Mengapa Konvoi Perguruan Silat Perlu Dikoordinasikan dengan Aparat? Ini Alasannya

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:03 WIB
Konvoi perguruan silat perlu dikoordinasikan dengan aparat agar aman, tertib, tidak mengganggu pengguna jalan, dan cegah konflik.(ILUSTRASI AI)
Konvoi perguruan silat perlu dikoordinasikan dengan aparat agar aman, tertib, tidak mengganggu pengguna jalan, dan cegah konflik.(ILUSTRASI AI)

RADAR TULUNGAGUNG – Konvoi perguruan silat di jalan raya perlu dikoordinasikan dengan aparat sebelum kegiatan berlangsung. Langkah ini penting bukan semata-mata untuk mengamankan rombongan, tetapi juga memastikan perjalanan tidak mengganggu pengguna jalan lain maupun memicu persoalan ketertiban umum.

Konvoi perguruan silat pada dasarnya tidak harus dipandang sebagai kegiatan yang dilarang. Selama dilakukan secara tertib, mematuhi aturan lalu lintas, dan menghormati masyarakat, rombongan dapat melintas tanpa menimbulkan gangguan. Namun, jumlah peserta dan kendaraan yang banyak membuat koordinasi menjadi bagian penting dari pencegahan.

Konvoi perguruan silat yang sudah diketahui aparat juga memungkinkan pengaturan lalu lintas disiapkan lebih awal. Informasi mengenai waktu keberangkatan, jalur yang digunakan, hingga perkiraan jumlah peserta dapat menjadi bahan bagi petugas untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi gangguan di sepanjang rute.

Baca Juga: Mengapa Konvoi Perguruan Silat Perlu Diatur? Rombongan di Jalan Raya Bisa Picu Konflik

Koordinasi Membantu Mencegah Gangguan di Jalan

Jalan raya merupakan ruang bersama. Setiap pengguna memiliki kepentingan yang sama untuk dapat bergerak dengan aman dan lancar sehingga rombongan dalam jumlah besar perlu mempertimbangkan keberadaan kendaraan lain.

Korlantas Polri menekankan bahwa kegiatan konvoi harus tetap mengedepankan etika di jalan. Pengendara dalam rombongan diminta tidak memaksa pengguna jalan lain memberikan prioritas dan tidak menggunakan perangkat seperti sirene secara sembarangan.

Koordinasi sebelum kegiatan menjadi penting karena aparat dapat mengetahui potensi titik yang membutuhkan pengaturan. Petugas kemudian dapat menyesuaikan langkah pengamanan dengan kondisi lalu lintas dan karakter jalur yang dilalui.

Hal tersebut juga sejalan dengan fungsi pengawalan lalu lintas. Polri menjelaskan bahwa pengawalan bertujuan menjaga keamanan kendaraan yang dikawal sekaligus melindungi pengguna jalan lain di sepanjang rute.

Dengan demikian, koordinasi bukan berarti rombongan memperoleh kebebasan untuk menguasai jalan. Justru sebaliknya, komunikasi dengan aparat membantu memastikan kegiatan berlangsung dengan tetap menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Baca Juga: Konvoi Perguruan Silat Tulungagung Jadi Perhatian Pemkab, Diminta Wajib Lapor

Pengamanan Bisa Disiapkan Sejak Sebelum Rombongan Berangkat

Di Tulungagung, pemerintah daerah saat ini mendorong penguatan koordinasi tiga pilar yang melibatkan pemerintah, kepolisian, dan masyarakat. Perguruan silat, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, pelajar, hingga unsur keamanan lingkungan juga diajak berperan dalam mencegah potensi konflik sejak awal.

Kondisi kamtibmas di Tulungagung sendiri masih dinilai aman dan kondusif. Belum ada wilayah yang ditetapkan sebagai titik rawan sehingga perhatian pemerintah lebih diarahkan pada langkah antisipasi agar persoalan tidak muncul kemudian.

Karena itu, rencana konvoi sebaiknya disampaikan lebih dahulu kepada pihak terkait. Koordinasi tersebut dapat membantu menentukan kebutuhan pengaturan, terutama apabila rombongan berjumlah besar atau melewati ruas jalan yang ramai.

Kepolisian juga memiliki kewenangan melakukan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat sesuai kebutuhan.

Dalam praktiknya, pengamanan konvoi juga dapat dilakukan dengan menempatkan personel pada titik tertentu untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Polri pernah menerapkan pola serupa ketika rombongan konvoi melintas, dengan personel ditempatkan di sejumlah titik strategis agar kegiatan tetap aman dan tidak mengganggu arus kendaraan.

Baca Juga: Asaka Rayan Fahrul Rozi Juara 1 Pencak Silat Bupati Trenggalek Cup 2026, Konsisten Latihan Jadi Kunci Prestasi

Koordinasi Bukan Hanya untuk Keamanan Peserta

Manfaat lain dari koordinasi adalah mencegah kesalahpahaman antara rombongan dengan pengguna jalan. Ketika perjalanan sudah diketahui dan pengaturan disiapkan, potensi gangguan terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Peserta juga tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga perilaku selama berada di jalan. Disiplin berlalu lintas, menghormati pengguna jalan lain, serta menghindari tindakan yang dapat memicu gesekan menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Perlu dipahami pula bahwa pengawalan polisi bukan berarti setiap rombongan otomatis mendapatkan hak untuk didahulukan. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengatur pengguna jalan yang memperoleh hak utama, termasuk konvoi atau kendaraan untuk kepentingan tertentu berdasarkan pertimbangan petugas kepolisian.

Karena itu, konvoi perguruan silat sebaiknya direncanakan dengan komunikasi yang jelas sejak awal. Koordinasi dengan aparat, kedisiplinan peserta, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, dan kepedulian terhadap pengguna jalan lain menjadi langkah penting agar kegiatan tetap berjalan tanpa berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
kamtibmas tulungagung konvoi perguruan silat ketertiban lalu lintas pengamanan konvoi koordinasi konvoi dengan aparat