Pohon Jati Meranggas saat Kemarau, Ini Cara Alami Bertahan dari Kekeringan

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03 WIB
Pohon jati meranggas saat kemarau untuk mengurangi penguapan dan menghemat air. Daunnya kembali tumbuh ketika musim hujan tiba.(DHARAKA R. PERDANA/RATU)
Pohon jati meranggas saat kemarau untuk mengurangi penguapan dan menghemat air. Daunnya kembali tumbuh ketika musim hujan tiba.(DHARAKA R. PERDANA/RATU)

RADAR TULUNGAGUNG - Pohon jati yang meranggas saat musim kemarau kerap terlihat kering dan seolah-olah akan mati. Padahal, gugurnya daun merupakan salah satu mekanisme alami pohon jati untuk bertahan ketika ketersediaan air berkurang.

Fenomena tersebut juga terlihat pada pohon jati di Tulungagung saat musim kemarau. Mengutip informasi dari akun Instagram Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa, pohon jati menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan dan menghemat cadangan air di dalam tubuhnya.

Mekanisme ini membuat pohon jati mampu bertahan ketika kondisi lingkungan menjadi lebih kering. Meski tampak layu dan tidak berdaun, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa pohon mengalami kematian.

Gugurnya daun membantu pohon jati mengurangi kehilangan air melalui proses penguapan. Ketika musim kemarau berlangsung dan ketersediaan air di lingkungan menurun, pohon perlu menyesuaikan aktivitas biologisnya agar tetap mampu bertahan.

Baca Juga: Tebu Tulungagung Susut 30 Persen akibat Kemarau, Rendemen Naik Jadi 8,1 Persen

Daun yang gugur kemudian menutupi permukaan tanah. Seiring waktu, daun tersebut melapuk dan menjadi bahan organik yang berkontribusi terhadap kondisi tanah.

Pohon jati dikenal mampu tumbuh di wilayah beriklim tropis dengan periode kering dan basah. Kemampuan beradaptasi tersebut membuatnya dapat melewati musim kemarau dengan menggugurkan sebagian besar daunnya.

Karena itu, perubahan penampilan pohon jati selama musim kemarau perlu dipahami sebagai bagian dari siklus alaminya. Kondisi pohon yang tampak kering tidak selalu berarti tanaman tersebut mati.

Ketika musim hujan tiba dan ketersediaan air kembali meningkat, pohon jati umumnya mulai menumbuhkan daun baru. Tajuk yang sebelumnya tampak gersang perlahan kembali menghijau.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Warga Dusun Bringin Pagerwojo Tulungagung Butuh Bantuan Air Bersih Tiap 3 Hari

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pohon jati memiliki siklus pertumbuhan yang menyesuaikan kondisi lingkungan. Fase meranggas saat kemarau dan tumbuhnya daun baru ketika kondisi lebih mendukung menjadi bagian dari proses adaptasinya.

Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan penampilan tanaman perlu dilihat sesuai karakteristik masing-masing jenis. Pada pohon jati, gugurnya daun saat kemarau merupakan strategi bertahan hidup, bukan selalu pertanda kerusakan atau kematian tanaman.(rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
pohon jati meranggas lingkungan tulungagung adaptasi tanaman musim kemarau pohon jati