10 Jenis Kura-Kura yang Cocok Dipelihara di Rumah, Ada yang Bisa Hidup 70 Tahun !

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 17:40 WIB
10 jenis kura-kura yang cocok dipelihara di rumah, lengkap dengan ciri, makanan, ukuran, dan tips memilih. (Pinterest)
10 jenis kura-kura yang cocok dipelihara di rumah, lengkap dengan ciri, makanan, ukuran, dan tips memilih. (Pinterest)

JAKARTA - Jenis kura-kura yang cocok dipelihara di rumah cukup beragam, mulai dari kura-kura Brazil yang dikenal dengan bercak merah di dekat telinganya hingga kura-kura Indian Star dengan motif menyerupai bintang pada tempurungnya.

Sebelum memilih, calon pemilik perlu memahami perbedaan kura-kura air tawar dan kura-kura darat, kebutuhan makanan, ukuran saat dewasa, serta legalitas satwa. Sebab, tidak semua kura-kura memiliki kebutuhan perawatan yang sama, bahkan beberapa jenis dapat tumbuh sangat besar dan hidup selama puluhan tahun.

Baca Juga: Sejarah Pertarungan Hingga Kontes Kecantikan: Jejak Budidaya Ikan Cupang dari Thailand ke Indonesia

10 Jenis Kura-Kura yang Bisa Dipertimbangkan

Kura-kura merupakan reptil dengan karakteristik unik yang membuatnya diminati sebagai hewan peliharaan. Secara umum, kura-kura air tawar membutuhkan lingkungan perairan, sedangkan kura-kura darat lebih banyak beraktivitas di permukaan tanah. Kebutuhan habitat tersebut menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk memeliharanya.

Berikut sejumlah jenis kura-kura yang menarik untuk dikenal.

1. Kura-Kura Brazil

Kura-kura Brazil atau red-eared slider memiliki ciri khas bercak merah di bagian belakang mata. Tempurungnya didominasi warna hijau hingga kecokelatan, dengan bentuk tubuh yang mendukung aktivitas berenang.

Spesies ini membutuhkan kolam atau akuarium yang memadai, air bersih, area untuk berjemur, serta pencahayaan yang sesuai. Makanannya dapat mencakup pakan khusus kura-kura, sayuran, dan sumber protein hewani sesuai umur. Ukurannya bisa mencapai sekitar 25–30 sentimeter sehingga pemilik perlu menyiapkan tempat yang cukup luas.

2. Kura-Kura Ambon

Kura-kura Ambon dikenal memiliki tempurung berwarna gelap dan bentuk kepala yang khas. Satwa ini berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan menyukai lingkungan lembap dengan akses ke air.

Pakan dapat berupa tumbuhan maupun bahan hewani, bergantung pada kebutuhan dan kebiasaan makannya. Sebelum membeli, calon pemilik sebaiknya memastikan identitas spesies serta asal-usul satwa tersebut.

3. Kura-Kura Pipi Putih

Kura-kura pipi putih memiliki warna tubuh cenderung gelap dengan bercak pucat di sekitar pipi. Satwa ini menyukai perairan tenang dan dikenal lebih banyak mengonsumsi makanan hewani, seperti ikan kecil, udang, dan siput.

Pemisahan dari kura-kura lain terkadang diperlukan untuk mengurangi persaingan dan stres. Pemilik juga sebaiknya memilih individu hasil penangkaran yang legal, bukan satwa hasil tangkapan alam yang tidak jelas asal-usulnya.

4. Kura-Kura Matahari

Kura-kura matahari atau Heosemys spinosa mempunyai tepian tempurung menyerupai duri. Pola dan warna tubuhnya membantu menyamarkan diri di antara dedaunan.

Spesies ini membutuhkan habitat dengan kelembapan terjaga, tempat berlindung, serta akses air. Perawatannya tidak cukup hanya menyediakan wadah kecil karena lingkungan harus mendekati kebutuhan alaminya.

