Dukungan Warga bagi Keluarga Korban yang Masih Dicari, Ini Bentuk Solidaritas yang Bisa Dilakukan

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 09:50 WIB
Dukungan warga bagi keluarga korban bisa berupa pendampingan, bantuan praktis, dan menjaga informasi tetap akurat selama pencarian.(ILUSTRASI AI)
Dukungan warga bagi keluarga korban bisa berupa pendampingan, bantuan praktis, dan menjaga informasi tetap akurat selama pencarian.(ILUSTRASI AI)

TULUNGAGUNG - Dukungan warga bagi keluarga korban dapat menjadi bagian penting ketika seseorang masih dalam pencarian setelah kecelakaan. Dukungan tersebut tidak harus selalu berupa bantuan materi, tetapi juga dapat diberikan melalui pendampingan, penyediaan kebutuhan sehari-hari, menjaga komunikasi, hingga membantu keluarga melewati masa penantian.

Dukungan warga bagi keluarga korban juga diperlukan karena keluarga dapat menghadapi tekanan emosional dan ketidakpastian selama proses pencarian berlangsung. Dalam situasi krisis, WHO menjelaskan bahwa bantuan awal yang baik mencakup dukungan praktis dan psikososial dengan tetap menghormati kebutuhan, martabat, serta kemampuan orang yang terdampak.

Karena itu, dukungan warga bagi keluarga korban sebaiknya diberikan secara terarah dan tidak menambah beban keluarga. Warga dapat membantu hal-hal yang memang dibutuhkan, sekaligus memastikan informasi mengenai korban tetap diperoleh melalui jalur yang jelas.

Baca Juga: Warga Majan Tulungagung Gelar Doa Bersama untuk Dua Korban KM Virgo Transport 8

Dukungan Tidak Harus Berupa Bantuan Materi

Salah satu bentuk solidaritas yang sederhana adalah hadir untuk keluarga. Warga dapat menemani anggota keluarga yang sedang menunggu kabar, membantu kebutuhan rumah tangga, atau memastikan ada orang yang dapat dihubungi ketika keluarga membutuhkan bantuan.

WHO memasukkan kebutuhan dasar, informasi yang benar mengenai kejadian dan orang yang terdampak, kemampuan menghubungi keluarga, serta dukungan sosial sebagai kebutuhan yang dapat muncul setelah peristiwa krisis.

Dukungan juga dapat diberikan melalui kegiatan sosial yang sesuai dengan kondisi keluarga dan lingkungan. Doa bersama, misalnya, dapat menjadi bentuk dukungan komunitas ketika keluarga menghendakinya. Yang terpenting, kegiatan tersebut tidak mengganggu proses pencarian maupun membuat keluarga merasa harus mengikuti kegiatan tertentu.

Bantuan makanan dan minuman juga dapat menjadi dukungan praktis. Namun, pemberi bantuan sebaiknya menyesuaikan kebutuhan keluarga agar bantuan benar-benar bermanfaat dan tidak menimbulkan pemborosan.

Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Rejoagung Berakhir dengan Dua Korban Luka, Polisi Soroti Pentingnya Konsentrasi Berkendara

Jaga Informasi agar Tidak Menambah Kecemasan

Dalam situasi korban masih dalam pencarian, informasi menjadi kebutuhan penting. Keluarga biasanya menunggu perkembangan dari pusat koordinasi atau pihak yang terlibat langsung dalam operasi pencarian.

Karena itu, warga sebaiknya tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Informasi mengenai korban, lokasi penemuan, jumlah korban, atau perkembangan pencarian sebaiknya terlebih dahulu dipastikan berasal dari pihak yang berwenang.

WHO juga menempatkan informasi yang benar dan mudah dipahami sebagai salah satu kebutuhan orang yang terdampak krisis. Dukungan yang baik berarti membantu keluarga memperoleh informasi yang diperlukan tanpa menambah kebingungan.

Dalam kasus KM Virgo Transport 8, warga Dusun Cikalan, Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, menggelar doa bersama untuk Danil Iswahyudi, 40, dan Sukardi, 51. Keduanya masih dalam pencarian setelah kecelakaan kapal di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9).

Kegiatan tersebut memasuki hari ketiga pada Jumat (18/9) dan direncanakan berlangsung hingga Sabtu malam. Ajakan kegiatan disampaikan secara mendadak kepada keluarga melalui pesan WhatsApp, tetapi mendapat respons dari warga, tetangga, dan kerabat.

Baca Juga: Selamat dari Tragedi KM Virgo, Warga Tulungagung Terombang-ambing 6 Jam di Laut Jawa

Bentuk Solidaritas yang Bisa Dilakukan

Warga tidak harus melakukan sesuatu yang besar untuk membantu keluarga korban. Menemani keluarga, membantu kebutuhan harian, menyediakan makanan, atau membantu menyampaikan informasi dari sumber resmi dapat menjadi bentuk dukungan yang lebih langsung.

WHO menyebut psychological first aid sebagai bantuan manusiawi, suportif, dan praktis kepada orang yang mengalami krisis. Prinsipnya antara lain mendengarkan tanpa memaksa seseorang bercerita, membantu memenuhi kebutuhan dasar, memberikan rasa tenang, serta menghubungkan orang yang membutuhkan dengan layanan dan dukungan sosial.

Dalam kondisi keluarga masih menunggu pencarian, warga juga perlu memberi ruang ketika anggota keluarga ingin beristirahat atau tidak ingin berbicara. Dukungan tidak berarti terus-menerus menanyakan perkembangan korban, karena pertanyaan berulang justru dapat membuat keluarga semakin terbebani.

Keluarga Danil dan Sukardi sendiri masih menunggu informasi dari pusat koordinasi pencarian. Keterbatasan transportasi dan biaya membuat keluarga di kampung halaman belum dapat menyusul ke lokasi, sehingga perwakilan keluarga menunggu perkembangan dari pihak yang berada di lokasi kejadian.

Berdasarkan data resmi terakhir dalam berita tersebut, dari total 243 penumpang KM Virgo Transport 8, sebanyak 114 orang dinyatakan selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa solidaritas warga dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Selama tidak mengganggu operasi pencarian dan tetap menghormati keluarga, kehadiran warga, bantuan praktis, dukungan emosional, serta penyampaian informasi yang benar dapat membantu keluarga melewati masa penantian dengan lebih tertata.

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
dukungan warga bagi keluarga korban keluarga korban belum ditemukan dukungan psikososial doa bersama solidaritas warga