10 Jenis Kura-Kura Peliharaan yang Menarik, Ada yang Bisa Tumbuh hingga 100 Kg !

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 17:50 WIB
10 jenis kura-kura peliharaan yang menarik, dari Brazil hingga Sulcata raksasa. Kenali ciri dan perawatannya! (Pinterest)
10 jenis kura-kura peliharaan yang menarik, dari Brazil hingga Sulcata raksasa. Kenali ciri dan perawatannya! (Pinterest)

JAKARTA - Jenis kura-kura peliharaan memiliki karakteristik, ukuran, pola makan, dan kebutuhan habitat yang berbeda-beda.

Mulai dari kura-kura Brazil yang populer sebagai penghuni akuarium hingga kura-kura Sulcata yang dapat tumbuh sangat besar, calon pemilik perlu memahami cara perawatan setiap spesies sebelum membawanya ke rumah. Selain mempertimbangkan penampilan, penting juga memperhatikan kebutuhan ruang, pakan, usia hidup, serta status perlindungan satwa agar pemeliharaan tidak merugikan kesejahteraan hewan maupun kelestarian alam.

Baca Juga: Sejarah Pertarungan Hingga Kontes Kecantikan: Jejak Budidaya Ikan Cupang dari Thailand ke Indonesia

Mengenal Jenis Kura-Kura Sebelum Memelihara

Secara umum, kura-kura yang dikenal sebagai turtle banyak menghabiskan waktu di air, sedangkan tortoise merupakan kura-kura darat. Ada pula spesies semiakuatik yang membutuhkan lingkungan air dan daratan sekaligus.

Pola makan kura-kura juga berbeda. Sebagian merupakan herbivora atau pemakan tumbuhan, sementara lainnya omnivora maupun karnivora. Karena itu, pemilik tidak bisa menyamakan pakan dan tempat tinggal seluruh jenis kura-kura.

Berikut 10 jenis kura-kura yang dikenal dalam dunia pemeliharaan reptil, beserta karakteristik yang perlu diperhatikan.

1. Kura-Kura Brazil

Kura-kura Brazil atau red-eared slider dikenal melalui bercak merah di sisi kepalanya. Reptil air tawar ini memiliki cangkang berwarna hijau hingga kecokelatan dan dapat tumbuh sekitar 25–30 sentimeter.

Kura-kura Brazil membutuhkan fasilitas perairan yang memadai, area untuk berjemur, serta penyaringan air yang baik. Pakannya dapat mencakup pelet khusus, tumbuhan air, dan sumber protein sesuai usia.

Meski populer, ukurannya saat dewasa membuat pemilik perlu menyiapkan tempat yang cukup luas. Kura-kura ini bukan pilihan yang tepat apabila hanya tersedia wadah kecil tanpa fasilitas perawatan memadai.

2. Kura-Kura Ambon

Kura-kura Ambon memiliki cangkang berwarna cokelat hingga kehitaman dan dikenal dengan bentuk kepala yang relatif datar. Spesies ini ditemukan di Indonesia dan membutuhkan lingkungan lembap dengan akses air.

Makanannya dapat berupa tumbuhan dan bahan pangan lain sesuai kebutuhan spesies. Sebelum memeliharanya, calon pemilik perlu memastikan identitas spesies serta asal-usul satwa karena nama lokal dapat merujuk pada jenis yang berbeda.

3. Kura-Kura Pipi Putih

Kura-kura pipi putih memiliki ciri berupa bercak pucat di sekitar pipi dan mata. Spesies yang dikenal sebagai black marsh turtle ini cenderung menyukai perairan tenang dan memiliki pola makan yang banyak melibatkan hewan kecil.

Perawatan perlu mempertimbangkan kualitas air, tempat bersembunyi, dan kecocokan dengan satwa lain. Pembelian dari penangkaran legal lebih disarankan daripada mengambil satwa langsung dari alam.

4. Kura-Kura Matahari

Kura-kura matahari atau spiny turtle memiliki nama ilmiah Heosemys spinosa. Ciri paling mencolok adalah tepian cangkangnya yang menyerupai duri.

