Mengapa Harga Jagung Penting bagi Peternak Ayam? Ini Pengaruh Biaya Pakan terhadap Keuntungan Usaha

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:33 WIB
Harga jagung memengaruhi biaya pakan dan keuntungan peternak ayam. Simak alasan harga jagung penting bagi keberlangsungan usaha.(ILUSTRASI AI)
Harga jagung memengaruhi biaya pakan dan keuntungan peternak ayam. Simak alasan harga jagung penting bagi keberlangsungan usaha.(ILUSTRASI AI)

TULUNGAGUNG – Harga jagung menjadi salah satu faktor penting dalam usaha peternakan ayam karena bahan baku pakan berkaitan langsung dengan biaya produksi. Ketika harga jagung naik atau pasokannya sulit diperoleh, peternak perlu mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.

Bagi peternak, harga jagung bukan sekadar persoalan harga satu komoditas. Jagung merupakan salah satu bahan baku utama pakan unggas sehingga perubahan harganya dapat memengaruhi beban biaya yang harus ditanggung selama menjalankan usaha.

Karena itu, harga jagung ikut menentukan seberapa besar ruang keuntungan yang dimiliki peternak. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa ketersediaan jagung pakan dengan harga yang lebih terjangkau menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika harga hasil ternak di tingkat peternak sedang mengalami tekanan.

Baca Juga: 433 Peternak Ayam Tulungagung Menunggu Jagung Subsidi, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Mengapa Harga Jagung Berpengaruh pada Biaya Pakan?

Pakan merupakan kebutuhan yang terus berulang dalam usaha peternakan ayam. Artinya, perubahan harga bahan baku pakan dapat berpengaruh terhadap biaya produksi selama periode pemeliharaan.

Ketika harga bahan baku meningkat, biaya untuk menyediakan pakan juga berpotensi meningkat. Sebaliknya, pasokan jagung dengan harga lebih terjangkau dapat membantu peternak mengurangi tekanan biaya produksi.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan bahwa program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan memang ditujukan untuk membantu peternak unggas memperoleh bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau. Pemerintah menetapkan harga SPHP jagung pakan Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.

Bapanas juga menyebut fluktuasi harga jagung perlu dijaga karena dapat merembet pada harga telur ayam ras dan daging ayam ras. Dengan demikian, stabilitas bahan baku pakan tidak hanya berkaitan dengan peternak, tetapi juga dengan keberlanjutan produksi unggas.

Baca Juga: Curi Jagung Saat Selepan Berujung Damai, Empat Warga Gesikan Bayar Kompensasi Rp1,5 Juta dan Bantu K

Saat Harga Pakan Tinggi, Peternak Menghadapi Tekanan Ganda

Persoalan biaya produksi menjadi lebih berat ketika harga jual hasil peternakan justru berada dalam tekanan. Dalam kondisi seperti itu, kenaikan biaya pakan dapat mempersempit selisih antara penerimaan dan pengeluaran peternak.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menjalankan SPHP jagung pakan. Pada April 2026, Bapanas mencatat harga jagung di tingkat peternak mencapai Rp6.758 per kilogram, lebih tinggi dari HAP Rp5.800 per kilogram. Pemerintah kemudian menugaskan Bulog menyalurkan jagung dengan harga yang lebih terjangkau.

Program tersebut menyasar peternak skala mikro, kecil, dan menengah. Hingga 2026, pemerintah menetapkan alokasi SPHP jagung pakan dan menyalurkannya melalui koperasi atau asosiasi kepada peternak yang telah terdaftar dalam ketentuan program.

Di Tulungagung, persoalan akses terhadap jagung subsidi juga menjadi perhatian. Sebanyak 433 peternak tercatat masuk dalam dua tahap pengajuan, terdiri atas 307 peternak pada tahap pertama dan 126 peternak pada tahap kedua.

Namun, masuk dalam daftar pengajuan belum berarti jagung langsung diterima. Data harus melalui persetujuan pemerintah pusat, kemudian terdapat proses penyaluran dan pembayaran deposit oleh asosiasi sebelum jagung dapat diambil.

Baca Juga: Tangkapan Ikan Minim Akibat Cuaca dan Bulan Purnama, Nelayan di PPP Popoh Tulungagung Pilih Panen Jagung

Mengapa Peternak Perlu Memperhatikan Harga dan Pasokan?

Situasi tersebut menunjukkan bahwa peternak tidak hanya membutuhkan harga jagung yang terjangkau, tetapi juga kepastian pasokan. Dalam program pemerintah, lokasi pengambilan jagung pun dapat berbeda-beda karena mengikuti stok dan titik distribusi yang ditentukan.

Bapanas pada Agustus 2026 bahkan mengusulkan tambahan kuota SPHP jagung pakan hingga 150 ribu ton untuk memperkuat perlindungan bagi peternak mikro yang rentan terhadap fluktuasi harga pakan. Program yang berjalan memiliki kuota awal 213,2 ribu ton.

Bagi peternak, kondisi tersebut membuat pengelolaan biaya pakan menjadi bagian penting dari keberlangsungan usaha. Harga bahan baku perlu diperhatikan bersama ketersediaan pasokan dan harga jual ayam atau telur agar keputusan produksi tidak hanya melihat satu sisi.

Pada akhirnya, harga jagung memiliki pengaruh penting karena biaya pakan merupakan bagian yang terus muncul dalam operasional peternakan. Ketika harga jagung lebih stabil dan pasokan tersedia, tekanan biaya produksi dapat lebih terkendali sehingga usaha peternakan memiliki ruang lebih baik untuk tetap berjalan.

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
biaya pakan ayam jagung pakan subsdi jagung peternak ayam harga jagung