TULUNGAGUNG - Kandang satwa bukan sekadar tempat untuk membatasi pergerakan hewan di kebun binatang. Kandang perlu disesuaikan dengan jenis hewan yang menempatinya agar kebutuhan fisik, perilaku, keamanan, dan perawatannya dapat terpenuhi.
Pentingnya kandang satwa sesuai jenis hewan menjadi semakin terlihat ketika satu kawasan memiliki beragam jenis satwa. Rusa, kasuari, dan kambing, misalnya, memiliki karakteristik serta kebutuhan yang berbeda sehingga tidak tepat jika seluruhnya ditempatkan dengan rancangan fasilitas yang sama.
Penataan kandang juga berkaitan dengan kesejahteraan satwa. World Association of Zoos and Aquariums (WAZA) menekankan bahwa lingkungan tempat satwa berada harus memperhatikan kebutuhan fisik dan perilaku yang spesifik untuk masing-masing jenis.
Kandang Harus Mengikuti Kebutuhan Satwa
Setiap jenis satwa memiliki kebutuhan yang perlu diperhatikan dalam perancangan fasilitas. Bukan hanya ukuran area, tetapi juga kondisi lingkungan, ruang bergerak, tempat berlindung, serta kesempatan melakukan perilaku yang sesuai dengan karakter alaminya.
WAZA menggunakan pendekatan kesejahteraan yang mencakup aspek nutrisi, lingkungan, kesehatan fisik, perilaku, dan kondisi mental. Artinya, kondisi kandang merupakan salah satu bagian yang dapat memengaruhi kesejahteraan satwa secara keseluruhan.
Karena itu, memperbaiki kandang tidak cukup hanya dengan membuat bangunan terlihat lebih baru. Penataan perlu didasarkan pada kebutuhan satwa yang akan menempatinya.
Kebutuhan tersebut juga dapat berbeda antara satu individu dengan individu lain. Association of Zoos and Aquariums (AZA) menyebut penilaian kesejahteraan yang semakin disesuaikan dengan karakteristik spesies dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi satwa.
Rusa, Kasuari, dan Kambing Tak Bisa Disamakan
Konteks tersebut relevan dengan penataan kebun binatang di kawasan Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung. Fasilitas yang sudah lama akan dibenahi dengan anggaran sekitar Rp350 juta dari APBD, termasuk pagar kawasan dan sejumlah kandang satwa.
Salah satu fokusnya adalah kandang rusa. Area tersebut akan ditata ulang sekaligus diperluas agar dimensinya lebih memadai.
Penataan juga dilakukan karena terdapat dua ekor kasuari yang sebelumnya belum memiliki tempat khusus. Bagian utara kandang rusa direncanakan dibagi untuk menjadi area kasuari, sementara kandang rusa tetap diperbaiki dan diperbesar.
Selain itu, disiapkan pula kandang untuk kambing lokal Tulungagung. Penataan beberapa fasilitas tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan setiap satwa perlu menjadi pertimbangan ketika menentukan fungsi ruang di dalam kawasan.
Rencana pekerjaan diperkirakan dimulai pada awal Oktober dan berlangsung sekitar dua hingga dua setengah bulan. Proses pengadaan pekerjaan telah berjalan sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Fasilitas Memadai Mendukung Perawatan Satwa
Kandang yang sesuai juga membantu pengelola menjalankan perawatan satwa. Ketika fasilitas dirancang berdasarkan kebutuhan spesies, pengelola dapat lebih mudah mengatur lingkungan, pemantauan kesehatan, pemberian pakan, hingga aktivitas satwa.
AZA mencantumkan lingkungan hidup, kelompok sosial, kesehatan, nutrisi, pengayaan perilaku, serta fasilitas fisik sebagai bagian yang dinilai dalam pengelolaan kesejahteraan satwa di lembaga yang terakreditasi.
Pengayaan atau enrichment juga penting karena membantu memberikan variasi dan merangsang perilaku alami satwa. Dengan demikian, kandang tidak semestinya dipandang hanya dari sisi luas atau tampilan fisiknya.
Perbaikan fasilitas juga perlu diikuti pemantauan setelah satwa menempati kandang. Respons perilaku dan kondisi fisik satwa dapat menjadi bagian dari evaluasi apakah lingkungan yang disediakan sudah sesuai.
Pada akhirnya, kandang satwa yang memadai bukan hanya soal membuat kawasan kebun binatang terlihat lebih tertata. Fasilitas tersebut harus mendukung kebutuhan masing-masing hewan, mulai dari lingkungan, kesehatan, perilaku hingga keamanan.
Prinsip tersebut membuat penataan kandang perlu dilakukan berdasarkan karakter satwa, bukan sekadar menyamakan desain untuk semua jenis. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan spesies, fasilitas kebun binatang dapat lebih mendukung kesejahteraan satwa sekaligus membantu pengelola menjalankan perawatan secara lebih terarah.
Editor : Vidya Sajar FitriSumber : Diolah dari berbagai sumber