TULUNGAGUNG - Perawatan fasilitas kebun binatang perlu dilakukan secara berkala agar kandang, pagar, dan sarana pendukung tetap berfungsi sesuai kebutuhan. Pemeliharaan bukan hanya soal membuat kawasan terlihat rapi, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan satwa, petugas, dan pengunjung.
Perawatan fasilitas kebun binatang menjadi semakin penting ketika bangunan dan sarana sudah digunakan dalam waktu lama. Kerusakan pada bagian tertentu, perubahan kebutuhan satwa, maupun meningkatnya jumlah pengunjung dapat membuat fasilitas yang sebelumnya memadai perlu diperiksa dan disesuaikan kembali.
Karena itu, pemeliharaan sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika kerusakan sudah terlihat. Association of Zoos and Aquariums (AZA) menempatkan pemeriksaan dan pemeliharaan fasilitas sebagai bagian dari sistem keselamatan, termasuk pemeriksaan rutin serta perbaikan pada pagar, jalur pengunjung, dan sarana lainnya.
Baca Juga: Menata Kebun Binatang agar Nyaman bagi Satwa dan Pengunjung, Ini yang Perlu Diperhatikan
Pagar dan Kandang Perlu Diperiksa Rutin
Pagar merupakan salah satu fasilitas penting dalam kawasan kebun binatang. Selain membatasi area satwa, pagar dan pembatas juga membantu menciptakan jarak aman antara hewan dengan pengunjung.
Kondisi pembatas perlu diperiksa secara berkala karena fungsi utamanya bukan sekadar menjadi bagian dari tampilan kawasan. AZA menjelaskan bahwa kondisi penghalang di sekitar habitat perlu terus dipantau untuk menjaga keselamatan satwa, sedangkan fasilitas seperti pagar dan pembatas pengunjung harus dipelihara agar tetap aman.
Kandang juga tidak bisa hanya dinilai dari kondisi fisiknya. Kebutuhan satwa dapat menjadi alasan fasilitas harus diperbaiki, diperluas, atau ditata ulang.
WAZA menekankan bahwa lingkungan satwa perlu memperhatikan kebutuhan fisik dan perilaku masing-masing hewan. Pendekatan kesejahteraan satwa mencakup lingkungan, kesehatan fisik, nutrisi, perilaku, dan kondisi mental.
Baca Juga: Mengapa Kandang Satwa Perlu Disesuaikan dengan Jenis Hewan? Ini Pentingnya Fasilitas yang Memadai
Penataan Ulang Bisa Mengikuti Perubahan Kebutuhan
Gambaran tersebut terlihat dalam rencana pembenahan kebun binatang di kawasan Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp350 juta dari APBD untuk memperbaiki pagar sekaligus menata sejumlah kandang satwa.
Kandang rusa menjadi salah satu bagian yang akan diperbaiki. Area tersebut direncanakan ditata ulang dan diperluas agar dimensinya lebih memadai.
Penataan juga mencakup penyediaan tempat bagi dua ekor kasuari yang sebelumnya belum memiliki kandang khusus. Bagian utara kandang rusa akan dibagi untuk area kasuari, sementara kandang rusa tetap diperbaiki dan ditambah ukurannya.
Selain itu, direncanakan pembangunan kandang untuk kambing lokal Tulungagung. Penataan beberapa fasilitas sekaligus tersebut menunjukkan bahwa pemeliharaan kebun binatang juga perlu mengikuti kebutuhan satwa yang berada di dalamnya.
EAZA atau European Association of Zoos and Aquaria menyebut pedoman spesifik mengenai perawatan satwa digunakan antara lain ketika kebun binatang membangun kandang baru, menentukan kebutuhan nutrisi, atau mencari informasi mengenai biologi spesies. Pedoman tersebut membantu fasilitas menyesuaikan pengelolaan dengan kebutuhan satwa.
Perawatan Tidak Berhenti Setelah Renovasi
Perbaikan fisik merupakan salah satu tahap, tetapi pemeliharaan harus dilanjutkan setelah pekerjaan selesai. Kondisi kandang, pagar, jalur pengunjung, dan fasilitas lainnya perlu terus dipantau agar kerusakan dapat diketahui lebih awal.
AZA juga menempatkan pemeriksaan rutin, penilaian kesejahteraan satwa, serta perbaikan fasilitas sebagai bagian dari pengelolaan keselamatan. Dengan demikian, pemeliharaan bukan kegiatan sekali selesai, melainkan bagian dari pengelolaan fasilitas secara berkelanjutan.
Rencana pembenahan di kawasan Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa ditargetkan mulai awal Oktober. Pekerjaan fisiknya diperkirakan berlangsung sekitar dua hingga dua setengah bulan, sementara proses pengadaan telah berjalan.
Setelah perbaikan dilakukan, pengelola tetap perlu melihat apakah fasilitas tersebut benar-benar mendukung kebutuhan satwa dan pengunjung. Kondisi fisik kandang, perilaku satwa, keamanan pembatas, hingga kelancaran pergerakan pengunjung dapat menjadi bagian dari evaluasi.
Perawatan fasilitas kebun binatang pada akhirnya bukan hanya tentang memperpanjang usia bangunan. Pemeliharaan berkala membantu memastikan fasilitas tetap aman, sesuai kebutuhan satwa, dan dapat digunakan pengunjung dengan nyaman.
WAZA menegaskan bahwa kebun binatang modern perlu menerapkan pengetahuan ilmiah dan praktik terbaik dalam program kesejahteraan satwa secara berkelanjutan. Karena itu, pemeriksaan, perawatan, dan penyesuaian fasilitas perlu menjadi bagian dari pengelolaan rutin, bukan hanya dilakukan ketika kerusakan sudah parah.
Editor : Vidya Sajar FitriSumber : Diolah dari berbagai sumber