TULUNGAGUNG - Pernah merasa rambutmu terasa kering dan kusut? Atau cepet lepek dan berminyak meski di rumah aja? Udah gonta-ganti produk perawatan rambut tapi tidak ada hasil?
Bisa jadi masalahnya di porositas rambutmu. Produk yang selama ini kamu pakai belum tentu sesuai dengan apa yang rambutmu butuhin.
Pertama-tama, kamu harus kenali dulu jenis rambutmu, apakah termasuk low porosity atau high porosity. Kemudian, kamu baru bisa mencari cara tepat untuk merawatnya.
Porosity atau porositas rambut adalah kemampuan batang rambut dalam menyerap dan menahan kelembapan. Porositas rambut dibedakan menjadi tiga jenis.
Yang pertama, low porosity, bagi kamu yang memiliki jenis porositas rambut satu ini, rambut akan sulit menyerap kelembapan. Hal ini terjadi karena rambut memiliki struktur yang rapat.
Kemudian ada medium porosity, ini adalah jenis rambut yang paling ideal. Rambut jenis ini memiliki keseimbangan antara penyerapan dan retensi kelembapan.
Dan yang terakhir ada high porosity, rambut jenis ini memiliki struktur yang lebih terbuka. Hal ini memungkinkan kelembapan terserap dengan cepat, tetapi juga dapat melepaskannya dengan cepat.
Bagi kamu yang masih bingung apakah rambutmu termasuk low porosity atau high porosity, kamu bisa mengeceknya sendiri di rumah dengan cara sebagai berikut.
- Siapkan segelas air dan helaian rambutmu
- Masukkan rambutmu ke dalam gelas yang berisi air
- Amati pergerakan rambutmu
Apabila rambutmu mengapung di atas permukaan air, maka jenis rambutmu termasuk low porosity.
Namun jika rambutmu berada di tengah gelas, tidak mengapung tapi juga tidak tenggelam, maka rambutmu termasuk medium porosity.
Dan jika rambutmu tenggelam atau berada di dasar gelas, maka rambutmu termasuk high porosity.
Apabila kamu masih kesulitan menentukan porositas rambutmu dengan cara ini, kamu dapat melakukan cara kedua.
- Semprotkan air ke rambutmu
- Amati apakah rambutmu mudah basah atau sulit basah
Apabila rambutmu mudah basah, maka rambutmu termasuk high porosity. Namun jika rambutmu sulit basah, maka jenis rambutmu adalah high porosity.
Jika kamu sudah mengerti jenis rambutmu, maka kamu dapat memilih perawatan yang paling tepat untuk rambutmu.
Perawatan untuk jenis rambut low porosity
- Pre wash treatment, pakai hair oil yang ringan seperti rosemary oil non comedogenic minimal 30 menit sebelum keramas atau semalaman.
- Gunakan shampo non sls supaya rambut tidak mudah lepek.
- Hindari langsung mengeringkan rambut menggunakan hairdryer suhu panas tinggi setelah keramas.
- Pakai protein cream untuk ngempesin rambut yang mengembang, ini dilakukan ketika rambut sudah dalam keadaan kering.
- Berhenti mengikat dan menyisir rambut dalam keadaan masih basah karena bisa menyebabkan kerontokan.
Sementara untuk jenis rambut high porosity, kamu dapat merawatnya dengan cara.
- Keramas menggunakan air biasa, hindari keramas menggunakan air dingin ataupun hangat.
- Gunakan shampo anti hairfall untuk memperkuat rambut dan melembabkannya.
- Keramas dua kali, yang pertama fokuskan pada pangkal rambut dan yang kedua pada batang rambut.
- Gunakan hair mask untuk mengunci kelembapan rambut.Hindari menggunakan kondisioner karena kurang maksimal mengunci kelembapan rambut.
- Keringkan menggunakan hairdryer agar rambut tidak mengembang.
- Jika kamu ingin mencatok rambutmu, gunakan heat protectant.
Itu tadi merupakan cara untuk mengenali jenis rambutmu beserta perawatan yang tepat untuk rambutmu.
Jika kamu mampu konsisten merawatnya sebagaimana harusnya, maka kamu akan mendapatkan rambut yang mudah ditata, tidak gampang lepek dan kering, serta mengurangi kerontokan rambutmu.(*)
Editor : Vidya Sajar Fitri