RADAR TULUNGAGUNG - Banyak orang menganggap siput hanyalah hewan lambat dengan cangkang di punggungnya.
Tapi tahukah kamu, siput ternyata memiliki ribuan gigi? Gigi ini tidak terlihat seperti milik manusia, melainkan struktur mikroskopis yang tersusun rapi di organ khusus bernama radula.
Uniknya lagi, beberapa gigi siput memiliki kekuatan melebihi baja.
Baca Juga: Sederet Fakta Belut listrik, Ikan Penguasa Sungai yang Mematikan Di Amazon
Benarkah Siput Memiliki Gigi?
Jawabannya adalah ya. Siput memiliki ribuan struktur kecil menyerupai gigi yang menempel di organ mirip lidah yang disebut radula.
Radula bekerja layaknya parutan atau conveyor belt yang membawa makanan ke mulut sambil mengikis dan memotongnya menjadi bagian kecil.
Menurut penelitian radula tersusun dari barisan gigi yang jumlahnya bervariasi tergantung spesies, dan gigi ini terus digantikan seiring berjalannya waktu akibat mengikis makanan.
Jumlah Gigi yang Mengejutkan
Jumlah gigi siput sangat bervariasi:
-
Siput kebun (Cornu aspersum) memiliki sekitar 14.000 gigi.
-
Spesies laut tertentu bisa memiliki 20.000–25.000 gigi sepanjang hidupnya (Snail World, Times of India).
-
Barisan gigi ini terus tumbuh dan berganti agar selalu tajam.
Gigi siput tersusun dalam ratusan baris melintang di radula, di mana tiap baris bisa memiliki lebih dari 100 gigi. Bayangkan betapa rumitnya struktur ini pada hewan sekecil siput.
Kekuatan Gigi Siput: Lebih Kuat dari Baja
Penelitian mengungkap bahwa gigi pada siput laut jenis limpet terbuat dari goethite, mineral berbasis besi yang kekuatannya melebihi baja dan titanium.
Para ilmuwan mengukur kekuatannya menggunakan mikroskop elektron dan menemukan bahwa material ini mampu menahan tekanan hingga 5 gigapascal—cukup untuk memecahkan baja.
Kekuatan ini diperlukan agar siput laut dapat mengikis batu karang dan memakan alga yang menempel di permukaan keras.
Fungsi Gigi Siput
-
Mengikis permukaan makanan seperti daun, lumut, atau ganggang.
-
Memotong makanan menjadi serpihan kecil sebelum masuk ke kerongkongan.
-
Pada spesies predator seperti cone snail, radula berubah menjadi jarum beracun untuk melumpuhkan mangsa seperti ikan kecil dan cacing laut
Gigi pada radula juga memiliki bentuk khusus sesuai dietnya. Siput herbivora memiliki gigi lebih lebar untuk mengikis, sedangkan siput karnivora memiliki gigi runcing untuk menusuk mangsa.
Pertumbuhan dan Regenerasi Gigi
Berbeda dengan gigi manusia yang jumlahnya terbatas, gigi siput terus tumbuh sepanjang hidupnya.
Saat gigi paling depan aus, gigi di belakang akan bergerak maju, sementara gigi baru tumbuh di bagian belakang radula. Siklus ini memastikan siput selalu memiliki gigi tajam untuk makan.
Apakah Siput Bisa Menggigit Manusia?
Secara teknis, siput tidak menggigit seperti mamalia. Radulanya hanya bekerja untuk mengikis makanan. Jika siput kebun merayap di kulit manusia, kadang terasa seperti sentuhan kasar, tetapi tidak akan melukai kulit.
Namun, beberapa spesies laut seperti cone snail memiliki sengatan yang berbahaya bahkan mematikan bagi manusia. Jadi, tidak semua siput aman disentuh.
Editor : Dharaka R. Perdana