RADAR TULUNGAGUNG – Dampak membakar sampah sembarangan tidak hanya berupa asap yang mengganggu lingkungan.
Api dari tumpukan sampah juga dapat merembet ke benda di sekitarnya, terutama material mudah terbakar seperti kayu, daun kering, kandang, hingga bangunan.
Dampak membakar sampah sembarangan menjadi perhatian karena aktivitas tersebut sering dianggap sebagai cara cepat untuk mengurangi tumpukan sampah di rumah.
Padahal, api yang ditinggalkan tanpa pengawasan dapat berubah menjadi kebakaran dan menimbulkan kerugian material.
Dampak membakar sampah sembarangan juga berkaitan dengan kualitas udara. Pembakaran terbuka menghasilkan partikel dan berbagai polutan yang dapat terhirup warga di sekitar lokasi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pembakaran sampah secara terbuka sebagai salah satu sumber pencemaran udara dan paparan polutannya dapat berdampak terhadap kesehatan.
Baca Juga: Tak Perlu Dibakar, Begini Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga agar Aman dan Tak Picu Kebakaran
Api Kecil Bisa Merembet ke Material di Sekitar
Risiko kebakaran menjadi salah satu dampak yang paling mudah terlihat. Tumpukan sampah yang terbakar dapat menghasilkan bara yang bertahan cukup lama, terlebih jika masih terdapat material kering di dalamnya.
Kondisi seperti itu terjadi dalam kebakaran di Desa Ngunut, Tulungagung. Pembakaran sampah yang dilakukan sejak pagi ditinggalkan ketika api masih menyala. Api kemudian merembet dan menyambar tumpukan kayu serta kandang di sekitar lokasi.
Kobaran api akhirnya membesar hingga warga melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran. Dua armada pemadam dan satu tangki suplai dikerahkan untuk menangani kebakaran.
Petugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan pembasahan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali menyala. Penanganan selesai sekitar pukul 12.50 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian material yang ditaksir sekitar Rp 10 juta.
Baca Juga: Larangan Membakar Sampah Sembarangan, Ini Bahayanya jika Api Ditinggalkan hingga Picu Kebakaran
Asap Pembakaran Juga Berdampak pada Kualitas Udara
Risiko membakar sampah tidak berhenti ketika api tidak sampai menyebabkan kebakaran. Asap yang dihasilkan dari pembakaran terbuka juga membawa partikel dan polutan yang dapat mengganggu kualitas udara.
WHO menjelaskan bahwa pembakaran sampah terbuka menghasilkan sejumlah polutan, termasuk partikulat halus.
Paparan terhadap polutan tersebut dapat menimbulkan dampak kesehatan, seperti iritasi, batuk, dan gangguan saluran pernapasan.
Karena itu, asap pembakaran sampah yang masuk ke lingkungan permukiman dapat menjadi masalah bagi orang yang berada di sekitar sumber asap.
Kelompok rentan, termasuk anak-anak, juga perlu mendapat perhatian lebih karena paparan dari pengelolaan sampah yang tidak aman dapat meningkatkan risiko kesehatan.
Selain asap, sisa pembakaran juga tidak selalu berarti sampah telah hilang sepenuhnya. Abu dan material sisa pembakaran dapat membawa kontaminan yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan benar.
Baca Juga: Usia Bangunan Sekolah Jadi Perhatian, Ini Alasan Gedung Puluhan Tahun Perlu Diperiksa dan Direnovasi
Membakar Sampah Tidak Boleh Dilakukan Sembarangan
Risiko tersebut sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Pasal 29 melarang setiap orang membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah. Ketentuan lebih lanjut mengenai larangan tersebut diatur melalui peraturan daerah kabupaten/kota.
Artinya, membakar sampah tidak dapat dipandang sekadar sebagai urusan membuang sisa aktivitas rumah tangga.
Ada aspek keselamatan, kesehatan, pencemaran udara, serta potensi kerugian terhadap orang lain yang harus diperhitungkan.
WHO sendiri mendorong pengurangan sampah, pemilahan, penggunaan kembali, daur ulang, serta pengelolaan sampah organik sebagai alternatif untuk mengurangi pembakaran sampah secara terbuka.
Kasus kebakaran di Ngunut menunjukkan bagaimana kelalaian terhadap bara api dapat berujung pada kerugian nyata.
Api yang semula digunakan untuk mengurangi sampah justru menyambar material di sekitarnya dan membutuhkan penanganan petugas pemadam.
Karena itu, dampak membakar sampah sembarangan perlu dipahami secara lebih luas. Bukan hanya soal asap dan bau, tetapi juga potensi kebakaran, kerusakan material, pencemaran udara, serta risiko kesehatan bagi warga di sekitarnya.
Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber