhindar dari sifat riya dalam beramal.

Meluruskan Niat Hanya Karena Allah

Langkah pertama dalam cara menghindari riya adalah memperbaiki dan meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Niat yang tulus menjadi pondasi utama dalam setiap ibadah yang dilakukan oleh seorang Muslim.

Baca Juga: 5 HP 1 Jutaan Terbaik 2026 Paling Worth It: Spek Ngebut, Baterai Badak, Fitur Lengkap Mirip HP Mahal

Jika seseorang melakukan amal kebaikan dengan niat mencari ridha Allah, maka ia tidak akan terlalu memikirkan apakah orang lain melihat atau memuji perbuatannya. Sebaliknya, orang yang niatnya ingin dipuji manusia akan cenderung menampilkan amalnya agar mendapat perhatian.

Imam Al-Ghazali menekankan bahwa ketulusan hati menjadi kunci utama dalam menjaga ibadah tetap murni. Dengan niat yang benar, seseorang akan lebih fokus pada tujuan ibadah, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menyembunyikan Amal Ibadah

Cara kedua yang dianjurkan adalah menyembunyikan amal ibadah dari pandangan orang lain jika memungkinkan. Menurut Imam Al-Ghazali, menyembunyikan amal dapat membantu seseorang menghindari keinginan untuk dipuji.

Baca Juga: 5 HP Snapdragon 870 Harga 2 Jutaan Terbaik 2026: Performa Flagship Murah, Gaming Berat Auto Lancar!

Ketika amal dilakukan secara diam-diam, peluang munculnya riya menjadi lebih kecil. Sebab, tidak ada orang lain yang mengetahui perbuatan tersebut sehingga tidak ada ruang bagi keinginan mendapatkan pengakuan.

Namun, bukan berarti semua amal harus selalu dirahasiakan. Ada kondisi tertentu di mana ibadah memang dilakukan secara terbuka, misalnya dalam kegiatan sosial atau ibadah berjamaah. Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah tetap menjaga niat agar tidak berubah.

Menyembunyikan amal lebih berkaitan dengan upaya menjaga keikhlasan hati agar tidak terpengaruh oleh penilaian manusia.

Baca Juga: 7 HP Gaming 2 Jutaan Terbaik 2026 Spek Dewa: Main PUBG & MLBB Rata Kanan, Baterai Jumbo Harga Bersahabat!

Merasa Selalu Diawasi oleh Allah

Cara ketiga agar terhindar dari riya adalah dengan menanamkan kesadaran bahwa setiap amal selalu diawasi oleh Allah SWT. Dalam Islam, konsep ini dikenal dengan istilah muraqabah, yaitu perasaan bahwa Allah senantiasa melihat dan mengetahui segala perbuatan manusia.

Ketika seseorang menyadari bahwa Allah selalu mengawasi setiap amalnya, maka ia akan lebih berhati-hati dalam beribadah. Ia tidak akan lagi mencari pujian dari manusia, karena yang terpenting adalah penilaian dari Allah.

Kesadaran ini juga membuat seseorang lebih fokus pada kualitas ibadah, bukan pada bagaimana ibadah tersebut terlihat di mata orang lain.

Baca Juga: Latihan Soal TKA Matematika SD Kelas 6: Cara Mudah Menyelesaikan Operasi Desimal, Pecahan, dan Persen yang Sering Keluar di Ujian

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk selalu menjaga niat, menyembunyikan amal jika memungkinkan, serta menanamkan keyakinan bahwa setiap perbuatan berada dalam pengawasan Allah.

Dengan menerapkan tiga prinsip tersebut, diharapkan setiap Muslim dapat menjaga keikhlasan dalam beribadah dan terhindar dari sifat riya yang dapat merusak amal.

Pada akhirnya, tujuan utama dari setiap ibadah adalah mencari ridha Allah SWT, bukan mencari pujian dari manusia. Ketika hati tetap ikhlas, maka setiap amal kebaikan akan bernilai ibadah yang besar di sisi-Nya.

Baca Juga: 7 HP Gaming 2 Jutaan Terbaik 2026 Spek Dewa: Main PUBG & MLBB Rata Kanan, Baterai Jumbo Harga Bersahabat!

Editor : Novica Satya Nadianti
#cara menghindari riya #riya dalam Islam #Imam Al-Ghazali