Beras Premium Langka dan Harga Naik, Ini Cara Belanja Beras Tetap Hemat Tanpa Salah Pilih

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 15:48 WIB
Belanja beras tetap hemat saat premium langka. Simak cara membandingkan harga, memilih alternatif, dan mengecek label sebelum membeli.(ILUSTRASI AI)
Belanja beras tetap hemat saat premium langka. Simak cara membandingkan harga, memilih alternatif, dan mengecek label sebelum membeli.(ILUSTRASI AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Belanja beras tetap hemat saat harga beras premium naik tidak selalu berarti harus membeli beras dengan harga paling murah. Konsumen dapat menyesuaikan jenis beras dengan kebutuhan, membandingkan harga berdasarkan berat, serta memeriksa label sebelum menentukan pilihan.

Langkah belanja beras tetap hemat menjadi relevan ketika pasokan beras premium di sejumlah wilayah Tulungagung mulai sulit ditemukan. Dalam pemantauan di Pasar Ngunut pada 8 September, beras premium kemasan 5 kilogram ditemukan seharga Rp81 ribu, sedangkan HET yang tercantum dalam laporan pemantauan tersebut Rp74.500 per 5 kilogram.

Pada pemantauan 14 September, harga beras premium 5 kilogram di Pasar Ngemplak bahkan ditemukan mencapai Rp85 ribu. Sejumlah supermarket juga dilaporkan mengalami kekosongan beberapa merek dan ukuran beras premium. Kondisi itu membuat strategi belanja beras tetap hemat perlu dilakukan dengan melihat kebutuhan, bukan sekadar mengikuti jenis beras yang sedang sulit diperoleh.

Baca Juga: Operasi Pasar Beras, Ini Cara Kerjanya untuk Menjaga Ketersediaan dan Harga

Bandingkan Harga Beras Berdasarkan Kebutuhan

Cara pertama adalah menghitung harga berdasarkan kilogram, bukan hanya melihat harga pada kemasan. Beras Rp85 ribu untuk 5 kilogram berarti sekitar Rp17 ribu per kilogram. Perhitungan sederhana ini membantu konsumen membandingkan produk dengan ukuran kemasan berbeda secara lebih adil.

Selanjutnya, tentukan berapa banyak beras yang benar-benar dibutuhkan dalam satu periode. Membeli kemasan lebih besar memang dapat terlihat praktis, tetapi konsumen tetap perlu mempertimbangkan kemampuan konsumsi rumah tangga dan anggaran yang tersedia.

Jenis beras juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Beras premium merupakan salah satu kelas mutu beras, sehingga label premium tidak otomatis berarti produk tersebut harus dipilih untuk seluruh kebutuhan rumah tangga.

Badan Pangan Nasional menekankan pentingnya ketepatan informasi pada label beras. Informasi seperti nama produk, berat bersih, kelas mutu, tanggal atau kode produksi, nomor pendaftaran, dan HET menjadi bagian yang perlu diperhatikan konsumen ketika membeli beras terkemas.

Baca Juga: Beras Premium Mulai Sulit Ditemukan, Bagaimana Memilih Beras Sesuai Kebutuhan dan Anggaran?

Jangan Abaikan Pilihan Beras Medium dan SPHP

Ketika beras premium mengalami keterbatasan pasokan atau harganya meningkat, konsumen dapat mempertimbangkan beras kelas lain yang sesuai kebutuhan dan anggaran. Pilihan tersebut dapat membantu rumah tangga mengendalikan pengeluaran tanpa harus memaksakan pembelian produk yang sedang mahal.

Dalam kondisi Tulungagung, laporan pemantauan menunjukkan situasi beras SPHP berbeda dari premium. Saat beras premium sulit ditemukan dan harganya meningkat, beras SPHP masih tersedia di Pasar Ngunut dengan harga di bawah HET.

Program SPHP memang dirancang sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga pangan. Bapanas menyebut penyaluran SPHP dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk pedagang pengecer di pasar tradisional, pasar modern, kios pangan, outlet binaan pemerintah daerah, serta Gerakan Pangan Murah.

Pada September 2026, pemerintah juga menambah alokasi SPHP beras setelah realisasi penjualan mencapai 758 ribu ton atau 91,55 persen dari target awal 828 ribu ton per 7 September. Tambahan tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan beras dengan harga terjangkau hingga akhir tahun.

Artinya, konsumen tidak harus terpaku pada satu merek atau satu kelas beras. Selama produk sesuai kebutuhan, memiliki label yang jelas, dan dijual melalui saluran yang dapat dipertanggungjawabkan, pilihan alternatif dapat dipertimbangkan.

Baca Juga: Harga Beras Premium Naik saat Pasokan Terbatas, Ini 5 Faktor yang Perlu Diketahui Konsumen

Cek Label dan Jangan Tergoda Klaim Kemasan

Harga bukan satu-satunya hal yang perlu diperiksa ketika membeli beras. Kondisi kemasan, berat bersih, kelas mutu, serta informasi produk perlu dicocokkan sebelum pembayaran.

Bapanas juga terus melakukan pengawasan terhadap mutu dan pelabelan beras. Pada Juni 2026, misalnya, lembaga tersebut melaporkan adanya indikasi ketidaksesuaian mutu pada produk yang dipasarkan dengan kelas tertentu dan menyatakan temuan tersebut akan ditindaklanjuti.

Konsumen juga perlu berhati-hati terhadap klaim tambahan pada kemasan yang membuat harga produk jauh lebih tinggi. Bapanas pada Agustus 2026 menegaskan bahwa klaim pada produk pangan harus dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan ketentuan pelabelan.

Dengan kondisi beras premium yang sedang terbatas di sejumlah titik Tulungagung, belanja beras tetap hemat dapat dilakukan dengan membandingkan harga per kilogram, menyesuaikan jenis beras dengan kebutuhan, dan mempertimbangkan alternatif yang tersedia.

Langkah tersebut menjadi semakin penting karena intervensi pemerintah melalui Bulog masih disiapkan untuk menjaga pasokan beras premium. Bagi konsumen, pilihan paling praktis adalah tidak membeli secara terburu-buru, memeriksa informasi produk, serta memilih beras berdasarkan kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
harga beras premium belanja beras tetap hemat cara membeli beras hemat Beras sphp tips memilih beras