RADAR TULUNGAGUNG - Operasi pasar beras merupakan salah satu cara yang dapat digunakan pemerintah ketika pasokan di masyarakat mulai terbatas atau harga bergerak naik. Melalui operasi pasar beras, stok yang dikuasai pemerintah dapat disalurkan kembali ke pasar agar masyarakat lebih mudah mendapatkan beras.
Langkah tersebut menjadi perhatian di Tulungagung setelah beras premium mulai sulit ditemukan di sejumlah toko. Harga beras premium ukuran 5 kilogram di beberapa titik bahkan dilaporkan berada di kisaran Rp81 ribu hingga Rp85 ribu.
Pemkab Tulungagung menyiapkan operasi pasar dengan menggandeng Perum Bulog. Langkah itu diarahkan untuk menjaga ketersediaan beras premium sekaligus meredam tekanan harga di tingkat konsumen.
Baca Juga: Beras Premium Mulai Sulit Ditemukan, Bagaimana Memilih Beras Sesuai Kebutuhan dan Anggaran?
Bagaimana Cara Kerja Operasi Pasar Beras?
Secara sederhana, operasi pasar bekerja dengan mempertemukan stok pangan yang tersedia dengan wilayah atau masyarakat yang membutuhkan. Ketika pasokan di pasar terganggu atau harga mengalami tekanan, pemerintah dapat menyalurkan cadangan pangan melalui saluran penjualan yang ditentukan.
Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah mengatur bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dikelola dan disalurkan melalui penugasan kepada Perum Bulog. CBP dapat berupa gabah, beras medium, maupun beras premium.
Dalam aturan tersebut, Operasi Pasar Umum didefinisikan sebagai penjualan langsung kepada masyarakat melalui pasar rakyat, toko swalayan, koperasi atau asosiasi, distributor, perdagangan elektronik, maupun lokasi yang mudah dijangkau konsumen.
Artinya, operasi pasar tidak selalu berarti pemerintah membuka lapak khusus di satu lokasi. Penyaluran dapat dilakukan melalui berbagai saluran agar stok lebih dekat dengan konsumen.
Baca Juga: Harga Beras Premium Naik saat Pasokan Terbatas, Ini 5 Faktor yang Perlu Diketahui Konsumen
Mengapa Stok Pemerintah Bisa Membantu Harga?
Masuknya stok pemerintah ke pasar dapat menambah pilihan pasokan bagi masyarakat. Ketika beras lebih mudah diperoleh, tekanan akibat keterbatasan barang dapat dikurangi.
Bapanas juga menjelaskan bahwa stabilisasi harga dilakukan melalui sejumlah instrumen, termasuk penyaluran beras SPHP dan Gerakan Pangan Murah. Pada 2026, SPHP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Pengelolaan CBP sendiri tidak hanya berkaitan dengan menyimpan beras di gudang. Aturan terbaru mencakup penyimpanan, pemeliharaan, pemerataan stok antardaerah, pengolahan, hingga pelepasan stok. Proporsi stok juga memperhatikan penugasan penyaluran, pola panen, situasi harga, serta persebaran stok antarwaktu dan wilayah.
Mekanisme tersebut membuat stok pemerintah dapat digunakan sebagai instrumen ketika kondisi pasar membutuhkan tambahan pasokan. Jadi, tujuan operasi pasar bukan sekadar menjual beras, tetapi membantu menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Beras Premium Tulungagung Mulai Langka, Harga Tembus Rp 85 Ribu per 5 Kg
Apa Dampaknya bagi Konsumen?
Bagi masyarakat, operasi pasar beras dapat memberikan manfaat terutama ketika beras tertentu mulai sulit diperoleh atau harganya meningkat. Tambahan pasokan memberi alternatif tempat pembelian sekaligus membantu mencegah kelangkaan berlangsung lebih lama.
Namun, operasi pasar tetap perlu didukung distribusi yang tepat. Bapanas pada 2026 menekankan bahwa pemerintah daerah perlu memantau harga, stok, dan distribusi secara rutin agar gejolak dapat terdeteksi lebih awal.
Kondisi Tulungagung menunjukkan pentingnya langkah antisipasi tersebut. Informasi mengenai kelangkaan beras premium belum diterima secara resmi oleh tim sekretariat pangan saat pemerintah daerah menyiapkan operasi pasar. Namun, langkah persiapan dilakukan lebih awal agar keterbatasan pasokan tidak berlarut dan membebani konsumen.
Dalam konteks ini, masyarakat tetap perlu memperhatikan jenis beras, berat kemasan, harga per kilogram, serta saluran penjualan resmi ketika membeli beras dalam operasi pasar. Harga murah tidak selalu berarti produk yang sama dengan beras premium yang biasa dibeli, sehingga label dan kualitas perlu diperiksa.
Pada akhirnya, operasi pasar beras merupakan bagian dari mekanisme stabilisasi pangan. Ketika stok pemerintah dapat disalurkan ke wilayah yang membutuhkan melalui jalur yang tepat, ketersediaan di tingkat konsumen dapat diperkuat dan tekanan harga dapat diredam. Regulasi 2026 juga menegaskan bahwa pengelolaan cadangan beras pemerintah memang diarahkan untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas harga beras di tingkat produsen dan konsumen.
Editor : Vidya Sajar FitriSumber : Diolah dari berbagai sumber