RADAR TULUNGAGUNG - Ketika anggota keluarga belum ditemukan setelah kecelakaan, keluarga perlu tetap mengumpulkan informasi, menjaga komunikasi dengan pusat koordinasi pencarian, serta menyiapkan data korban yang dibutuhkan. Langkah tersebut membantu keluarga mengikuti perkembangan operasi tanpa menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kondisi anggota keluarga belum ditemukan tidak otomatis berarti keluarga harus mencari sendiri ke lokasi kejadian. Dalam operasi pencarian dan pertolongan, informasi mengenai perkembangan pencarian perlu mengikuti koordinasi petugas SAR dan sumber resmi agar data yang diterima tidak simpang siur.
Karena itu, ketika anggota keluarga belum ditemukan, keluarga dapat menunjuk perwakilan untuk menjadi penghubung dengan pihak yang menangani pencarian. Perwakilan tersebut bisa mencatat setiap informasi yang diterima, termasuk waktu, sumber informasi, dan perkembangan terbaru.
Baca Juga: Kecelakaan Jalan Pahlawan Kedungwaru Tulungagung, Motor Vario Tabrak Belakang Truk
Siapkan Data Korban dan Satu Kontak Keluarga
Salah satu hal penting yang dapat dilakukan keluarga adalah menyiapkan identitas korban secara lengkap. Data seperti nama lengkap, usia, jenis kelamin, alamat, nomor identitas jika diperlukan, ciri fisik, serta informasi perjalanan dapat membantu proses pendataan.
Dokumen atau informasi pendukung sebaiknya dikumpulkan dalam satu tempat agar mudah diberikan ketika petugas membutuhkan verifikasi. Keluarga juga dapat menyiapkan foto terbaru korban apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam proses pencarian atau identifikasi.
Basarnas dalam prosedur layanan pencarian dan pertolongan mencantumkan pentingnya informasi kejadian yang jelas serta kontak yang dapat dihubungi. Laporan dan informasi tersebut kemudian diverifikasi sebelum petugas melakukan pencarian lebih lanjut.
Keluarga juga sebaiknya menentukan satu atau beberapa orang yang bertugas menerima informasi. Cara ini membantu mengurangi kemungkinan informasi berbeda-beda beredar di antara anggota keluarga.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Ngantru Tewaskan Dua Orang, Polisi Ingatkan Pengendara Tak Gegabah Saat Mendahului
Catat Setiap Informasi dari Pusat Pencarian
Ketika operasi SAR berlangsung, keluarga sebaiknya mencatat informasi yang diterima secara berkala. Catatan sederhana dapat berisi tanggal dan waktu pembaruan, siapa yang menyampaikan informasi, perkembangan status korban, serta langkah pencarian yang sedang dilakukan.
Hal tersebut penting terutama ketika operasi melibatkan banyak unsur. Informasi dari pesan berantai, unggahan media sosial, atau pihak yang tidak terlibat langsung sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai informasi resmi.
Dalam pedoman penyelenggaraan pencarian dan pertolongan, Basarnas menekankan komunikasi dengan keluarga korban dilakukan dengan informasi yang jelas dan tetap memperhatikan aspek etika dalam penyampaian perkembangan operasi SAR.
Keluarga juga dapat meminta penjelasan mengenai saluran komunikasi resmi yang digunakan selama operasi. Dengan begitu, pembaruan informasi dapat diperoleh dari sumber yang jelas tanpa harus bergantung pada kabar yang belum terverifikasi.
Jangan Terburu-buru Menyimpulkan Status Korban
Hal lain yang perlu dijaga adalah penggunaan istilah mengenai status korban. Selama operasi pencarian masih berlangsung dan belum ada penetapan berdasarkan informasi resmi, keluarga maupun masyarakat sebaiknya tidak membuat kesimpulan sendiri mengenai keberadaan korban.
Dalam kasus kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, dua warga Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, yakni Danil Iswahyudi, 40, dan Sukardi, 51, masih dalam pencarian berdasarkan data yang diberitakan pada Jumat (18/9).
Warga Dusun Cikalan kemudian menggelar doa bersama selama beberapa hari sebagai bentuk dukungan kepada keluarga. Kegiatan tersebut berlangsung hingga Sabtu malam dan dilakukan secara swadaya dengan dukungan warga sekitar.
Di sisi lain, keluarga Danil masih menunggu informasi dari pusat koordinasi pencarian. Keterbatasan transportasi dan biaya membuat keluarga di kampung halaman belum dapat menyusul langsung ke lokasi, sehingga perwakilan keluarga memilih menunggu perkembangan dari pihak yang berada di lokasi.
Berdasarkan data resmi terakhir yang tercantum dalam berita tersebut, dari total 243 penumpang, 114 orang dinyatakan selamat, enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 lainnya masih dalam pencarian.
Dalam situasi seperti ini, keluarga dapat memusatkan perhatian pada tiga hal: memastikan data korban lengkap, menunjuk kontak keluarga untuk menerima informasi, dan mengikuti pembaruan dari pihak yang berwenang. Operasi SAR sendiri merupakan layanan pencarian dan pertolongan yang memiliki dasar hukum nasional, termasuk UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
Dengan langkah tersebut, keluarga tetap dapat berperan aktif memberikan informasi yang diperlukan tanpa mengganggu proses pencarian. Yang paling penting, setiap perkembangan mengenai korban sebaiknya menunggu keterangan resmi dari pihak yang menangani operasi SAR.
Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber