Mengapa Konvoi Perguruan Silat Perlu Diatur? Rombongan di Jalan Raya Bisa Picu Konflik

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 09:27 WIB
Konvoi perguruan silat perlu diatur agar tertib, aman, tidak mengganggu pengguna jalan, dan mencegah potensi konflik.(ILUSTRASI AI)
Konvoi perguruan silat perlu diatur agar tertib, aman, tidak mengganggu pengguna jalan, dan mencegah potensi konflik.(ILUSTRASI AI)

RADAR TULUNGAGUNG – Konvoi perguruan silat perlu diatur agar aktivitas rombongan di jalan raya tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lain. Pengaturan bukan berarti melarang kegiatan, melainkan menjadi langkah pencegahan agar perjalanan kelompok dalam jumlah besar tidak berkembang menjadi persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Konvoi perguruan silat pada dasarnya dapat berlangsung selama peserta mematuhi aturan dan menghormati hak pengguna jalan lainnya. Namun, semakin banyak kendaraan yang bergerak dalam satu rombongan, semakin besar pula kebutuhan terhadap koordinasi, pengaturan rute, serta pengamanan agar arus lalu lintas tetap terkendali.

Karena itu, konvoi perguruan silat yang akan melintas di jalan umum sebaiknya dikoordinasikan lebih dahulu dengan pihak terkait. Kepolisian dapat mengetahui rencana kegiatan, memperkirakan potensi gangguan, dan menyiapkan pengaturan lalu lintas apabila memang diperlukan.

Baca Juga: Konvoi Perguruan Silat Tulungagung Jadi Perhatian Pemkab, Diminta Wajib Lapor

Konvoi Bukan Sekadar Rombongan di Jalan

Jalan raya merupakan ruang publik yang digunakan berbagai kelompok masyarakat secara bersamaan. Ketika sebuah rombongan melintas dalam jumlah besar, aktivitas tersebut berpotensi memengaruhi kendaraan lain, terutama jika formasi terlalu melebar, berhenti mendadak, atau tidak memperhatikan kondisi arus lalu lintas.

Korlantas Polri juga menekankan pentingnya etika ketika melakukan konvoi. Dalam kegiatan iring-iringan, peserta diminta tidak mengambil terlalu banyak ruang di jalan dan tetap memperhatikan keselamatan serta keamanan masyarakat lain.

Artinya, peserta konvoi harus memahami bahwa solidaritas kelompok tidak boleh menghilangkan kewajiban untuk tertib di ruang publik. Pengendara lain tetap memiliki hak menggunakan jalan dengan aman dan nyaman.

Pengaturan juga penting untuk mencegah kesalahpahaman. Rombongan yang bergerak tanpa koordinasi dapat membuat pengguna jalan lain tidak mengetahui maksud kegiatan sehingga berpotensi menimbulkan reaksi negatif, terlebih jika terjadi tindakan yang dianggap mengganggu.

Baca Juga: Ramadan 2026 di Tulungagung: Polres Tegaskan Larangan SOTR dan Sound Horeg, Konvoi Knalpot Brong Siap Ditindak

Koordinasi Diperlukan Sebelum Rombongan Melintas

Di Tulungagung, pemerintah daerah menilai maraknya aktivitas konvoi perlu diantisipasi meskipun kondisi kamtibmas masih aman dan kondusif. Belum ada wilayah yang ditetapkan sebagai titik rawan sehingga langkah yang ditempuh lebih diarahkan pada pencegahan.

Koordinasi dilakukan melalui penguatan tiga pilar yang melibatkan pemerintah, kepolisian, dan masyarakat. Perguruan silat, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, pelajar, hingga unsur keamanan lingkungan juga dapat dilibatkan untuk membangun komunikasi sebelum potensi persoalan berkembang.

Bagi kelompok yang akan menggelar konvoi, koordinasi tersebut penting untuk menyampaikan waktu, rute, jumlah peserta, serta kebutuhan pengamanan. Dengan informasi yang jelas, petugas dapat menyesuaikan pengaturan di lapangan dan mengurangi potensi gangguan terhadap arus kendaraan.

Polri sendiri menjelaskan bahwa pengawalan jalan memiliki fungsi untuk menjaga keamanan kendaraan yang dikawal sekaligus melindungi pengguna jalan lain di sepanjang rute.

Namun, koordinasi tidak berarti setiap konvoi otomatis memperoleh hak untuk menguasai jalan. Hak prioritas dan pengawalan dalam lalu lintas memiliki ketentuan tersendiri berdasarkan aturan yang berlaku.

Baca Juga: Pukuli Wakapolsek Pakel Saat Konvoi Perguruan Silat, Residivis Kasus Penganiayaan di Tulungagung Kembali Masuk Bui

Disiplin Peserta Jadi Kunci Cegah Konflik

Hal paling penting dalam menjaga konvoi tetap aman adalah kedisiplinan peserta. Rombongan perlu menghindari perilaku yang membahayakan, tidak memaksakan pengguna jalan lain memberikan ruang, serta menjaga kebisingan dan sikap selama perjalanan.

Korlantas Polri sebelumnya juga mengingatkan bahwa aktivitas konvoi perlu mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan lain. Prinsip tersebut berlaku bagi berbagai komunitas yang melakukan perjalanan bersama, termasuk rombongan kendaraan dalam jumlah besar.

Potensi persoalan semakin besar ketika kegiatan berubah menjadi tindakan anarkis atau terjadi gesekan dengan kelompok lain. Karena itu, komunikasi antarkelompok dan pengawasan bersama menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Masyarakat juga memiliki peran dengan segera melaporkan indikasi tindakan anarkis atau gangguan keamanan kepada perangkat desa maupun kepolisian. Laporan sejak awal dapat membantu aparat melakukan langkah pencegahan sebelum persoalan meluas.

Pada akhirnya, konvoi perguruan silat perlu dipandang sebagai kegiatan yang harus berjalan berdampingan dengan kepentingan pengguna jalan lainnya. Koordinasi sebelum kegiatan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, disiplin peserta, serta komunikasi dengan masyarakat menjadi kunci agar solidaritas tetap terjaga tanpa mengorbankan keselamatan dan ketertiban ruang publik.

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
kamtibmas tulungagung konvoi perguruan silat aturan konvoi ketertiban lalu lintas pengamanan konvoi