5. Kura-Kura Forsteni

Kura-kura Forsteni atau Indotestudo forstenii merupakan kura-kura darat endemik Sulawesi. Warna tempurungnya cenderung kuning kecokelatan dengan pola gelap.

Makanannya dapat mencakup dedaunan, rumput, buah tertentu, dan bahan lain sesuai kebutuhan. Karena persebarannya terbatas dan status konservasinya perlu diperhatikan, calon pemilik wajib memastikan legalitas serta sumber penangkarannya.

6. Kura-Kura Cherry Head

Cherry Head dikenal melalui warna merah hingga jingga pada bagian kepala dan kakinya. Kura-kura darat ini berasal dari Amerika Selatan dan memerlukan ruang gerak, tempat berlindung, serta pengaturan suhu dan kelembapan yang tepat.

Pakan utamanya perlu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi spesies, dengan dominasi bahan nabati dan variasi yang terkontrol.

7. Kura-Kura Sulcata

Sulcata menjadi salah satu kura-kura darat yang populer karena warna tempurungnya yang kekuningan. Namun, ukurannya menjadi pertimbangan penting. Saat dewasa, panjang tubuhnya dapat mendekati 80 sentimeter dan bobotnya bisa mencapai puluhan kilogram, bahkan sekitar 100 kilogram pada individu besar.

Spesies asal Afrika ini merupakan herbivora yang membutuhkan ruang luas dan pakan berserat tinggi. Umurnya dapat mencapai puluhan tahun, sehingga pemeliharaan harus direncanakan untuk jangka panjang.

8. Kura-Kura Leopard

Kura-kura Leopard mempunyai tempurung bercorak bintik atau garis hitam di atas dasar kuning. Pola tersebut membuat penampilannya mudah dikenali.

Satwa ini memakan tumbuhan dan membutuhkan ruang yang cukup luas. Ukuran serta kebutuhan lingkungan saat dewasa perlu diperhitungkan sebelum membelinya.

9. Kura-Kura Aligator

Kura-kura aligator memiliki kepala besar, rahang kuat, dan tempurung dengan tonjolan tajam. Berbeda dari kura-kura darat pemakan tumbuhan, spesies ini merupakan predator akuatik.

Karakter dan kekuatan gigitannya membuat kura-kura aligator tidak cocok untuk pemula atau penanganan sembarangan.

10. Kura-Kura Indian Star

Indian Star memiliki pola menyerupai bintang pada tempurungnya. Spesies asal Asia Selatan ini dikenal karena penampilannya yang mencolok dan ukurannya yang relatif lebih kecil dibandingkan sulcata.

Meski demikian, perawatannya tetap memerlukan pengaturan suhu, pencahayaan, kelembapan, dan nutrisi yang tepat. Status perlindungan serta dokumen asal-usulnya harus diperiksa sebelum transaksi.

Jangan Hanya Tergiur Penampilan

Memilih kura-kura tidak cukup berdasarkan warna atau harga. Calon pemilik harus menyiapkan habitat yang sesuai, pakan bergizi, perawatan kesehatan, serta anggaran jangka panjang. Kura-kura yang tampak kecil saat dibeli belum tentu tetap berukuran kecil ketika dewasa.

Selain itu, pastikan spesies yang dipilih boleh dipelihara dan diperjualbelikan secara legal. Membeli dari sumber penangkaran tepercaya serta memeriksa ketentuan konservasi merupakan langkah penting agar hobi memelihara reptil tidak merugikan kelestarian satwa liar.

Baca Juga: Sejarah Pertarungan Hingga Kontes Kecantikan: Jejak Budidaya Ikan Cupang dari Thailand ke Indonesia

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Media Guppy Channel
Kura-kura Brazil kura-kura Sulcata kura-kura Indian Star kura-kura darat kura-kura peliharaan