Spesies asal Asia Tenggara ini dapat ditemukan di lingkungan hutan lembap dan kawasan dekat aliran air. Pola cangkangnya membantu menyamarkan tubuh di antara dedaunan. Kebutuhan habitat yang spesifik membuat pemeliharaannya perlu dilakukan dengan pengetahuan memadai.

5. Kura-Kura Forsteni

Kura-kura Forsteni, dengan nama ilmiah Indotestudo forstenii, merupakan kura-kura darat endemik Sulawesi. Tubuhnya memiliki perpaduan warna kekuningan dan pola gelap pada cangkang.

Pakan dapat berupa daun, rumput, dan bahan nabati lain yang sesuai. Spesies ini memiliki sebaran terbatas sehingga calon pemilik wajib memeriksa ketentuan hukum dan memastikan sumber satwa legal sebelum membeli.

6. Kura-Kura Cherry Head

Kura-kura Cherry Head dikenal dengan warna merah hingga jingga pada bagian kepala dan kakinya. Nama ilmiahnya adalah Chelonoidis carbonarius, dan spesies ini berasal dari Amerika Selatan.

Makanannya didominasi tumbuhan, dengan variasi pakan sesuai kebutuhan nutrisi. Lingkungan hangat dan lembap serta ruang bergerak yang cukup diperlukan untuk menunjang kesehatannya.

7. Kura-Kura Sulcata

Sulcata (Centrochelys sulcata) merupakan kura-kura darat asal Afrika yang terkenal karena ukuran tubuhnya. Individu dewasa dapat mencapai panjang sekitar 80 sentimeter lebih dan berat puluhan kilogram, bahkan mendekati 100 kilogram.

Spesies herbivora ini membutuhkan area luas, pakan berserat tinggi, dan tempat berlindung. Usia hidupnya juga dapat mencapai puluhan tahun. Oleh sebab itu, memelihara Sulcata membutuhkan komitmen jangka panjang dan bukan sekadar mengikuti tren.

8. Kura-Kura Leopard

Kura-kura Leopard memiliki pola bercak gelap pada cangkang berwarna dasar kuning atau krem. Pola tersebut menyerupai motif kulit macan tutul.

Sebagai herbivora, kura-kura ini membutuhkan pakan kaya serat dan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan spesiesnya. Ukuran tubuh serta usia hidup yang panjang harus menjadi pertimbangan sebelum memeliharanya.

9. Kura-Kura Aligator

Kura-kura aligator memiliki kepala besar, rahang kuat, dan cangkang kasar dengan tonjolan menyerupai duri. Reptil air tawar ini merupakan predator yang dapat membahayakan apabila ditangani sembarangan.

Karakteristik tersebut membuatnya tidak cocok untuk pemula atau rumah tangga yang menginginkan hewan peliharaan untuk sering disentuh. Penanganannya membutuhkan fasilitas khusus dan pemahaman mengenai perilaku satwa.

10. Kura-Kura Indian Star

Indian Star (Geochelone elegans) terkenal karena pola menyerupai bintang pada cangkangnya. Spesies ini berasal dari Asia Selatan, termasuk India dan Sri Lanka.

Ukurannya relatif lebih kecil dibandingkan Sulcata. Namun, Indian Star tetap membutuhkan pengaturan suhu, pencahayaan, pakan, dan kelembapan yang tepat agar kesehatannya terjaga.

Perhatikan Legalitas dan Kebutuhan Perawatan

Sebelum memilih jenis kura-kura peliharaan, calon pemilik sebaiknya mempelajari kebutuhan habitat, ukuran dewasa, pola makan, serta biaya perawatannya. Pastikan pula spesies tersebut boleh dipelihara dan berasal dari sumber legal.

Tidak semua kura-kura cocok untuk pemula. Memilih berdasarkan penampilan semata berisiko membuat satwa mengalami stres atau kekurangan perawatan. Pilihan yang tepat adalah spesies yang kebutuhan hidupnya mampu dipenuhi secara konsisten dalam jangka panjang.

Baca Juga: Sejarah Pertarungan Hingga Kontes Kecantikan: Jejak Budidaya Ikan Cupang dari Thailand ke Indonesia

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Media Guppy Channel
Kura-kura Brazil kura-kura Sulcata kura-kura Indian Star kura-kura peliharaan jenis kura-kura