Menata Kebun Binatang agar Nyaman bagi Satwa dan Pengunjung, Ini yang Perlu Diperhatikan

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:40 WIB
Cara menata kebun binatang perlu memperhatikan satwa dan pengunjung. Simak fasilitas yang penting untuk keamanan dan kenyamanan.(ILUSTRASI AI)
Cara menata kebun binatang perlu memperhatikan satwa dan pengunjung. Simak fasilitas yang penting untuk keamanan dan kenyamanan.(ILUSTRASI AI)

TULUNGAGUNG - Menata kebun binatang tidak cukup hanya dengan memperbaiki tampilan kawasan. Cara menata kebun binatang perlu memperhatikan kebutuhan satwa sekaligus keamanan dan kenyamanan pengunjung yang datang melihat koleksi hewan.

Menata kebun binatang juga berarti memastikan setiap fasilitas memiliki fungsi yang jelas. Kandang harus sesuai dengan kebutuhan satwa, pagar harus mampu menjaga batas aman, sedangkan jalur pengunjung perlu memungkinkan masyarakat menikmati kawasan tanpa mengganggu hewan.

Prinsip tersebut penting karena kebun binatang merupakan ruang yang mempertemukan manusia dan satwa. WAZA menekankan bahwa fasilitas harus berorientasi pada kebutuhan fisik dan perilaku satwa, sementara interaksi dengan pengunjung perlu mempertimbangkan kesejahteraan dan keselamatan kedua pihak.

Baca Juga: Mengapa Kandang Satwa Perlu Disesuaikan dengan Jenis Hewan? Ini Pentingnya Fasilitas yang Memadai

Pisahkan Kebutuhan Satwa dan Pengunjung

Langkah pertama dalam menata kebun binatang adalah menentukan fasilitas berdasarkan fungsi. Area satwa tidak hanya membutuhkan kandang, tetapi juga lingkungan yang memungkinkan hewan menjalankan perilaku yang sesuai dengan karakter spesiesnya.

WAZA menggunakan pendekatan Five Domains dalam kesejahteraan satwa. Aspek yang diperhatikan mencakup nutrisi, lingkungan, kesehatan fisik, perilaku, serta kondisi mental. Karena itu, desain habitat menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan kesejahteraan hewan.

Di sisi lain, pengunjung membutuhkan ruang yang aman untuk melihat satwa. Pagar, pembatas, jalur berjalan, serta fasilitas pendukung perlu dirawat agar tidak menimbulkan risiko selama masyarakat berada di kawasan kebun binatang.

AZA mencatat bahwa keselamatan pengunjung, petugas, dan satwa merupakan bagian penting dari pengelolaan kebun binatang. Sistem pembatas habitat juga perlu dirancang berdasarkan jenis satwa dan perilakunya.

Baca Juga: Kebun Binatang Tulungagung Direvitalisasi, Anggaran Rp 350 Juta untuk Benahi Kandang

Kandang Perlu Disesuaikan dengan Jenis Satwa

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam rencana pembenahan kebun binatang di kawasan Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp350 juta dari APBD untuk membenahi pagar dan sejumlah kandang.

Salah satu fasilitas yang mendapat penataan adalah kandang rusa. Area tersebut akan diperbaiki dan diperluas sehingga memiliki dimensi yang lebih memadai.

Penataan juga dilakukan untuk menyediakan tempat bagi dua ekor kasuari yang sebelumnya belum memiliki kandang khusus. Bagian utara kandang rusa direncanakan dibagi untuk area kasuari, sedangkan area rusa tetap diperbaiki dan ditambah dimensinya.

Selain rusa dan kasuari, direncanakan pula pembangunan kandang untuk kambing lokal Tulungagung. Penempatan fasilitas berdasarkan jenis satwa menjadi penting karena kebutuhan ruang, lingkungan, perilaku, dan pengelolaan hewan tidak selalu sama.

AZA juga menyebut habitat perlu memperhatikan kemampuan serta kebutuhan unik setiap spesies. Selain itu, habitat dapat menyediakan area untuk satwa beristirahat dan mendapatkan privasi dari pandangan pengunjung.

Baca Juga: Maharani Zoo Lamongan dan Goa Maharani, Wisata Keluarga dengan Kebun Binatang hingga Gua Bawah Tanah

Fasilitas Harus Dirawat dan Dievaluasi

Penataan kebun binatang tidak berhenti ketika pembangunan fisik selesai. Fasilitas perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan kandang, pagar, jalur pengunjung, dan berbagai sarana pendukung tetap berfungsi.

Rencana pembenahan di kawasan Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa ditargetkan mulai awal Oktober. Pekerjaan fisiknya diperkirakan berlangsung sekitar dua hingga dua setengah bulan, sementara proses pengadaan telah berjalan.

Setelah fasilitas diperbaiki, kondisi satwa juga perlu menjadi bagian dari evaluasi. Perubahan perilaku, kondisi fisik, serta kemampuan satwa menjalankan aktivitas normal dapat menjadi informasi penting dalam menilai apakah lingkungan yang disediakan sudah sesuai.

Pengunjung juga memiliki peran dalam menjaga kawasan. AZA mengingatkan bahwa pengunjung tidak seharusnya melewati pembatas, melempar makanan atau benda ke habitat, maupun membuat suara yang dapat mengganggu satwa.

Dengan demikian, kebun binatang yang nyaman bukan sekadar kawasan dengan kandang baru atau pagar yang lebih baik. Penataan harus menghubungkan kebutuhan satwa, keselamatan pengunjung, kemampuan petugas, dan pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan.

Cara menata kebun binatang yang memperhatikan semua aspek tersebut membuat kawasan dapat berfungsi lebih baik sebagai ruang edukasi dan kunjungan masyarakat. Yang paling penting, perbaikan fasilitas tetap menjadikan kesejahteraan satwa serta keamanan pengunjung sebagai bagian utama dari perencanaan dan evaluasi.

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
kandang satwa kesejahteraan satwa fasilitas kebun binatang menata kebun binatang keamanan pengunjung