Kura-Kura Eksotis Ini Punya Corak Unik, tetapi 5 Jenis Berikut Perlu Diwaspadai Sebelum Dipelihara

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 17:45 WIB
Kura-kura eksotis punya corak unik, tetapi ukuran, perawatan, dan legalitasnya wajib diperhatikan sebelum dipelihara. (Pinterest)
Kura-kura eksotis punya corak unik, tetapi ukuran, perawatan, dan legalitasnya wajib diperhatikan sebelum dipelihara. (Pinterest)

JAKARTA - Kura-kura eksotis semakin menarik perhatian pencinta reptil karena memiliki bentuk tempurung, warna tubuh, dan karakter yang berbeda-beda.

Beberapa jenis yang dikenal antara lain kura-kura Matahari, Forsteni, Sulcata, Leopard, dan Indian Star. Namun, sebelum menjadikannya hewan peliharaan, masyarakat perlu memahami ukuran tubuh saat dewasa, kebutuhan habitat, pola makan, serta aturan perdagangan satwa. Penampilan menarik tidak selalu berarti kura-kura tersebut mudah dirawat atau aman dipelihara di rumah.

Baca Juga: Sejarah Pertarungan Hingga Kontes Kecantikan: Jejak Budidaya Ikan Cupang dari Thailand ke Indonesia

Kura-Kura Indonesia yang Memiliki Ciri Khas

Indonesia mempunyai beragam jenis kura-kura dengan karakteristik unik. Sebagian hidup di perairan, sedangkan lainnya lebih banyak beraktivitas di daratan dengan lingkungan lembap.

1. Kura-Kura Matahari

Kura-kura Matahari memiliki nama ilmiah Heosemys spinosa. Ciri paling mudah dikenali adalah bagian tepi tempurung yang membentuk tonjolan menyerupai duri. Warna cokelat pada tubuhnya membantu menyamarkan diri di antara tumpukan daun dan semak.

Spesies ini dapat ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk sejumlah wilayah Indonesia. Habitatnya berkaitan dengan lingkungan hutan lembap dan aliran air dangkal.

Keunikan bentuk tubuhnya membuat kura-kura Matahari menarik bagi penggemar reptil. Namun, kebutuhan habitat dan kondisi lingkungan harus menjadi pertimbangan utama. Pengambilan individu dari alam secara sembarangan berisiko mengganggu populasi di habitat aslinya.

2. Kura-Kura Forsteni

Kura-kura Forsteni atau Indotestudo forstenii merupakan spesies endemik Sulawesi. Tempurungnya mempunyai perpaduan warna kuning kecokelatan dan pola gelap yang memberikan tampilan khas.

Sebagai kura-kura darat, spesies ini membutuhkan tempat berlindung, kelembapan yang sesuai, dan ruang gerak memadai. Pakannya dapat mencakup berbagai bahan nabati dengan komposisi yang disesuaikan kebutuhan nutrisi.

Keberadaannya yang terbatas secara geografis membuat asal-usul satwa ini penting diperhatikan. Pembelian sebaiknya dilakukan hanya setelah calon pemilik memastikan dokumen legalitas dan ketentuan konservasi yang berlaku.

Kura-Kura Darat dengan Penampilan Paling Menarik

3. Kura-Kura Sulcata

Sulcata merupakan salah satu kura-kura darat yang populer di kalangan pencinta reptil. Tempurungnya berwarna kekuningan dengan bentuk tubuh yang kokoh.

Namun, ukuran dewasanya tidak bisa dianggap sepele. Panjang tubuhnya dapat mencapai sekitar 80 sentimeter, sementara bobot individu besar bisa mendekati 100 kilogram. Usianya juga dapat mencapai puluhan tahun.

Sulcata membutuhkan ruang luas untuk bergerak, area yang memungkinkan perilaku menggali, serta makanan berserat tinggi. Pemilik yang tinggal di rumah dengan halaman terbatas perlu mempertimbangkan kembali kemampuannya menyediakan lingkungan yang layak.

4. Kura-Kura Leopard

Kura-kura Leopard mempunyai pola bintik dan garis gelap di atas tempurung berwarna kuning. Corak tersebut menyerupai pola pada tubuh macan tutul sehingga menjadi daya tarik utamanya.

Spesies ini merupakan herbivora yang membutuhkan pakan berbasis tumbuhan dan pengelolaan lingkungan yang sesuai. Ukurannya dapat mencapai puluhan sentimeter ketika dewasa.

Meskipun penampilannya menarik, pemilik tetap harus memperhitungkan kebutuhan ruang, pencahayaan, suhu, dan biaya perawatan jangka panjang.

5. Kura-Kura Indian Star

Indian Star atau Geochelone elegans dikenal karena pola berbentuk bintang yang memancar pada setiap bagian tempurungnya. Spesies ini berasal dari kawasan Asia Selatan, termasuk India, Pakistan, dan Sri Lanka.

Ukuran tubuhnya relatif lebih kecil dibandingkan sulcata. Meski begitu, Indian Star tetap membutuhkan pengaturan suhu, kelembapan, pencahayaan, dan pakan yang tepat.

Calon pemilik juga harus memeriksa ketentuan perdagangan dan dokumen satwa sebelum melakukan transaksi. Popularitas spesies eksotis tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan aspek konservasi.

Kura-Kura Air yang Tidak Boleh Dipelihara Sembarangan

Selain kura-kura darat, kura-kura air tawar seperti kura-kura Brazil dan kura-kura pipi putih juga dikenal di kalangan pemelihara reptil.

Kura-kura Brazil memiliki bercak merah di dekat mata serta kemampuan berenang yang baik. Sementara itu, kura-kura pipi putih mempunyai tubuh gelap dengan tanda pucat di sekitar pipi dan cenderung memakan berbagai hewan air kecil.

Keduanya membutuhkan lingkungan yang berbeda dari kura-kura darat. Kualitas air, ruang berenang, area berjemur, dan kecukupan nutrisi perlu diperhatikan agar satwa tetap sehat.

Periksa Legalitas Sebelum Membeli

Tidak semua kura-kura dapat diperdagangkan atau dipelihara tanpa persyaratan. Status perlindungan setiap spesies berbeda dan dapat berkaitan dengan peraturan nasional maupun ketentuan perdagangan internasional.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak membeli satwa yang asal-usulnya tidak jelas. Hindari pula mengambil kura-kura liar dari habitat alaminya hanya karena tertarik dengan penampilannya.

Pada akhirnya, memelihara kura-kura bukan sekadar mengikuti tren. Calon pemilik perlu memastikan mampu menyediakan habitat yang layak, memenuhi kebutuhan nutrisi, menanggung biaya perawatan, dan bertanggung jawab selama satwa tersebut hidup.

Baca Juga: Sejarah Pertarungan Hingga Kontes Kecantikan: Jejak Budidaya Ikan Cupang dari Thailand ke Indonesia

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Media Guppy Channel
kura-kura Sulcata kura-kura Indian Star Kura-kura eksotis kura-kura Forsteni kura-kura Matahari