Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Misteri Petir Terungkap, Ternyata Suhu Sambaran Bisa Lebih Panas dari Matahari dan Memicu Kilatan Berulang

Dyah Wulandari • Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:42 WIB
Misteri petir terungkap, suhu sambaran bisa mencapai 30.000 derajat Celsius dan lebih panas dari permukaan matahari.
(screenshot pinterest)
Misteri petir terungkap, suhu sambaran bisa mencapai 30.000 derajat Celsius dan lebih panas dari permukaan matahari. (screenshot pinterest)

JAKARTA - Misteri petir kembali menarik perhatian publik setelah penjelasan ilmiah tentang proses terjadinya sambaran petir ramai dibahas. Fenomena alam yang identik dengan kilatan cahaya dan suara menggelegar itu ternyata merupakan loncatan listrik raksasa dengan suhu ekstrem yang bisa mencapai 30.000 derajat Celsius, bahkan lebih panas dibanding permukaan matahari.

Petir selama ini dikenal sebagai salah satu fenomena alam paling dramatis sekaligus berbahaya. Selain menghasilkan cahaya terang di langit, sambaran petir juga dapat memicu kebakaran, cedera serius, hingga kematian apabila mengenai manusia atau bangunan tanpa perlindungan.

Di balik keindahannya, petir menyimpan proses ilmiah yang kompleks. Sambaran petir terbentuk akibat ketidakseimbangan muatan listrik di atmosfer yang kemudian menghasilkan loncatan elektron berenergi sangat besar.

Baca Juga: Harga Mulai Belasan Juta! 5 Motor Listrik Terbaik 2026 Paling Worth It, Jarak Tempuh Tembus 140 Km, Hemat Biaya Operasional

Petir Terjadi Karena Loncatan Listrik Raksasa di Atmosfer

Dalam video yang beredar, dijelaskan bahwa petir pada dasarnya adalah bentuk ekstrem dari listrik statis. Semua benda terdiri dari atom yang memiliki partikel bermuatan listrik bernama elektron.

Ketika jumlah elektron tidak seimbang, terbentuklah muatan listrik statis. Dalam skala besar di atmosfer, kondisi tersebut memicu terjadinya petir.

Baca Juga: 5 Motor Listrik Terbaik 2026, Polytron Fox 350 hingga Honda M1 Plus: Harga Mulai Rp18 Jutaan, Jarak Tempuh Tembus 130 Km

“Petir pada dasarnya adalah loncatan listrik raksasa yang terjadi di atmosfer,” ungkap narator video.

Proses terbentuknya petir bermula dari awan kumulonimbus, yakni awan besar yang menjulang tinggi di langit saat cuaca buruk. Di dalam awan itu, partikel es dan air saling bertabrakan akibat arus udara yang sangat kuat.

Benturan tersebut membuat muatan listrik terpisah. Partikel ringan bermuatan positif bergerak ke atas, sementara partikel berat bermuatan negatif turun ke bawah awan.

Baca Juga: Daftar Motor Listrik Terbaik 2026: Jarak Tempuh 210 Km, Harga Mulai Rp35 Jutaan, Ini Rekomendasi Paling Worth It

Perbedaan muatan yang sangat besar menciptakan medan listrik kuat. Saat kekuatannya melebihi kemampuan udara menahan arus listrik, terjadilah loncatan elektron yang terlihat sebagai kilatan petir.

Suara gemuruh petir muncul akibat udara yang memanas dan mengembang secara cepat setelah dilalui arus listrik berenergi tinggi.

Sambaran Petir Ternyata Bisa Terjadi Berkali-kali dalam Hitungan Milidetik

Fenomena menarik lainnya adalah sambaran petir ternyata tidak selalu hanya satu kilatan. Dalam satu sambaran, petir bisa menghasilkan beberapa kilatan beruntun dalam waktu sangat singkat.

Baca Juga: Mitos Bunga Kamboja 4 dan 6 Mahkota Diyakini Bawa Keberuntungan, Benarkah Bisa Jadi Jimat Rezeki dan Jodoh?

Hal ini terjadi karena sambaran pertama membentuk saluran konduksi di udara yang kemudian digunakan kembali oleh muatan listrik berikutnya.

“Saluran petir yang pertama kali terbentuk menjadi semacam penghantar bagi sambaran-sambaran berikutnya,” jelas narator.

Proses pelepasan muatan listrik berlangsung hanya dalam hitungan milidetik. Namun dalam waktu singkat itu, beberapa kilatan dapat muncul secara beruntun sehingga terlihat seperti satu sambaran besar.

Baca Juga: Khasiat Gaib Bunga Kamboja Dipercaya Bisa Tangkal Energi Negatif, Ini Deretan Mitos Mistis yang Masih Diyakini

Jumlah kilatan dipengaruhi beberapa faktor, seperti kekuatan badai, kelembaban udara, suhu, dan tekanan atmosfer. Badai yang lebih kuat umumnya menghasilkan sambaran petir dengan lebih banyak kilatan.

Selain petir biasa, ada pula fenomena petir bola yang tergolong langka. Petir jenis ini berbentuk seperti bola api dan dapat bergerak perlahan di udara. Sementara petir lembaran merupakan jenis paling umum yang tampak menyebar luas di langit.

Suhu Petir Bisa Lebih Panas dari Permukaan Matahari

Petir bukan hanya indah dipandang, tetapi juga sangat berbahaya. Suhu sambaran petir dapat mencapai puluhan ribu derajat Celsius dan melebihi suhu permukaan matahari yang berkisar 5.500 derajat Celsius.

Baca Juga: Arti Mimpi Memetik Bunga Kamboja Putih Disebut Jadi Pertanda Spiritual, Benarkah Membawa Kabar Baik?

Dalam video tersebut disebutkan suhu maksimum petir dapat mencapai sekitar 30.000 derajat Celsius. Panas ekstrem ini mampu membakar benda yang terkena sambaran secara instan.

“Penelitian menunjukkan suhu maksimum sambaran petir dapat mencapai 30.000 derajat Celsius,” ujar narator.

Karena bahayanya, masyarakat diimbau mencari tempat aman saat terjadi badai petir. Lokasi paling aman adalah di dalam bangunan yang memiliki sistem penangkal petir.

Baca Juga: Bunga Kamboja Kelopak 4 dan 6 Disebut Punya Tuah Rezeki hingga Pengasihan, Begini Ritual dan Mitosnya

Jika berada di luar ruangan, hindari berteduh di bawah pohon tinggi, dekat tiang listrik, atau berada di area terbuka. Tempat-tempat tersebut memiliki risiko tinggi tersambar petir.

Memahami proses terjadinya petir menjadi langkah penting agar masyarakat lebih waspada terhadap cuaca ekstrem. Selain menjadi fenomena alam yang menakjubkan, petir juga mengingatkan manusia akan dahsyatnya kekuatan alam yang harus dihadapi dengan hati-hati.

Editor : Dyah Wulandari
#misteri petir #proses terjadinya petir #suhu sambaran petir #bahaya petir #fenomena alam petir